Liputan6.com, Jakarta - Pasar saham negara berkembang atau emerging market tengah menikmati penguatan sepanjang 2026. Hal ini seiring sejumlah negara antara lain Brasil hingga Korea Selatan menikmati arus modal yang masuk ke pasar saham. Namun, di tengah reli tersebut, Indonesia justru bergerak berlawanan arah dan menjadi pengecualian di kawasan.
Managing Director Samuel Sekuritas Indonesia, Tae Yong Shim, menilai pasar Indonesia gagal memanfaatkan momentum penguatan yang terjadi di mayoritas negara berkembang, meski sentimen global mulai membaik setelah gejolak geopolitik dan perang AS-Iran.
Menurut dia, indeks pasar negara berkembang yang tercermin dalam MSCI Emerging Market justru mampu mencatat kenaikan signifikan, sementara Indonesia masih tertekan oleh pelemahan rupiah, arus keluar dana asing, hingga persoalan struktural di pasar modal domestik.
Advertisement
"Lihatlah Brasil, Taiwan, Thailand, Korea. Korea sebenarnya merupakan pengecualian, di sisi positif. Namun, Indonesia tampaknya tidak mendapat manfaat dari siklus ini,” kata Tae Yong Shim dalam Media Connect 2026, di kantor Samuel Sekuritas Indonesia, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Tae Yong menjelaskan, sejak awal 2025 hingga 2026, pasar negara berkembang sempat mengalami lonjakan sebelum terkoreksi akibat dinamika global, termasuk perang antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, setelah konflik mereda, mayoritas pasar kembali pulih bahkan mencetak rekor tertinggi baru.
Ia memaparkan, MSCI Emerging Market hingga saat ini mencatat kenaikan sekitar 14%, sementara MSCI World yang mewakili pasar negara maju hanya tumbuh sekitar 5,5%. Kondisi tersebut menunjukkan adanya rotasi dana global menuju pasar negara berkembang.
"Namun, jika Anda melihat MSCI Emerging Market, hingga saat ini, naik 14%. MSCI World, yang merupakan singkatan dari MSCI Developed Market, hanya naik 5,5%, sehingga pasar negara berkembang mengungguli pasar negara maju sebesar 8,5%. Jadi jelas, ada pergeseran rotasi ke pasar negara berkembang,” ujarnya.
Pasar Saham Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5593779/original/041252700_1778152188-Managing_Director_Samuel_Sekuritas_Indonesia__Tae_Yong_Shim-7_Mei_2026b.jpeg)
Negara-negara antara lain Brasil, Taiwan, Thailand, hingga Korea Selatan disebut berhasil menikmati arus modal dan penguatan pasar saham. Namun Indonesia justru bergerak sebaliknya.
Ia menambahkan, hingga akhir April 2026, pasar saham Indonesia justru turun mendekati 20%, menjadikannya salah satu pasar dengan performa terburuk di tengah penguatan emerging market global.
Rupiah dan Arus Keluar Asing Jadi Tekanan Utama
Selain pelemahan indeks saham, Tae Yong juga menyoroti pergerakan rupiah yang terus melemah di tengah indeks dolar AS yang relatif stabil. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan domestik yang lebih dalam dibanding sekadar faktor global.
Ia menyebut, investor asing mulai melakukan aksi jual besar-besaran di pasar Indonesia. Dalam empat bulan pertama 2026, investor asing tercatat menjual saham Indonesia senilai USD 2,9 miliar. Nilai tersebut hampir menyamai aksi jual saat pandemi Covid-19 pada 2020 yang mencapai sekitar USD 3,2 miliar sepanjang tahun.
“Kita hampir berada di fase aksi jual besar-besaran selama pandemi COVID-19. Jadi, saya percaya bahwa investor asing sebenarnya bergegas keluar dari saham Indonesia,” pungkasnya.
Advertisement
Penutupan IHSG pada 7 Mei 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125338/original/089768900_1738928255-20250207-IHSG-ANG_1.jpg)
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham Kamis, (7/5/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham menghijau dan transaksi harian saham mencapai Rp 23,2 triliun.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 1,15% menjadi 7.174,32. Indeks saham LQ45 bertambah 1,62% menjadi 693,78. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Pada sesi kedua perdagangan saham, IHSG berada di level tertinggi 7.207,07 dan level terendah 7.107,17. Sebanyak 361 saham menguat sehingga mendorong kenaikan IHSG. Sebanyak 295 saham melemah dan 160 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 2.675.914 kali dengan volume perdagangan saham 42,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 23,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.323.
Dari 11 sektor saham, tiga sektor saham melemah. Sektor saham basic turun 1,62%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi melemah 1,24% dan sektor saham transportasi melemah 1,36%.
Sementara itu, sektor saham kesehatan menguat 2,01%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham keuangan bertambah 1,98% dan sektor saham properti mendaki 1,33%.
Lalu sektor saham properti menanjak 1,33%, sektor saham infrastruktur mendaki 1,29%, sektor saham industri melompat 1,03%. Selanjutnya sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,81%, sektor saham siklikal bertambah 0,44%, sektor saham teknologi menguat 0,48%.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5593787/original/052833300_1778152232-Managing_Director_Samuel_Sekuritas_Indonesia__Tae_Yong_Shim-7_Mei_2026c.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409526/original/062736400_1479454522-Korea_Selatan.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258639/original/042157800_1781395836-AP26164834638106-Vinicius.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258626/original/079452200_1781391485-000_B6Z46WN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8443167/original/050423700_1782336694-swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7809636/original/050138700_1780626362-timnas-republik-ceko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257627/original/035946300_1781249972-AP26163143978604.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258899/original/071719200_1781422429-vini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258705/original/024939600_1781404490-qatar_vs_swiss-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263365/original/096832600_1781914237-063_2282418040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258625/original/008972500_1781391455-000_B6Z46X3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542691/original/031500100_1774950574-GAC_-_Steel-Aluminum_Flexible_Production_Line_at_GAC_AION_s_Smart_Eco-Factory.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257797/original/022434900_1781257127-South_Africa_s_Themba_Zwane__11__receives_a_red_card.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504462/original/009512800_1771237713-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258680/original/053706900_1781401116-Folarin_Balogun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263779/original/092763300_1782011943-LJS_x_Ocean_Star_200_Event_Photo__3_.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4248645/original/019496600_1670071537-rm_bts1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263827/original/013105800_1782018644-LJS_x_Ocean_Star_200_Event_Photo__5_.jpg.jpeg)