Konglomerat Muda Sujaka Lays Lepas 1,37 Miliar Saham COAL

Sujaka Lays, konglomerat muda dan pemilik Diamond Resources melakukan aksi divestasi besar-besaran atas saham PT Black Diamond Resources Tbk.

Diterbitkan 05 Mei 2026, 12:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Konglomerat muda sekaligus pemilik Diamond Resources, Sujaka Lays, tercatat melakukan aksi divestasi besar-besaran atas saham PT Black Diamond Resources Tbk (kode saham: COAL).

Mengutip Keterbukaan Informasi BEI, Selasa (5/5/2026) penjualan dilakukan secara bertahap dalam tujuh kali transaksi sepanjang April hingga awal Mei 2026.

Berdasarkan data yang tersedia, jumlah kepemilikan saham Sujaka sebelum transaksi mencapai 1,91 miliar saham atau setara dengan 30,60% hak suara.

Namun setelah rangkaian penjualan tersebut, kepemilikannya menyusut drastis menjadi 542,78 juta saham atau hanya 8,68% hak suara.

Aksi jual saham COAL ini dilakukan dalam beberapa tahap dengan volume besar. Transaksi pertama terjadi pada 9 April 2026 dengan penjualan 80 juta saham di harga Rp 56 per saham. Sehari kemudian, 10 April 2026, kembali dilepas 80 juta saham di harga Rp 55.

Penjualan terbesar terjadi pada 14 April 2026 dengan jumlah mencapai 370 juta saham di harga Rp 56. Aksi ini dilanjutkan pada 15 dan 16 April 2026, masing-masing sebanyak 130 juta saham di harga Rp 55 per saham.

Pada 17 April 2026, Sujaka kembali menjual 150 juta saham di harga Rp 55. Terakhir, pada 4 Mei 2026, dilepas lagi 430 juta saham dengan harga lebih tinggi, yakni Rp 60 per saham.

 

Alasan Transaksi Kepentingan Pribadi

Seluruh transaksi yang dilakukan disebut memiliki tujuan untuk pertimbangan pribadi. Tidak dijelaskan lebih lanjut apakah langkah ini terkait dengan diversifikasi investasi, kebutuhan likuiditas, atau strategi bisnis lainnya.

Meski demikian, aksi jual dalam jumlah besar ini secara signifikan mengurangi pengaruh Sujaka dalam struktur kepemilikan perusahaan. Dari sebelumnya sebagai salah satu pemegang saham utama, kini porsinya turun menjadi di bawah 10%.

Penurunan kepemilikan dari 30,60% menjadi 8,68% menandakan perubahan besar dalam komposisi pemegang saham COAL. Kondisi ini berpotensi membuka ruang bagi investor baru untuk masuk atau meningkatkan porsi kepemilikan mereka.