Bursa Asia Melemah di Tengah Ketegangan Iran

Bursa Asia melemah akibat ketegangan Iran-AS. Pasar Australia turun jelang kenaikan suku bunga bank sentral.

Diterbitkan 05 Mei 2026, 10:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Asia Pasifik melemah pada perdagangan Selasa (5/5/2026) seiring meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz yang menekan minat risiko investor. Sentimen negatif ini juga diperkuat oleh pelemahan pasar saham di Wall Street pada perdagangan sebelumnya.

Mengutip investing, Selasa (5/5/2026), sejumlah pasar utama di kawasan Asia seperti Jepang, China, dan Korea Selatan ditutup, sehingga volume perdagangan regional relatif sepi.

Tekanan pada bursa Asia dipicu eskalasi konflik setelah Iran melancarkan serangan sebagai respons atas operasi militer Amerika Serikat untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Perkembangan ini berpotensi menggagalkan gencatan senjata yang sudah rapuh antara kedua negara. Meski demikian, pejabat Iran mengindikasikan bahwa pembicaraan antara kedua pihak masih berlangsung.

Di sisi lain, kontrak berjangka S&P 500 cenderung stagnan dalam perdagangan Asia.

 

Pasar Australia dan Hong Kong Ikut Tertekan

Pasar saham Australia menjadi salah satu yang paling tertekan. Indeks ASX 200 turun 0,6% menjelang keputusan suku bunga oleh bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia.

Bank sentral diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin—yang menjadi kenaikan ketiga tahun ini—di tengah tekanan inflasi yang kembali meningkat. Lonjakan harga energi akibat konflik Iran turut memperkuat sikap hawkish bank sentral.

Sementara itu, indeks saham Hong Kong, Hang Seng Index, turun 0,8% seiring pelemahan saham teknologi yang mengikuti tren penurunan di Wall Street.

Tekanan juga datang dari aksi ambil untung setelah reli kuat sektor teknologi dalam beberapa pekan terakhir, didorong optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI).

Secara regional, bursa lain juga bergerak melemah. Indeks Straits Times Singapura turun 0,3%, sementara kontrak berjangka indeks Nifty 50 India cenderung stagnan.