Rights Issue, VKTR Bakal Gelar RUPSLB 19 Mei 2026

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk akan menggelar rights issue pada 2026. Potensi dilusi bagi pemegang saham tak eksekusi hak rights issue mencaai 33,33%.

Diterbitkan 14 April 2026, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), perusahaan bergerak di bidang perdagangan besar kendaraan bermotor listrik berbasis baterai akan menggelar penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (14/4/2026), perseroan akan menerbitkan maksimal 21.875.000.000 atau 21,87 miliar saham baru dalam rangka rights issue.

Perseroan akan memakai dana hasil rights issue antara lain untuk tambahan modal kerja perseroan dan penyertaan modal ke perusahaan anak untuk mendukung pengembangan bisnis perseroan dan perusahaan anak.

Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham untuk menggelar rights issue dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 Mei 2026. Setelah RUPSLB, perseroan akan menyampaikan pernyataan pendaftaran dalam rangka rights issue kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh OJK, perseroan akan melaksanakan rights issue dan selesai pada kuartal ketiga 2026.

Bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan rights issue miliknya dan tidak mengambil porsinya atas saham baru itu dapat terdilusi maksimal 33,33%.

Setelah rights issue, pemegang saham perseroan antara lain PT Bakrie and Brothers Tbk sebesar 24,40%, PT Bakrie Metal Industries sebesar 14,33%, PT Kuantum Akselerasi Indonesia sebesar 3,30%, The Lord Aamer Sarfraz sebesar 0,10%, Dino Ahmad Riyandi sebesar 0,03%, Gilarsi Wahju Setijono sebesar 0,03%, Achmad Amri Aswono Putro sebesar 0,03% dan masyarakat sebesar 57,78%.

VKTR Siapkan Belanja Modal Rp 100 Miliar pada 2026

Sebelumnya,  PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 100 miliar di 2026. Untuk membangun fasilitas perakitan kendaraan listrik (EV) hingga pengembangannya.

Direktur VKTR Achmad Amri Aswono menuturkan, belanja modal perseroan pada 2025 utamanya dilakukan untuk pengadaan tanah pada fasilitas perakitan pertamanya di Magelang, Jawa Tengah, untuk lokasi pembangunan assembly facility.

"Kemudian untuk tahun 2026, capex kita berkisar di sekitar 100 miliar. Sekitar 20 persen untuk capex baru, dalam hal ini adalah pembelian prototipe dan pengembangannya atau R&D kita, sementara 80 persen sisanya adalah untuk after sales maintenance," ujar dia, Jumat, 5 Desember 2025, dikutip Sabtu (6/12/2025).

"Kita tidak hanya jualan produk, tapi kami juga memberikan after sales maintenance yang dibutuhkan oleh customer kita," Amri menambahkan.

Menurut dia, investasi tersebut lumayan besar lantaran perseroan bakal menganggarkan untuk penyimpanan sparepart, sektor perbaikan, hingga pengadaan tenaga teknisi. 

"Dan ini relatively karena penjualan kita proyeksikan cukup besar, kita juga butuh fasilitas untuk after sales maintenance yang cukup besar juga," ujar Amri. 

 

VKTR Suplai 80 Bus Listrik Transjakarta hingga 2026

Sebelumnya, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sebagai emiten milik Bakrie Group memenangkan tender baru dari PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Untuk pengadaan 80 unit bus listrik berukuran 12 meter. Proses pengadaan armada akan dilakukan pada 2025-2026.

"Hingga akhir 2025 akan di-deliver sebanyak 50 unit bus, dan sisanya 30 unit bus akan di-deliver bertahap hingga awal 2026," jelas Direktur VKTR Valentinus Bimo Kurniatomoko dalam sesi paparan publik tahunan perseroan, Jumat (5/12/2025).

Selain pengadaan 80 bus listrik Transjakarta, VKTR juga akan mengirimkan 5 unit truk sampah dan juga 5 unit truk sampah listrik tipe compactor kepada Pemerintah Daerah (Pemda) di DKI Jakarta pada akhir 2025.

Direktur PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk Dino Ahmad Ryandi menambahkan, pihaknya terus menangkap peluang kendaraan listrik (EV) di Indonesia, sebagai salah satu pasar kendaraan terbesar di dunia.

Terkhusus di Jakarta, dengan target pengadaan bus rapid transit (BRT) sebanyak 10.000 unit di 2030. VKTR menargetkan 30 persen market share, dengan estimasi sekitar 3.000 unit bus listrik di Jakarta pada 2030.

Di samping bus listrik, terdapat juga pasar truk listrik dengan proyeksi kebutuhan kumulatif hingga 2030 yang mencapai 23.700 unit. Perseroaan menargetkan sekitar 10 persen market share dengan estimasi sekitar 3.000 unit bus listrik.

"Terdapat juga pasar truk listrik dengan proyeksi kebutuhan kumulatif hingga tahun 2030 yang mencapai sekitar 23.700 unit, dan VKTR menargetkan sekitar 10 persen market share dengan estimasi sekitar 3.000 unit bus listrik," ujar Dino.

Â