Emiten ERAA Raup Laba Rp 1,19 Triliun, Tumbuh 15,8% pada 2025

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatat pertumbuhan penjualan 17,35% dan laba 15,8% pada 2025.

Diterbitkan 31 Maret 2026, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatat kinerja keuangan positif pada 2025. Perseroan mencatat pertumbuhan penjualan dan laba sepanjang 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (31/3/2026), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatat penjualan Rp 76,60 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 65,27 triliun.

Dari sisi kontribusi bisnis, segmen cellular phones dan tablet masih menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan bersih Perseroan dengan kontribusi sebesar 78,42%. Sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis di luar handset, berbagai segmen lainnya juga mencatatkan pertumbuhan yang positif dan semakin memperkuat kontribusinya terhadap kinerja Perseroan secara keseluruhan.

Seiring pertumbuhan penjualan itu, perseroan mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,19 triliun pada 2025, naik 15,8% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,03 triliun.

Wakil Direktur Utama PT Erajaya Swasembada Tbk, Hasan Aula menuturkan, kinerja tersebut mencerminkan efektivitas strategi ekspansi dan diversifikasi yang dijalankan konsisten oleh perseroan.

Ia mengatakan, kinerja solid pada 2025 menunjukkan ketahanan bisnis perseroan di tengah dinamika pasar, didukung oleh penguatan portofolio merek, ekspansi jaringan ritel secara selektif, serta optimalisasi berbagai momentum konsumsi sepanjang tahun.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat fondasi bisnis perseroan melalui pengembangan vertikal usaha serta perluasan ekosistem ritel guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar dia.

Adapun perseroan mencatat beban pokok penjualan naik 17,67% menjadi Rp 68,25 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 58 triliun. Dengan demikian, laba bruto bertambah 14,78% menjadi Rp 8,35 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 7,27 triliun.

Perseroan mencatat beban penjualan dan distribusi naik menjadi Rp 3,82 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,99 triliun. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 2,79 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,57 triliun. Pendapatan lain tumbuh 70,69% dari Rp 441,61 miliar pada 2024 menjadi Rp 753,81 miliar pada 2025. Beban lainnya naik menjadi Rp 50,96 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 15,50 miliar.

Perseroan mencetak laba usaha Rp 2,43 triliun pada 2025, naik 14,19% dari 2024 sebesar Rp 2,13 triliun.

 

Aset Perseroan

Perseroan membukukan laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 75,68 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 65,42.

Perseroan membukukan ekuitas Rp 10,17 triliun pada 2025, naik 12,36% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 9,05 triliun. Liabilitas perseroan naik 46,88% menjadi Rp 18,67 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 12,71 triliun. Aset naik 32,5% menjadi Rp 29,85 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 21,77 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 2,13 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,76 triliun.

Ekspansi Perseroan

Melalui pengembangan berbagai vertikal bisnis, Perseroan terus memperluas kehadirannya di berbagai sektor, termasuk aksesoris dan perangkat pendukung, ritel gaya hidup aktif, serta food & nourishment, sehingga semakin memperkuat posisi Perseroan sebagai ekosistem ritel yang terdiversifikasi. 

 

Gerai Perseroan

Pada 2025, Perseroan melalui entitas anak usahanya berhasil menambahkan sejumlah merek baru yang strategis ke dalam portofolio bisnis, antara lain Chagee pada segmen Erajaya Food & Nourishment; kemudian Xpeng, sebuah merek kendaraan istrik (EV); serta Anta dan Wilson, dua merek ritel apparel olahraga melalui vertikal Erajaya Active Lifestyle. Penambahan merek-merek tersebut semakin memperkuat strategi diversifikasi Perseroan serta mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

Memasuki tahun ke-30 sejak didirikan pada 1996, Perseroan terus memperkuat langkah ekspansi bisnis sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Momentum tiga dekade perjalanan ini juga menjadi refleksi atas konsistensi Perseroan dalam membangun ekosistem ritel yang terintegrasi serta menghadirkan berbagai produk dan layanan yang relevan bagi konsumen yang terus berkembang.

Sepanjang 2025, Perseroan melanjutkan ekspansi jaringan ritel secara berkelanjutan. Hingga akhir Desember 2025, Perseroan telah mengoperasikan 2.333 jaringan ritel yang tersebar di Indonesia, serta didukung oleh 70 pusat distribusi. Ekspansi ini menjadi bagian dari upaya Perseroan untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat kapabilitas distribusi secara nasional