Emiten MIKA Siapkan Rp 1 Triliun untuk Buyback Saham

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) akan memakai dana internal untuk menggelar buyback saham.

Diterbitkan 08 Maret 2026, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), emiten rumah sakit Mitra Keluarga akan menggelar pembelian kembali atau buyback saham selama tiga bulan. Buyback saham itu dilakukan mulai 7 Maret 2026-7 Juni 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu, (8/3/2026), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk akan buyback saham senilai Rp 1 triliun. Perseroan akan memakai dana internal untuk melakukan buyback saham.

“Perseroan memiliki modal kerja dan cadangan dana yang memadai. Pembelian kembali direncanakan dibiayai dari kas internal perseroan, sehingga tidak akan membutuhkan pembiayaan tambahan dan tidak berdampak signifikan kepada penurunan pendapatan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

“Rencana pembelian kembali saham akan mengakibatkan penurunan jumalh saham beredar, tetapi diperkirakan meningkatkan laba per saham perseroan,” ujar Direktur PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk Joyce V. Handayani dalam keterbukaan informasi BEI.

Perseroan menegaskan buyback saham akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan. Hal ini dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku, khususnya POJK Nomor 13/2023 dan POJK Nomor 29/2023.

Perseroan dapat menghentikan pelaksanaan buyback saham sewaktu-waktu atas pertimbangannya sendiri. Hal ini jika terdapat kondisi-kondisi yang terpenuhi antara lain:

1.Telah berakhirnya jangka waktu tiga bulan.

2.Dana yang telah dikeluarkan oleh perseroan sudah mencapai Rp 1 triliun.

3.Perseroan memutuskan untuk menghentikan pembelian kembali saham.

Buyback saham akan dilakukan secara bertahap dan penuh melalui BEI. Perseroan akan menunjuk satu perusahaan efek untuk melakukan pembelian kembali saham.

Perseroan akan menyimpan saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai saham treasuri setelah berakhirnya periode buyback saham.

“Perseroan akan melakukan pengalihan atas saham hasil pembelian kembali saham dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku khususnya POJK Nomor 13/2023 dan POJK Nomor 29/2023,” demikian seperti dikutip.

Emiten RS Mitra Keluarga Bakal Bangun hingga Tiga Rumah Sakit Setiap Tahun

Sebelumnya, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) menargetkan membangun 2-3 rumah sakit per tahun. Untuk pembiayaan pembangunan rumah sakit tersebut, Mitra Keluarga Karyasehat akan memakai dana internal.

"Capex atau pengembangan rumah sakit dari internal cash position. Setiap tahun menargetkan 2-3 rumah sakit, kelebihan dana untuk capital management, yaitu pembagian dividen,” kata Direktur Keuangan Mitra Keluarga Karyasehat Joyce V, saat public expose live 2022, Senin (12/9/2022).

Dia menambahkan, aturan pembagian dividen MIKA di atas 25 persen dari tahun sebelumnya. 

"Kita bayar dividen tertinggi 71 persen, jadi ini yang selalu kami kedepankan untuk memberikan shareholder return pada pemegang saham (investor)," ujar dia. 

 

 

Belanja Modal

Hal tersebut juga ditegaskan oleh Head of Investor Relations Mitra Keluarga Karyasehat Aditya Widjaja. Ia menuturkan, belanja modal perseroan setiap tahun berhubungan dengan pembangunan rumah sakit baru.

"Capex setiap tahun berelasi dengan pembangunan rumah sakit baru,” ujar Aditya dalam paparan publik secara virtual, Senin (12/9/202).

Aditya mengatakan, pembangunan rumah sakit membutuhkan biaya Rp 250-300 miliar untuk kapasitas 200 kasur. Namun, hal itu tergantung pada lokasi pembangunan rumah sakit.

“Rumah sakit baru MIKA dengan kapasitas 200 bed, kami butuh capex Rp 250-300 miliar,” kata dia.

 Sedangkan, belanja modal yang dialokasikan untuk alat medis sekitar Rp 30-40 miliar.