ITMG Bidik Produksi Batu Bara 5,1 Juta Ton pada Kuartal I 2026

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatat penurunan pendapatan sebesar 18% pada 2025 seiring penurunan rata-rata harga jual.

Diterbitkan 07 Maret 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menargetkan total volume produksi batu bara sebesar 5,1 juta ton pada kuartal I 2026. Sementara itu, total volume penjualan sebesar 6,8 juta ton.

Pada 2025, perseroan mencatatkan total produksi batu bara sebesar 21,2 juta ton, atau tumbuh 5% dari tahun sebelumnya. Seiring hal itu, perseroan juga membukukan kinerja positif pada volume penjualan yang mencapai 24,7 juta ton, atau naik 3%.

“Penguatan keunggulan dan ketahanan operasional menjadi salah satu faktor kunci tercapainya kinerja baik perusahaan,” demikian seperti dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (7/3/2026).

Perseroan mencatat pendapatan turun 18% menjadi USD 1.881 juta pada 2025. Hal ini seiring penurunan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) batu bara ITMG. Laba kotor perseroan tercatat USD 483 juta dan marjin laba kotor sebesar 26%. Di sisi lain, laba bersih perusahaan pada 2025 tercatat USD 195 juta.

Seiring peningkatan efisiensi dan pengendalian biaya yang disiplin, serta peningkatan akurasi perencanaan tambang, perseroan mampu mempertahankan neraca keuangan yang sehat.

Pada akhir Desember 2025, total aset Perusahaan tercatat stabil pada angka USD 2.406 juta, dengan total ekuitas sebesar USD 1.908 juta. Posisi kas dan setara pada periode akhir Desember 2025 tercatat sebesar USD 808 juta, yang mewakili 34% dari total aset Perusahaan.

Sebagai perusahaan pertambangan batubara dengan fasilitas logistik yang terintegrasi, serta kemampuan untuk memenuhi kebutuhan batubara dengan ragam spesifikasi yang luas, ITM mampu mempertahankan kepercayaan pelanggan sebagai mitra yang dapat diandalkan. Pada 2025, ITM menjual batu bara ke pelanggan di berbagai negara termasuk Indonesia (22%), China (34%), Jepang (18%), India (9%), Filipina (4%) dan sejumlah negara lain di wilayah Asia Pasifik.

Penguatan Bisnis Inti dan Melanjutkan Transformasi Terukur

Pada 2025, strategi Perusahaan difokuskan pada penguatan ketahanan operasional dan disiplin biaya di seluruh kegiatan pertambangan, dan pembangunan fondasi yang solid bagi pengembangan bisnis jangka panjang.

Salah satu fokus pengembangan pada operasional bisnis inti adalah penguatan berkelanjutan klaster Melak melalui struktur manajemen integrasi sejumlah tambang Perusahaan yang menciptakan pemanfaatan bersama sumberdaya dan infrastruktur, dan efisiensi organisasi. Penerapan strategi ini akan berkontribusi terhadap pelaksanaan operasional yang lebih konsisten serta pengawasan yang lebih efektif atas seluruh aktivitas pertambangan.

Di luar operasi inti batu bara, 2025 juga menjadi fase lanjutan dari diversifikasi yang terukur dan selaras dengan agenda transisi energi yang bertanggung jawab.

Pada segmen energi terbarukan, Perusahaan melanjutkan pengembangan portofolio pembangkit listrik tenaga surya melalui proyek atap (rooftop) dan pembangkit surya berskala utilitas (solar farm).

Hingga akhir 2025, total kapasitas operasional entitas anak energi terbarukan ITM mencapai 63,7 MWp, mencerminkan kemajuan yang konsisten yang didukung oleh portofolio proyek berkontrak yang telah dikembangkan sejak 2021.

Pada 2025 juga menandai langkah awal Perusahaan di sektor mineral strategis melalui akuisisi kepemilikan minoritas PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (AKP, BEI: NICE), sebuah perusahaan pertambangan nikel yang tercatat di bursa. Investasi ini merupakan upaya awal yang terukur untuk memperoleh eksposur terhadap mineral yang semakin relevan dalam konteks transisi energi global, dengan tetap menerapkan pendekatan diversifikasi yang berhati-hati dan berorientasi pada penciptaan nilai.

Aspek ESG

Pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ITM menorehkan sejumlah capaian baik yang merefleksikan komitmen dan kesungguhan Perusahaan dalam menerapkan Praktik Pertambangan yang Baik serta Prinsip Keberlanjutan di seluruh operasional Perusahaan.

Pada Juni 2025, ITM menyerahkan fasilitas inti dan pengelolaan Pusat Pembibitan Mentawir yang memiliki kapasitas hingga 15 juta bibit per tahun. Komitmen Perusahaan terhadap keberlanjutan juga direalisasikan melalui penanaman pohon dalam rangka rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS). Hingga 31 Desember 2025, ITM telah menyerahkan kembali 27.600 Ha lahan DAS yang telah direhabilitasi.

Pengakuan terhadap komitmen ESG Perusahaan juga datang dari berbagai lembaga eksternal termasuk lembaga pemeringkat internasional Sustainalytics yang menempatkan ITM pada peringkat pertama di antara perusahaan sejenis di sub-industri batubara, baik di Indonesia maupun secara global.

Perusahaan juga merealisasikan sejumlah langkah inisiatif terkait pemegang saham termasuk dengan keputusan pembelian kembali saham (share buyback) yang mencerminkan kepercayaan Perusahaan terhadap nilai fundamental dan prospek jangka panjangnya, sekaligus memberikan pengembalian yang lebih baik kepada para pemegang saham, serta mendistribusikan interim dividen sebesar USD 50 juta pada November 2025.