Saham Elnusa Sentuh Rekor Tertinggi Sejak IPO

Harga saham Elnusa menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level Rp 770.

Diterbitkan 05 Februari 2026, 23:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Elnusa Tbk (ELSA), mencatat pencapaian signifikan di pasar saham setelah harga sahamnya menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level Rp 770 pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026.

Sejak awal tahun (year-to-date/ytd), saham ELSA telah melonjak lebih dari 40%, mencerminkan kepercayaan investor terhadap keberlanjutan kinerja operasional serta prospek pertumbuhan Perseroan yang dinilai positif.

Kenaikan harga saham tersebut sejalan dengan meningkatnya ketertarikan investor terhadap perusahaan jasa energi yang memiliki fundamental keuangan dan operasional yang kuat, bisnis yang terdiversifikasi, serta peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Performa saham ELSA juga merefleksikan perbaikan kualitas pelaksanaan proyek, penerapan disiplin operasional, dan pengelolaan risiko yang konsisten sepanjang 2025.

Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, menyampaikan bahwa penguatan saham ELSA merupakan cerminan apresiasi pasar terhadap ketahanan kinerja operasional Perseroan di tengah dinamika sektor energi.

 “Sepanjang 2025, Elnusa mampu menjaga kesinambungan kinerja melalui penguatan operational excellence, penerapan teknologi yang tepat guna, serta budaya keselamatan kerja yang konsisten di seluruh lini bisnis,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (5/2/2026).

Pada segmen jasa hulu migas terintegrasi, Elnusa menuntaskan sejumlah proyek seismik strategis di berbagai wilayah kerja utama. Capaian tersebut menegaskan kemampuan teknis dan manajerial Perseroan dalam mendukung kegiatan eksplorasi dan pengembangan migas secara efisien, tepat waktu, dan sesuai standar tinggi, yang berkontribusi pada keberlanjutan pendapatan.

 

Selesaikan 5 Sumur

Di bidang Oil Field Services, Elnusa berhasil menyelesaikan lima sumur HWU-150K di wilayah kerja Pertamina EP Cepu dengan penerapan standar HSSE secara menyeluruh dan tanpa insiden keselamatan.

Sementara itu, pada segmen EPCOM, Perseroan merampungkan proyek EPC Booster Pump lebih cepat dari target serta memperoleh kontrak baru di lingkungan Pertamina Group, yang menunjukkan keandalan eksekusi dan kepercayaan pelanggan yang terus terjaga.

Sumbangan kinerja yang kuat juga berasal dari segmen distribusi dan logistik energi melalui Elnusa Petrofin. Sepanjang 2025, unit usaha ini mencatat kenaikan volume penyaluran bahan bakar sebesar 29% serta mengamankan 42 proyek baru. Pencapaian tersebut memperkokoh peran Elnusa dalam rantai pasok energi nasional sekaligus memperluas sumber pendapatan berulang.

Pada segmen jasa penunjang migas, Elnusa memperluas cakupan internasional dengan ekspansi layanan OCTG di Aljazair serta partisipasi dalam proyek survei seismik 3D di perairan Songkhla, Thailand. Selain itu, lini bisnis data dan warehouse management mengelola 253 kontrak aktif dengan tingkat utilisasi aset mencapai 95%, mencerminkan efisiensi pengelolaan aset dan stabilitas operasional anak usaha.

 

Penguatan Operational

Memasuki tahun 2026, Elnusa mengusung strategi bertajuk “Rediscover Technology and Innovation Edge” yang menitikberatkan pada penguatan operational excellence berbasis inovasi, efisiensi biaya melalui pendekatan cost leadership, serta peningkatan sinergi di dalam ekosistem Elnusa Group dan Pertamina Group. 

Dengan fondasi fundamental yang kokoh dan arah pertumbuhan yang jelas, Perseroan optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.