Liputan6.com, Jakarta Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan target konservatif untuk rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada 2026 sebesar Rp 14,5 triliun per hari, lebih rendah dibandingkan realisasi sementara 2025 yang telah menyentuh Rp 16,6 triliun per 7 November 2025.
Penetapan target yang lebih rendah ini dilakukan dengan mempertimbangkan hasil pemodelan internal, yang menunjukkan lonjakan likuiditas pada beberapa bulan terakhir 2025 belum sepenuhnya mencerminkan tren struktural jangka panjang.
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyampaikan tingginya aktivitas pasar pada 2025 menciptakan optimisme, namun kehati-hatian tetap dibutuhkan. Ia menyoroti bahwa peningkatan partisipasi investor telah terlihat jelas, termasuk pada transaksi harian.
Advertisement
Menurut data BEI, jumlah investor yang bertransaksi harian mencapai 228 ribu, tertinggi sepanjang sejarah, sementara rata-rata nilai transaksi harian telah berada di level Rp 16,64 triliun.
“Ini asumsi kami di 2026. Asumsi kami di 2026 adalah transaksi kami rata-ratanya 14,5. Walaupun hari ini sudah 16,6 ya. Kenapa? Kita harus tetap waspada,” ujar Iman dalam acara Media Workshop, di Ubud Bali, Sabtu (15/11/2025).
Untuk tahun depan, BEI juga mematok target pencatatan 555 efek baru, termasuk 50 saham baru. Hingga 7 November 2025, BEI telah merealisasikan 699 efek baru, atau 151% dari target 2025, serta mencatatkan 24 saham baru dengan pipeline 13 saham.
Di sisi pengembangan investor, BEI menetapkan target 2 juta investor baru pada 2026, termasuk 50 ribu rekening efek syariah, serta 700 ribu investor aktif bulanan. Target tersebut penting untuk menjaga keseimbangan permintaan di tengah bertambahnya jumlah efek yang beredar.
Iman menekankan berbagai penyempurnaan kebijakan, perluasan akses data, hingga pergeseran pola transaksi turut memperkuat landasan pasar jelang tahun depan.
Dengan kombinasi target RNTH yang realistis, percepatan penambahan efek baru, dan perluasan basis investor, BEI menilai 2026 sebagai fase konsolidasi untuk memperkuat fondasi pasar sebelum memasuki tahap ekspansi besar menuju visi BEI menjadi bursa top-10 dunia pada 2030.
OJK dan BEI Buka-bukaan Soal Dampak Redenominasi Rupiah ke Pasar Modal Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2216040/original/006512100_1526473915-20180516-IHSG-6.jpg)
Pemerintah kembali mengkaji kebijakan penyederhanaan nominal rupiah atau redenominasi, yang diperkirakan memberi dampak pada pasar modal. Namun sejumlah otoritas menilai konsekuensinya hanya bersifat teknis sehingga tidak mengubah kondisi ekonomi secara mendasar.
Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo Harahap, menekankan pengurangan digit rupiah lebih merupakan penyesuaian administratif, terutama untuk mempermudah sistem pencatatan. Ia menjelaskan salah satu tujuan redenominasi adalah mengurangi angka nol di belakang, sehingga lebih sederhana dalam melakukan pencatatan.
Eddy juga mengingatkan bahwa rencana tersebut tidak memiliki kesamaan dengan kebijakan sanering atau pemotongan nilai uang yang pernah dilakukan di masa lalu.
“Ini bukan pemotongan nilai uang. Ini hanya penulisan nol di belakang yang dihilangkan karena sudah kebanyakan. Sesimpel itu,” ujar Eddy dalam acara Media Workshop, di Ubud Bali, Sabtu (15/11/2025).
Advertisement
Tak Bawa Dampak Berarti
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883223/original/030233500_1720093649-20240704-IHSG-ANG_5.jpg)
Ia menyebutkan bahwa perubahan itu seharusnya tidak membawa dampak berarti terhadap sektor lainnya. Menurut Eddy, pencatatan harga saham, nilai transaksi, hingga instrumen pasar keuangan lainnya nantinya akan menyesuaikan secara otomatis dengan format nominal baru, sehingga efeknya tidak bersifat fundamental.
Dari sisi penyelenggara bursa, Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai sejumlah penyesuaian teknis perlu dipersiapkan apabila kebijakan redenominasi resmi diterapkan, terutama terkait mekanisme perdagangan.
Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan penyederhanaan digit rupiah akan bersinggungan langsung dengan struktur harga saham. Ia menyoroti bahwa saat ini harga satu lot saham berada di level Rp 100, dan kemudian mempertanyakan,
“Sekarang harga saham satu lot Rp100. Itu yang PR bagi kita. Lotnya kan Rp 100, kalau harga sahamnya Rp 200, apakah boleh nanti jadi nol koma atau sen?” tutur Iman
Iman menambahkan BEI akan mengatur ulang ketentuan fraksi harga dan aturan lot agar perdagangan tetap efisien.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520488/original/002175600_1782447973-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T112427.080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261577/original/041528400_1781746737-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_07.45.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164799/original/043621100_1742183216-dbe96acd3b3529457b7c0146890290a1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2626643/original/042780100_1669784618-pas_foto_biru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3566690/original/055374600_1631185686-20210909-PPKM-IHSG-5.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/7029/original/065415200_1744906934-1000023100.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530300/original/023508000_1782462492-AP26175847717345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528304/original/000911800_1782459714-AP26177049351866.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5448078/original/040755400_1765983961-Barcelona-Pau-Cubarsi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524143/original/085744300_1782453577-Yuto_Nagatomo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5378177/original/005816700_1760215354-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257100/original/080406300_1781208059-selebrasi_julian_quinones_meksiko_afrika_selatan_ap_eduardo_verdugo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264064/original/002049400_1782077143-kevin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267165/original/042073600_1602658746-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8522322/original/032290200_1782450708-IMG-20260626-WA0002.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3008995/original/016151200_1577703440-20191230-Akhir-2019_-IHSG-Ditutup-Melemah-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267160/original/026445700_1602658743-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277617/original/021298300_1672400413-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046086/original/019208800_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112074/original/097506200_1659528504-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-5.jpg)