TOBA Targetkan Pendapatan Ekosistem EV Capai USD 200–300 Juta hingga 2030

TOBA memproyeksikan potensi pendapatan yang signifikan dari segmen tersebut dalam beberapa tahun mendatang.

Diterbitkan 12 September 2025, 14:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menargetkan pendapatan dari ekosistem kendaraan listrik (EV) mencapai USD 200–300 juta hingga 2030. Perseroan menegaskan fokus pengembangan bukan hanya pada baterai, tetapi juga mencakup stasiun penukaran baterai (battery swapping stations).

Head of Corporate Finance & Investor Relations TOBA, Mirza Rinaldy Hippy, menjelaskan bahwa pengelolaan ekosistem EV mencakup seluruh rantai bisnis.

“Mungkin kalau dari sisi kita tidak kita pilih-pilih ya. Battery karena memang tadi bisnis elektron adalah bisnis EV ekosistem, di mana kami beroperasi tidak hanya dari sisi baterainya saja tapi juga lebih kepada stasiun penukaran baterai atau battery swapping stations,” ujar Mirza dalam konferensi pers Pubex Live 2025, Jumat (12/9/2025).

Ia menambahkan, TOBA memproyeksikan potensi pendapatan yang signifikan dari segmen tersebut dalam beberapa tahun mendatang.

“Untuk secara guidelines ke depan mungkin yang bisa kami sampaikan adalah kami menargetkan sampai dengan tahun 2019–2030 mungkin sekitar USD 200–300 juta dari sisi top line revenues yang kami bisa sampaikan saat ini,” kata Mirza.

Electrum, perusahaan patungan TOBA dan GoTo, terus mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Hingga Juli 2025, jumlah motor listrik yang beroperasi mencapai 5.406 unit, didukung 320 stasiun penukaran baterai.

Lebih dari 21.000 transaksi penukaran baterai terjadi setiap hari, membantu mengurangi emisi karbon lebih dari 20 ton CO₂ per hari serta meningkatkan pendapatan mitra pengemudi rata-rata 25% berkat efisiensi biaya operasional.

 

Pengendali TOBA Lepas Saham, Segini NIlainya

Sebelumnya diwartakan, PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) mengumumkan adanya penjualan saham yang dilakukan oleh pemegang kendali serta salah satu direkturnya.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/8/2025), dalam laporan keterbukaan informasi, disebutkan bahwa PT Toba Sejahtera, sebagai pengendali, menjual sebanyak 206.300 saham TOBA dengan harga Rp 1.130 per saham, sehingga menghasilkan transaksi senilai kurang lebih Rp 233,1 juta.

Setelah transaksi tersebut, porsi kepemilikan Toba Sejahtera sedikit berkurang 0,1%, dari sebelumnya 8% (660,48 juta saham) menjadi 7,99% (660,27 juta saham).

Sebelumnya, Direktur Utama PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) Dicky Yordan menambah kepemilikan saham TOBA pada akhir Juli 2025.

 

Transaksi Investasi

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (8/8/2025), Direktur Utama PT TBS Energi utama Tbk Dicky Yordan membeli 335.000 saham TOBA dengan harga Rp 1.135 per saham. Nilai pembelian saham TOBA itu sebesar Rp 380,22 juta.

“Tujuan dari transaksi investasi, status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi, Dicky Yordan memiliki 125.986.321 saham atau setara 1,525% dari sebelumnya 125.651.321 saham atau setara 1,521%.