PTPP Garap Bendungan Cibeet Paket II Senilai Rp 1,81 Triliun

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) melalui kerja sama operasi dengan MARFRI dan DMT, tengah mengerjakan proyek strategis nasional yaitu Pembangunan Bendungan Cibeet Paket II.

Diterbitkan 05 Agustus 2025, 11:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT PP (Persero) Tbk (PTPP) melalui kerja sama operasi dengan MARFRI dan DMT, tengah mengerjakan proyek strategis nasional yaitu Pembangunan Bendungan Cibeet Paket II. Proyek ini merupakan langkah nyata mendukung ketahanan air, pangan, dan energi di kawasan Jawa Barat.

Proyek senilai Rp 1,81 triliun ini ditargetkan selesai dalam 1.860 hari kalender, mulai dari 4 September 2023 hingga 6 Oktober 2028. Hingga saat ini, progres proyek menunjukkan kinerja positif dengan capaian realisasi sebesar 12,62%, lebih tinggi dari target sebesar 4,50%.

Bendungan Cibeet didesain sebagai bendungan tipe Gravity Dam dengan material Roller Compacted Concrete (RCC), menjadikannya bendungan RCC ketiga di Indonesia dan yang pertama diinisiasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum. 

Teknologi RCC memungkinkan percepatan konstruksi dan efisiensi material, dengan inovasi pengecoran beton tanpa slump menggunakan fly ash dan semen rendah, yang dipadatkan dengan vibro roller.

Banyak manfaat strategis dari hadirnya Bendungan Cibeet ini, antara lain mendukung irigasi seluas 8.837 hektare, meningkatkan indeks pertanaman dari 100% menjadi 300%. Kemudian menyediakan pasokan air baku sebesar 3.770 liter/detik bagi Kabupaten Bogor, Karawang, dan Bekasi, serta kawasan industri. Selain itu untuk mereduksi debit banjir hingga 66% di hilir Sungai Citarum.

 

Ketahanan Energi

Terkait ketahanan energi, bendungan ini juga direncanakan menghasilkan listrik dari dua sumber energi terbarukan, yaitu pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro sebesar 0,25 MW. Kemudian, pembangkit Listrik Tenaga Surya sebesar 110 MW yang memanfaatkan area genangan. 

Inovasi teknologi lain yang digunakan dalam proyek ini termasuk penggunaan Drone LiDAR untuk pemetaan topografi secara presisi tinggi, serta aplikasi teknologi RCC untuk efisiensi struktur dan percepatan konstruksi.

 

 

Pembangunan Bendungan

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyatakan pembangunan Bendungan Cibeet bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan wujud nyata kontribusi PTPP dalam memperkuat fondasi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

"Teknologi dan inovasi yang kami terapkan mencerminkan komitmen PTPP dalam menghasilkan proyek berkualitas tinggi dan berdampak luas bagi masyarakat, serta berdampingan dengan proyek Asta Cita Pemerintah yaitu proyek-proyek ketahanan pangan, air dan energi," ungkap Joko dalam keterangan resmi, dikutip Senin (4/8/2025).

Sebagai perusahaan yang telah berdiri sejak 1953, PTPP terus memperkuat posisinya sebagai pionir dalam pembangunan infrastruktur strategis nasional, dengan komitmen pada prinsip pembangunan berkelanjutan dan teknologi unggul.

Â