Intip Harga Saham WIFI Hari Ini 18 Juli 2025

Harga saham WIFI kembali menguat signifikan pada perdagangan Jumat, (18/7/2025) dan selama lima hari terakhir, saham WIFI naik 31,71%.

Diperbarui 18 Juli 2025, 20:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham WIFI, emiten telekomunikasi PT Solusi Sinergi Digital Tbk, kembali menunjukkan penguatan signifikan pada perdagangan Jumat, 18 Juli 2025. 

Mengutip data RTI, harga saham WIFI ditutup melonjak 22,73% ke posisi Rp 2.700 per saham. Harga saham WIFI dibuka bertambah 60 poin ke posisi Rp 2.260 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 2.200 per saham.

Harga saham WIFI berada di level tertinggi Rp 2.750 dan level terendah Rp 2.260 per saham. Total frekuensi perdagangan 58.482 kali dengan volume perdagangan 3.898.446 saham. Nilai transaksi Rp 974,3 miliar. Seiring kenaikan harga saham WIFI, kapitalisasi pasar tercatat Rp 14,33 triliun. Selama sepekan terakhir, harga saham WIFI meroket 31,71%.

Kenaikan harga saham WIFI jelang akhir pekan ini di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik terbatas. IHSG menguat 0,34% ke posisi 7.311,91. Indeks LQ45 susut 0,32% ke posisi 785,20.

Pada perdagangan Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.401,57 dan level terendah 7.311,91. Sebanyak 284 saham menguat. Namun, 324 saham melemah sehingga bebani IHSG. 197 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.674.648 kali dengan volume perdagangan 31,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.265.

Mayoritas sektor saham menghijau jelang akhir pekan ini. Sektor saham teknologi mendaki 4,55%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham infrastruktur bertambah 3,23% dan sektor saham kesehatan menanjak 1,39%.

Sementara itu, sektor saham energi mendaki 0,33%, sektor saham basic naik 0,87%, sektor saham industri melesat 0,52%. Di sisi lain, sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,51%. Sektor saham consumer siklikal tergelincir 1,22%, sektor saham properti merosot 0,86%, dan sektor saham transportasi terpangkas 1,28%. Sektor saham keuangan berada di zona merah.

Rights Issue

WIFI menggelar aksi rights issue senilai Rp5,9 triliun pada 7–15 Juli 2025. Dana tersebut diperoleh dari penerbitan 2,94 miliar saham baru dengan harga Rp2.000 per saham. Dana hasil penerbitan akan difokuskan untuk membangun jaringan fiber-to-the-home (FTTH) yang menargetkan 4 juta homepass di Pulau Jawa.

Pulau Jawa dipilih karena merupakan salah satu pasar terbesar layanan internet rumah di Asia Tenggara. Ekspansi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menghadirkan akses internet dengan biaya yang lebih terjangkau kepada masyarakat luas.

Untuk mendukung pembiayaan tambahan, anak usaha WIFI, WEAVE, juga menerbitkan surat utang dalam bentuk obligasi dan sukuk sebesar Rp2,5 triliun. Penerbitan ini memperkuat struktur pendanaan perusahaan dalam membangun infrastruktur internet skala besar.

 

Kemitraan Strategis dengan NTT East Jepang

Ekspansi jaringan WIFI mendapat dukungan melalui kerja sama strategis dengan NTT East, perusahaan telekomunikasi asal Jepang. Melalui kemitraan ini, NTT East mengakuisisi 49% saham WEAVE dengan total investasi Rp4 triliun. Sebanyak Rp1 triliun disalurkan dalam bentuk tunai dan Rp3 triliun dalam bentuk kontribusi teknologi dan aset tak berwujud.

Kolaborasi ini menghadirkan teknologi dan keahlian internasional ke dalam proyek infrastruktur domestik. Integrasi teknologi dari Jepang ke dalam jaringan WIFI diharapkan meningkatkan kualitas layanan dan kecepatan pengembangan infrastruktur.

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto menilai, saham seperti WIFI ke depan akan menjadi saham yang cukup menarik dari sektor telekomunikasi.

"Dengan dorongan program internet murah, proyeksi kinerja ke depan akan cukup baik dengan permintaan yang cukup tinggi, dan WIFI juga dengan infrastruktur yang mereka miliki bisa menekan cost mereka, ini sangat menarik,” kata dia.