Kantongi Saham CoreWeave, Nvidia Untung Besar

Saham CoreWeave telah melejit hingga sekitar 65% sejak IPO di awal 2025. Kenaikan saham ini menjadi keuntungan besar bagi Nvidia.

Diterbitkan 17 Mei 2025, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setelah melonjak pekan ini, saham perusahaan teknologi CoreWeave melejit hingga sekitar 65% sejak IPO di awal 2025. Nvidia pun menjadi penerima manfaat besar dari capaian tersebut.

Melansir CNBC International, Sabtu (17/5/2025) Nvidia pada akhir Maret 2025 mengantongi saham CoreWeave senilai hampir USD 900 juta atau Rp 14,8 triliun, menurut pengajuan dari pembuat chip tersebut.

Dengan asumsi Nvidia belum menjual saham apa pun sejak saat itu, saham tersebut sekarang bernilai mendekati USD 1,6 miliar atau Rp 26,3 triliun, karena saham CoreWeave telah melonjak dalam sebulan terakhir.

CoreWeave, yang menyewakan akses ke unit pemrosesan grafis Nvidia untuk melatih model kecerdasan buatan, melakukan pencatatan perdagangan di Nasdaq pada akhir Maret 2025 dalam IPO teknologi AS terbesar yang didukung modal ventura sejak 2021.

Menjelang debutnya, perusahaan tersebut mengumpulkan miliaran dolar dalam debut dan ekuitas, termasuk dari pemasok utama Nvidia.

Pada saat prospektus IPO CoreWeave, Nvidia memiliki 17,9 juta saham dengan nilai saham sekitar 5%. Nvidia kini memiliki 24,2 juta saham, seperti yang ditunjukkan dalam laporan pada hari Kamis (15/5).

 

Saat CoreWeave merayu investor dalam roadshow-nya, perusahaan mengeluarkan kisaran harga yang diharapkan untuk IPO sebesar USD 47 hingga USD 55 per saham. Namun, pasar gelisah setelah kekeringan IPO yang berkepanjangan. Nvidia turun tangan, menawarkan untuk mengikat kesepakatan pada harga USD 40 per saham dengan pesanan sebesar USD 250 juta.

CoreWeave akhirnya menjual saham kepada investor pada harga USD 40 per saham, mengumpulkan USD 1,5 miliar dalam prosesnya.

CEO Nvidia Jensen Huang Jual Saham Senilai Rp 230 Miliar Hampir Tiap Hari, Apa Alasannya?

Diwartakan sebelumnya, CEO Nvidia Jensen Huang disebut memiliki kebiasaan unik menjual saham besaran-besaran tiap harinya. Mengutip Economic Times, Jensen Huang melepas saham senilai USD 14 juta (atau setara Rp 230 miliar) setiap hari.

Langkah Jensen Huang ini pun menimbulkan pertanyaan di kalangan investor. Mereka bertanya-tanya mengapa Jensen Huang memilih menjual sahamnya ketimbang menahan, terutama setelah nilai saham Nvidia melonjak.

Sekadar informasi, lima tahun lalu, kekayaan Jensen Huang sebesar USD 3,73 miliar. Kini kekayaan Jensen Huang tercatat sebesar lebih dari USD 92 miliar, meski jumlah tersebut turun dari puncaknya sebesar USD 119 miliar pada awal musim panas ini.

Rupanya, menurut laporan Fortune, penjualan saham Jensen Huang tersebut dilakukan berdasarkan rencana 10b5-1. Apa itu?

 

Jensen Huang Jual Saham USD 117 Juta di 2024

Adapun rencana 10b5-1 merupakan perjanjian perdagangan yang sudah diprogram sebelumnya, yang dimaksud untuk menghindari perdagangan orang dalam.

Meski dirinya mengikuti prosedur hukum, investor mengira ada sesuatu yang mungkin terjadi di dalam perusahaan. Hal ini karena Jensen Huang memilih untuk menjual saham setelah periode kinerja saham yang tinggi kemudian menurun.

Adapun penjualan saham yang dilakukan Jensen Huang bukanlah hal baru. Tahun lalu, dirinya menjual saham senilai USD 117 juta. Selanjutnya, ia juga menjual saham senilai USD 323 juta pada Juli tahun 2024.