Sukses

PGN Baru Serap Belanja Modal 12,57 Persen

Liputan6.com, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau disebut PGN telah merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai USD 96 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun (kurs Rp 15.716 per USD). Belanja modal itu setara 12,57 persen belanja modal yang disiapkan untuk tahun ini sebesar USD 764 juta.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Heru Setiawan menuturkan, realisasi capex yang minim itu disebabkan perseroan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan rencana investasinya di tengah kondisi yang penuh tantangan.

"PGN dalam melaksanakan investasi menggunakan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan rencana investasinya di tengah kondisi yang penuh tantangan. Jadi adanya perubahan demand mempengaruhi proses perikatan komersial dengan calon pelanggan," ujar Heru dalam paparan publik, Senin (28/11/2022).

Sebagai contoh, salah satu yang terdampak dari sisi perikatan komersial yakni pembangunan Terminal Cilacap. Her menuturkan, hal itu karena ada perubahan model operasi, sehingga berdampak juga pada kebutuhan gas di kilang Cilacap.

"Juga gasifikasi Kepmen 249, ada dampak dari pandemi yang akhirnya membuat PLN melakukan rasionalisasi dari kebutuhan gasnya sekaligus disinkronkan dengan rencana pembangkitan yang ada di PLN, yaitu penggabungan beberapa pembangkit sehingga dapat meningkatkan efisiensi rantai pasokan," beber Heru.

Selain itu, perseroan menilai perlunya optimalisasi skema pelaksanaan investasi. termasuk penyiapan pola-pola baru dalam menyiapkan proyek untuk memperoleh tingkat keekonomian yang lebih layak. Dalam hal ini, perseroan telah mengeksekusi beberapa inisiatif.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Inisiatif Perseroan

"Khususnya untuk jargas, kami sinergikan dengan infra yang ada khususnya dari sisi pasokan kami akan sinergi juga dengan sumber-sumber pasokan gas hulu. Hilir kita sinergi dengan pembeli besar sehingga dapat dilakukan efisiensi akibat adanya sinergi infrastruktur,” kata Heru.

Menurut dia, dibutuhkan waktu tambahan untuk memperoleh perikatan komersial. Juga terkait dengan revitalisasi tangki Harun karena nanti akan diperlukan komitmen dari calon pengguna untuk tangki apapun.

"Perusahaan telah berupaya meningkatkan serapan capex melalui inisiatif tambahan yaitu di hulu migas yang merupakan satu inisiatif yag lebih cepat dari sisi entah itu market. Kita melakukan optimasi dalam rangka eksekusi biaya capex di tahun berjalan,” ujar dia.

Pada penutupan perdagangan Senin, 28 November 2022 hingga sesi pertama, saham PGAS turun tipis 0,27 persen ke posisi Rp 1.850 per saham. Saham PGAS dibuka melemah terbatas lima poin ke posisi Rp 1.850 per saham. Saham PGAS berada di level tertinggi Rp 1.865 dan terendah Rp 1.835. Total frekuensi perdagangan 3.691 kali dengan volume perdagangan 148.708 saham. Nilai transaksi Rp 27,5 miliar.

3 dari 4 halaman

Kinerja Kuartal III 2022

Sebelumnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang sembilan bulan 2022. PGN membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih hingga September 2022.

Mengutip laporan keuangan unaudited yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (6/11/2022), PGN meraih laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 8,49 persen menjadi USD 310,52 juta atau setara Rp 4,88 triliun (asumsi kurs Rp 15.732 per dolar AS) hingga September 2022. Pada periode sama tahun sebelumnya, perseroan meraup laba USD 286,21 juta.

Pertumbuhan laba tersebut didukung kenaikan pendapatan sebesar 17,18 persen. Pendapatan PGN tercatat USD 2,64 miliar atau setara Rp 41,55 triliun hingga September 2022 dari periode sama tahun sebelumnya USD 2,25 miliar. Dengan melihat kondisi itu, perseroan mencatat laba bersih per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dasar dan dilusi sebesar USD 0,0128 hingga September 2022 dari periode sama tahun sebelumnya USD 0,0118.

Perseroan membukukan beban pokok pendapatan USD 2,03 miliar hingga September 2022 atau naik 12,1 persen dari periode sama tahun sebelumnya USD 1,81 miliar. Laba bruto perseroan naik 38,11 persen menjadi USD 607,01 juta hingga September 2022. Pada periode sama tahun sebelumnya USD 439,48 juta.

Perseroan mencatat kenaikan beban umum dan administrasi menjadi USD 131,80 juta hingga September 2022 dari periode sama tahun sebelumnya USD 111,01 juta.

Beban lain-lain turun menjadi USD 8,41 juta hingga September 2022 dari periode sama tahun sebelumnya USD 21,97 juta. Dengan demikian, PGN membukukan laba operasi naik 47,2 persen menjadi USD 480,16 juta hingga September 2022 dari periode sama tahun sebelumnya USD 326,02 juta.

 

4 dari 4 halaman

Aset Perseroan

Perseroan mencatat kenaikan laba selisih kurs menjadi USD 20,30 juta hingga kuartal III 2022 dari periode sama tahun sebelumnya USD 19,61 juta. Perseroan juga mencatat penurunan beban keuangan menjadi USD 98,11 juta hingga September 2022 dari periode sama tahun sebelumnya USD 117,89 juta.

Total ekuitas naik menjadi USD 3,41 miliar hingga September 2022 dari Desember 2021 sebesar USD 3,28 miliar. Total liabilitas perseroan turun menjadi USD 3,93 miliar hingga Septemebr 2022 dari periode Desember 2021 sebesar USD 4,22 miliar.

Total aset turun menjadi USD 7,35 miliar hingga September 2022 dari Desember 2021 sebesar USD 7,51 miliar. Perseroan kantongi kas dan setara kas USD 1,64 miliar hingga September 2022.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 4 November 2022, saham PGAS naik tipis 0,26 persen ke posisi Rp 1.945 per saham. Saham PGAS dibuka stagnan Rp 1.940 per saham. Saham PGAS berada di level tertinggi Rp 1.950 dan terendah Rp 1.890 per saham. Total frekuensi perdagangan 7.892 kali dengan volume perdagangan 695.276 saham. Nilai transaksi Rp 133,7 miliar.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS