Sukses

Stockbit Gratiskan Biaya Broker hingga 19 Agustus 2022 Usai Aplikasi Sempat Gangguan

Liputan6.com, Jakarta - Aplikasi Stockbit sempat alami gangguan pada Rabu, 10 Agustus 2022. Namun, manajemen Stockbit menyebutkan fitur trading sudah kembali dapat digunakan.

PR & Corporate Communication Lead Stockbit, William menuturkan, terkait aplikasi Stockbit saat ini terjadi gangguan sistem yang disebabkan oleh pihak ketiga. Tim Stockbit pun segera berkoordinasi untuk menyelesaikannya. Manajemen Stockbit pun meminta maaf atas ketidaknyamanan tersebut.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang pengguna/investor rasakan akibat adanya gangguan ini. Kepada para pengguna, kami juga ingin menginformasikan bahwa untuk seluruh transaksi jual dan beli saham selama tanggal 10-19 Agustus 2022. Stockbit akan menggratiskan biaya broker,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

William pun menyatakan saat ini fitur trading sudah kembali digunakan. “Untuk fitur trading di Stockbit sudah kembali dapat digunakan.” Kata dia.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Aplikasi Ajaib dan Stockbit Sempat Alami Gangguan

Sebelumnya, aplikasi saham Stockbit alami gangguan pada Rabu (10/8/2022). Hal serupa juga terjadi pada aplikasi saham Ajaib.

Aplikasi Stockbit pun meminta maaf atas gangguan yang terjadi melalui laman awal aplikasi.

"Kami minta maaf atas gangguan pada sistem kami. Untuk sementara kamu tidak bisa mengakses ke area portfolio hingga 13.00 WIB,” tulis notifikasi aplikasi Stocbit saat dibuka melalui ponsel Iphone pukul 11.33, Rabu, 10 Agustus 2022.

 

Sedangkan, media sosial Twitter diramaikan sejumlah investor dari aplikasi tersebut mengeluhkan gangguan yang sedang terjadi.

"@Stockbit kenapa error terus dari jam 9 pagi ini?!!?? Tolong segera respon di DM!,” tulis akun Twitter @BEAU******.

Selain itu, netizen juga mengeluhkan agar aplikasi Stockbit tidak sering gangguan pada saat jam bursa.

“@Stockbit  Mohon perbaiki Aplikasinya, jangan error melulu, apalagi di jam bursa,” tulis akun @ali***.

"Sudah 11.10 wib. Belum bisa juga. Dan tidak ada update janji palsu. Dahlah. @Stockbit

Memang yang fiturnya bejibun dan tampak modern belum tentu reliable. Ingat pepatah lama.

"Old but gold",” tulis @rezno******.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 3 halaman

45 Tahun Pasar Modal Kembali Aktif, Transaksi Harian Saham Naik 15 Persen

Sebelumnya, pasar modal Indonesia mencatatkan kinerja yang positif di tengah kondisi yang masih dibayangi pandemi COVID-19. Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 7,68 persen dan saat ini masih yang tertinggi di kawasan ASEAN.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai rekor tertinggi dalam sejarah bangsa Indonesia yang menembus level 7.276 pada 21 April 2022.

“Kemarin malam sebagai informasi kita juga sudah tembus 7.000. Sebagaimana saya ingat pada waktu kami menjabat di periode awal setelah RUPS 29 Juni indeks kita saat itu turun merah di angka 6.800, tapi sampai tiga hari terakhir indeks kita kembali tembus ke 7.102,” kata Iman dalam sambutan acara HUT ke-45 Pasar Modal Indonesia, Rabu (10/8/2022).

Selain itu, Iman juga menyebutkan, kapitalisasi pasar mencapai Rp 9.300 triliun. Sedangkan, rata-rata nilai transaksi harian atau RNTH meningkat 15 persen secara year to date.

"Rata-rata transaksi harian terakhir sepanjang tahun 2022 rata-rata transaksinya meningkat 15 persen year to date atau rata-rata sebesar Rp 15,4 triliun rupiah. Tiga hari terakhir kita pernah mencapai trading harian sebesar Rp 21 triliun lebih,” ungkapnya. 

BEI menargetkan sebanyak 55 emiten dapat tercatat di pasar modal Indonesia hingga akhir 2022. Namun, BEI juga memiliki sejumlah tantangan ke depan untuk memperoleh emiten dengan kinerja yang baik bagi pasar modal.

"Kita tidak hanya bicara tentang kuantitas artinya jumlah yang kita punya, tetapi bagaimana juga ke depan kita memperoleh emiten dengan kualitas yang memang bisa memperoleh kinerja yang baik di pasar modal,” pungkasnya.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS