Sukses

Saham JARR Melambung 24,67 Persen saat Perdagangan Perdana di BEI

Liputan6.com, Jakarta - PT Jhonlin Agro Raya Tbk resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis 4 Agustus 2022.  Pada perdagangan perdana, emiten berkode JARR ini melonjak signifikan.

Mengutip data RTI, saham JARR dibuka naik Rp 60 ke posisi Rp 360 dari harga perdana Rp 300 per saham. Pada pukul 10.57 WIB, saham JARR melonjak 24,67 persen ke posisi Rp 374 per saham.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi Rp 374 dan terendah Rp 328 per saham. Total frekuensi perdagangan 14.944 kali dengan volume perdagangan saham 1.687.333 saham. Nilai transaksi Rp 61,3 miliar.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, saham perseroan saat ini masuk dalam papan pengembangan.

"PT Jhonlin Agro Raya Tbk resmi menjadi perusahana tercatat ke 33 pada tahun ini, dan menjadi perusahana tercatat saham ke 749 di BEI saat ini,” kata dia dalam Seremoni Virtual Pencatatan Perdana Saham JARR, Kamis (4/8/2022).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Jhonlin Agro Raya Tbk, Zafrinal menghaturkan terima kasih kepada seluruh lembaga penunjang dan otoritas terkait yang turut mendukung proses pencatatan saham perdana perseroan.

"Pencatatan saham ini merupakan realisasi dari komitmen manajemen untuk go public melalui mekanisme perdagangan di BEI, mulai saat ini PT Jhonlin Agro Raya Tbk resmi menjadi perusahaan publik,” kata Zafrinal.

Didirikan pada 2014, PT Jhonlin Agro Raya Tbk merupakan perusahaan perkebunan yang bergerak di bidang kelapa sawit terpadu berlokasi di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dengan luas izin usaha mencapai 17.020,26 hektar.

Saat ini Perseroan melakukan tahap penyelesaian pembangunan pabrik minyak goreng dengan kapasitas 250 TPD yang ditargetkan selesai pada akhir 2022, dan proses persiapan dan pematangan lahan pembangunan Pabrik Kelapa Sawit dengan kapasitas 60 TPH. "Bersama PT Jhonlin Agro Raya Tbk, membangun daerah, membangun Indonesia,” imbuh Zafrinal.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Catatkan Saham Perdana di BEI

Sebelumnya, PT Jhonlin Agro Raya Tbk catatkan saham di papan pengembangan BEI dengan kode saham JARR. Jhonlin Agro Raya tercatat sebagai perusahaan tercatat ke-33 pada 2022.

Jumlah saham yang dicatatkan mencapai 8 miliar saham yang terdiri dari saham pendiri sebesar 6,77 miliar saham, dan penawaran umum sebesar 1,22 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Perseroan mematok harga IPO Rp 300 per saham. Dengan demikian, perseroan meraup dana Rp 366,88 miliar dari IPO.

Rencana pemakaian dana IPO antara lain sekitar 21 persen untuk pembayaran sebagian biaya pembangunan proyek pabrik kelapa sawit. Kemudian sisanya sekitar 79 persen untuk modal kerja yaitu pembelian CPO dan bahan baku lainnya.

Untuk melaksanakan IPO ini, perseroan telah menunjuk PT Investindo Nusantara Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Pemegang saham perseroan setelah IPO antara lain PT Eshan Agro Sentosa sebesar 84,64 persen, PT Sinar Bintang Mulai sebesar 0,08 persen dan masyarakat sebesar 15,29 persen.

Sesuai ketentuan peraturan bursa Nomor I-A, jumlah saham free float perseroan sebesar 1,22 miliar saham atau 15,29 persen.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

IPO Perseroan

Sebelumnya, PT Jhonlin Agro Raya Tbk, perusahaan bergerak di usaha perkebunan dan pengolahan minyak kelapa sawit terpadu melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Mengutip laman e-ipo, Senin (11/7/2022), PT Jhonlin Agro Raya Tbk menggelar IPO dengan melepas saham sebanyak-banyaknya 1,22 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100.

Jumlah saham yang ditawarkan Jhonlin Agro Raya setara 15,29 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Harga penawaran saham perdana di kisaran Rp 250-Rp 300 per saham. Dengan demikian, perseroan akan peroleh dana IPO maksimal Rp 366,88 miliar.

Rencana pemakaian dana IPO antara lain sekitar 21 persen untuk pembayaran sebagian biaya pembangunan proyek pabrik kelapa sawit. Kemudian sisanya sekitar 79 persen untuk modal kerja yaitu pembelian CPO dan bahan baku lainnya.

Untuk melaksanakan IPO ini, perseroan telah menunjuk PT Investindo Nusantara Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

 

4 dari 4 halaman

Selanjutnya

Pemegang saham perseroan setelah IPO antara lain PT Eshan Agro Sentosa sebesar 84,64 persen, PT Sinar Bintang Mulai sebesar 0,08 persen dan masyarakat sebesar 15,29 persen.

Perseroan mencatat penjualan bersih Rp 1,3 triliun hingga 31 Maret 2022. Penjualan itu naik 12.433 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 10,39 miliar. Sementara itu, perseroan mencatat laba tahun berjalan Rp 80,27 miliar hingga kuartal I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 7,81 miliar.

Perseroan mencatat liabilitas Rp 2,48 triliun hingga kuartal I 2022 dari periode Desember 2021 sebesar Rp 1,65 triliun. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp 834,42 miliar selama tiga bulan pertama 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 750,25 miliar. Total aset perseroan naik menjadi Rp 3,33 triliun hingga Maret 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 2,40 triliun.

Jadwal:

-Masa penawaran awal pada 12-15 Juli 2022

-Perkiraan tanggal efektif pada 26 Juli 2022

-Perkiraan masa penawaran umum pada 28 Juli-1 Agustus 2022

-Perkiraan tanggal penjatahan pada 1 Agustus 2022

-Perkiraan tanggal distribusi saham secara elektronik pada 2 Agustus 2022

-Perkiraan tanggal pencatatan saham pada BEI pada 3 Agustus 2022