Sukses

Penjelasan SMAR kepada BEI Terkait Kasus Minyak goreng

Liputan6.com, Jakarta - PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) angkat suara terkait langkah Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang menaikkan status hukum atas kasus minyak goreng dari tahapan penyelidikan ke tahapan pemberkasan.

Seiring dengan proses yang masih berjalan, Wakil Direktur PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk, Gianto Widjaja mengatakan, perseroan akan bekerja sama sepenuhnya dalam tahap penyelidikan. Dia menambahkan, kasus ini tidak membawa dampak material terhadap aspek bisnis dan operasional perseroan.

"Perseroan secara konsisten mengikuti dan mematuhi peraturan perundangan yang berlaku di seluruh wilayah operasional kami di Indonesia," kata Gianto dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Selasa (26/7/2022).

Perseroan mengaku tidak terdapat informasi atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perseroan, serta dapat mempengaruhi harga saham perseroan yang belum disampaikan kepada bursa.

Pada perdagangan Senin, 25 Juli 2022, saham SMAR ditutup turun 20 poin atau 0,45 persen ke posisi 4.370. SMAR terpantau bergerak pada rentang 4.370—4.400.

KPPU telah mulai melakukan penyelidikan atas kasus kartel minyak goreng ini sejak 30 Maret 2022 dengan nomor register No. 03-16/DH/KPPU.LID.I/III/2022 tentang Dugaan Pelanggaran UU No. 5 Tahun 1999 (UU 5/99) terkait Produksi dan Pemasaran Minyak Goreng di Indonesia.

Untuk melengkapi alat bukti yang ada, KPPU telah memanggil para pihak yang berkaitan dengan dugaan. Seperti produsen minyak goreng, asosiasi, pelaku ritel, dan sebagainya.

Dari proses penyelidikan tersebut, KPPU telah mengantongi setidaknya dua jenis alat bukti. Sehingga disimpulkan layak untuk diteruskan ke tahapan pemberkasan.

Berdasarkan hasil penyelidikan, KPPU mencatat terdapat 27 terlapor dalam perkara tersebut yang diduga melanggar 2 pasal dalam UU 5/1999, yakni pasal 5 dan pasal 19 huruf c (tentang pembatasan peredaran atau penjualan barang/jasa). Termasuk di antaranya Sinar Mas Group dengan entitas PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk dan PT Ivo Mas Tunggal.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

SMAR Tebar Dividen Rp 110 per Saham, Simak Jadwalnya

Sebelumnya, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) akan membagikan dividen tunai final sebesar Rp 315,94 miliar atau Rp 110 per lembar saham. Besaran itu setara 11,18 persen dari laba bersih perseroan untuk tahun buku 2021.

Rencana pembagian dividen itu telah mendapat persetujuan pemegang saham melalui RUPT perseroan yang diselenggarakan Senin, 6 Juni 2022. Sebelumnya, SMAR telah membagikan dividen interim sebesar Rp 531,4 miliar atau Rp 185 per saham yang telah dibayarkan pada 24 November 2021.

Sehingga total dividen tunai yang dibagikan atas laba bersih perseroan tahun buku 2021 yakni Rp 847,3 miliar atau Rp 295 per saham. Sepanjang tahun lalu, perseroan berhasil mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,83 triliun.

Raihan itu berasal dari penjualan bersih yang naik menjadi Rp 57 triliun dari Rp 40,43 triliun pada 2020. Dividen tunai akan dibagikan kepada Para Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat pada Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan pada 16 Juni dengan ketentuan sebagai berikut:

Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 14 Juni 2022

Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 15 Juni 2022

Cum dividen di pasar tunai: 16 Juni 2022

Ex dividen di pasar tunai: 17 Juni 2022

Pembayaran dividen tunai: 14 Juni 2022

Pada penutupan perdagangan Kamis, 9 Juni 2022, saham SMAR stagnan di posisi Rp 5.100 per saham. Saham SMAR berada di level tertinggi Rp 5.150 dan terendah Rp 5.000. Saham SMAR mencatatkan total frekuensi perdagangan 116 kali dengan volume perdagangan 858 saham. Nilai transaksi Rp 434,4 juta.

3 dari 3 halaman

Pembukaan IHSG Selasa 26 Juli 2022

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada perdagangan saham Selasa, (26/7/2022). Gerak IHSG mengikuti bursa saham Asia yang menguat dan indeks sektor saham keuangan topang penguatan IHSG.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik empat poin ke posisi 6.862,70. Indeks LQ45 menguat 0,35 persen ke posisi 970,47. Sebagian besar indeks acuan menghijau. Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.899,92 dan terendah 6.862,64. Sebanyak 220 saham menguat dan 254 saham melemah. 189 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 669.575 kali dengan volume perdagangan 16,3 miliar saham. Nilai transaksi Rp 5,4 triliun.

Sebagian besar sektor saham melemah. Indeks sektor saham IDXtechno susut 0,87 persen, indeks sektor saham teknologi IDXtechno susut 0,97 persen, indeks sektor saham IDXbasic tergelincir 0,78 persen, indeks sektor saham IDXnonsiklikal merosot 0,61 persen, indeks sektor saham IDXsiklikal tergelincir 0,62 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham keuangan IDXfinance melonjak dan pimpin penguatan. Indeks sektor saham IDXfinance menguat 1,25 persen, indeks sektor saham IDXenergy mendaki 1,09 persen, indeks sektor saham IDXtransportasi menanjak 0,45 persen, dan indeks sektor saham IDXindustry menguat 0,10 persen.

Mengutip riset PT Ashmore Asset Management Indonesia, IHSG ditutup melemah ke posisi 6.858 pada Senin, 25 Juli 2022 seiring perdagangan saham komoditas yang bervariasi dan bank mendatar.

Investor institusi dinilai sedang menanti musim laporan keuangan  semester I 2022 yang baru dimulai. Sektor teknologi alami aksi ambil untung setelah menguat tajam pada pekan lalu. Saham GOTO turun karena aksi jual investor domestik. Di sisi lain, Kalbe Farma teken kesepakatan dengan Sanofi untuk membeli 80 persen saham dari Aventis Pharma.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS