Sukses

Adhi Commuter Properti Fokus Selesaikan Proyek Ini pada 2022

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen PT Adhi Commuter Properti Tbk menargetkan penyelesaian sejumlah proyek pada 2022 untuk diserahterimakan kepada konsumen.

Direktur Pengembangan Bisnis Adhi Commuter Properti Rozi Sparta menuturkan,  ada empat kawasan yang saat ini direncanakan menjadi fokus utama perseroan mulai dari tower Bandondeon hingga Cluster Bhumi Svarga.

“Pertama ada tower Sapphire di Cisauk Point member of LRT City, kemudian tower Bandondeon di  LRT City Jatibening, tower Azzurre di LRTCity Ciracas dan selanjutnya juga kita akan serah terima Cluster salah satu pengembangan kita di Sentul Cluster Bhumi Svarga di Sentul, ini target utama bisnis perseroan di 2022,” ungkap Rozi, saat konferensi pers, Selasa (28/6/2022).

Sementara itu, Direktur Utama ADCP, Rizkan mengatakan, tren hunian transit oriented development (TOD) saat ini semakin diminati. 

“Jadi memang kita lihat dalam masa kondisi yang challenging untuk properti walaupun sekarang mulai membaik, yang bertahan di saat-saat ini adalah properti yang memiliki uniqueness dan value proposition yang unggul,” ujar dia.

 Siap Sebar Dividen

Sebelumnya, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) akan membagikan dividen tunai dari laba bersih perseroan 2021 sebesar Rp 26 miliar kepada para pemegang saham.

Hal itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan ADCP pada 28 Juni 2022.

Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui penetapan laba bersih perseroan tahun buku 2021 untuk cadangan wajib perseroan sebesar 20 persen atau Rp 26 miliar dan 60 persen atau Rp 78 miliar digunakan untuk saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.

“Kami optimis, persetujuan pemegang saham pada RUPS kali ini menunjukkan kepercayaan atas performa perseroan di masa mendatang,” kata Rizkan.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Hasil RUPST

Di sisi lain, sepanjang 2021 perseroan mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp 883,8 miliar dan berhasil membukukan pendapatan usaha pada tahun buku 2021 sebesar Rp 563,69 miliar. Kenaikan profitabilitas juga ditunjukkan oleh peningkatan margin laba besih (Net Profit Margin) sebesar 23 persen pada 2021 atau tumbuh 9 persen dibandingkan Net Profit Margin pada tahun buku 2022 sebesar 14 persen.

Dalam RUPST yang baru diselenggarakan juga, perseroan mendapatkan persetujuan dari pemegang saham untuk menyesuaikan kegiatan usaha Perseroan sesuai dengan kode KBLI 2020 berupa kegiatan usaha Real Estate, Off Street Parking Management, dan Learning Centre, yang mana terhadap kegiatan usaha tersebut telah dilakukan perseroan dan saat ini perseroan fokus untuk mengoptimalkan kegiatan tersebut sebagai salah satu kegiatan utama perseroan dan pengembangan bisnis recurring income.

Selain agenda tersebut, beberapa agenda RUPST yang dilaksanakan hari ini dan mencapai kuorum, antara lain:

1. Persetujuan laporan tahunan termasuk pengesahan laporan keuangan dan laporan tugas pengawasan dewan komisaris tahun buku 2021

2. Penetapan besaran penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2021

3. Penetapan gaji/honorarium, fasilitas dan tunjangan lainnya serta tantiem/insentif khusus bagi anggota direksi dan anggota dewan komisaris

4. Penunjukkan kantor akuntan publik untuk melakukan audit laporan keuangan Perseroan tahun buku 2022

5. Penyusunan kembali anggaran dasar

 

3 dari 4 halaman

Kuartal I 2022

Sebelumnya, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) mencatatkan kinerja moncer pada awal tahun ini. Perseroan mencatatkan lonjakan laba hingga 185 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 17,40 miliar dari periode sama tahun lalu Rp 6,11 miliar.

Direktur Utama Adhi Commuter Properti, Rizkan Firman mengatakan, raihan laba sepanjang tiga bulan pertama 2022 didorong oleh kenaikan marketing sales perseroan yang naik 192,58 persen yoy menjadi Rp 342,469 miliar pada Maret 2022 dari Rp 177,83 miliar.

Tiga proyek penopang pertumbuhan penjualan yakni LRT City Tebet sebesar 22,6 persen, Adhi City Sentul 21,7 persen, dan LRT City Jatibening 9 persen.

“Kami bersyukur dengan perolehan kinerja Januari hingga Maret tahun ini, kendati masih periode awal tahun di mana umumnya penjualan properti belum cukup ramai tetapi ADCP berhasil meraih pertumbuhan laba YoY lebih dari 100 persen,” kata Rizkan dalam keterangan resmi, ditulis Kamis (28/4/2022).

Seiring dengan pertumbuhan laba dan penjualan, Rizkan menyebutkan pendapatan usaha juga meningkat 77 persen yoy menjadi Rp 187,36 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 105,61 miliar.

Pendapatan usaha perseroan meningkat didorong oleh serah terima proyek ke konsumen meliputi LRT City Bekasi- Eastern Green, LRT City Sentul, LRT City Jatibening, reccuring income hotel dan dua project baru yang sudah bisa diterimakan pada fase ini yaitu Cisauk Point- Member of LRT City dan Adhi City Sentul.

Perolehan kinerja yang baik pada kuartal I 2022 ini menjadikan perseroan semakin optimis untuk mencapai pertumbuhan marketing sales yang ditargetkan naik sebesar 103 persen secara yoy pada 2022.

4 dari 4 halaman

Pengembangan Proyek Komersial

Tahun ini perseroan tetap berfokus pada penyelesaian proyek dan pengembangan komersial area di setiap lokasi proyek yang diharapkan menjadi destinasi wisata tempat bersantai, wisata belanja atau kuliner, dan menikmati suasana perkotaan.

Selain itu demi memperkuat komitmen sebagai pengembang hunian berbasis TOD, di kuartal I ini perseroan juga bekerjasama dengan berbagai mitra strategis seperti East Japan Railway Trading, Co. Ltd., (EJRT) berupa knowledge sharing terkait infrakstuktur kawasan berkonsep TOD, bekerjasama dengan Telkom dalam rangka digitalisasi teknologi dan layanan telekomunikasi di kawasan hunian.

"Kami akan tetap fokus pada penyelesaian proyek dan pengembangan kawasan, bekerjasama dengan berbagai mitra strategis untuk memperkuat komitmen perseroan dalam mengembangkan bisnis hunian TOD dan kami optimistis perseroan siap menyambut momentum beroperasinya LRT secara komersial di kuartal tiga tahun ini.” ungkap Rizkan.