Sukses

Kembangkan Metaverse, WIR Asia Pastikan Keamanan Jadi Prioritas

Liputan6.com, Jakarta - Isu keamanan dan privasi menjadi yang cukup krusial dewasa ini. Lantaran, semakin pesat teknologi berkembang, maka ancaman terhadap keamanan dan privasi tampaknya juga semakin tinggi jika tak diikuti dengan edukasi.

Hal itu juga menjadi salah satu prioritas PT WIR Asia Tbk (WIRG) sebagai perusahaan penyedia layanan teknologi. WIRG akrab dengan ekosistem metaverse yang saat ini tengah naik daun.

Namun, sayangnya belum banyak yang mengerti prinsip operasional dari teknologi di dalamnya. Sehingga perseroan bersama sejumlah pihak kerap mengadakan diskusi untuk merumuskan upaya optimal dalam mengantisipasi serangan maya.

Secutity pasti jadi prioritas, karena tidak hanya di metaverse. Saya banyak bertemu dengan pihak perbankan lalu dengan OJK bahas ini. Dengan Kominfo juga, kita sama-sama mendiskusikan (keamanan dan privasi) di metaverse,” kata Direktur Utama PT WIR Asia Tbk Michel Budi dalam webinar Indonesia Investment Education, ditulis Minggu (29/5/2022).

PT WIR Asia Tbk merupakan salah satu perusahaan di Indonesia dan Asia Tenggara yang menyediakan jasa teknologi realitas digital dan metaverse melalui augmented reality, virtual reality dan artificial intelligence yang memungkinkan terciptanya interaksi antara dunia nyata dan virtual.

"Jadi edukasi yang paling penting. Kerjasama dengan Kominfo perlu ditingkatkan untuk mengedukasi masyarakat,” imbuhnya.

Hingga saat ini grup WIR juga telah menyelesaikan berbagai macam proyek untuk korporasi dan beragam sektor industri di lebih dari 20 negara WIR group  juga memiliki lima paten teknologi yang terdaftar dalam lingkup teknologi EA serta telah menerima berbagai penghargaan dan pengakuan internasional.

Di antaranya ada paten untuk teknologi Augmented Reality (AR) 4 dimensi (4D) serta beberapa fitur lainnya. Sementara untuk paten atau lisensi software, perusahaan belum mengantonginya.

"Paten ada lima. Menariknya, di Indonesia kita tidak bisa mendaftar sebagai software. Kalau di US atau Korea bisa, di Indonesia tidak semudah itu,” kata dia.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kembangkan Metaverse, WIR Gandeng Grup Salim Bikin Perusahaan Patungan

Sebelumnya, PT WIR Asia Tbk (WIRG) mengumumkan kerja saham dengan Grup Salim. Dua grup ini membentuk perusahaan patungan (join venture) untuk mengembangkan platform metaverse.

Perusahaan joint venture ini dibentuk dengan tujuan mendorong kemajuan platform metaverse di Indonesia. Alih-alih fokus pada proyek tersebut, perseroan juga belum memiliki rencana lebih lanjut mengenai kerja sama lain dengan Salim Grup.

"Saat ini fokus kami untuk metaverse dengan teritori yang ada di Indonesia. Itu yang akan kita kembangkan sama-sama,” kata Direktur Utama PT WIR Asia Tbk Michel Budi dalam webinar Indonesia Investment Education, ditulis Minggu (29/5/2022).

Namun, ia enggan menyebutkan lebih detil mengenai investasi tersebut. Termasuk nilai investasi dan porsi kepemilikan masing-masing pihak dalam perusahaan patungan itu.

"Untuk nilai dengan presentasi kita akan infokan seuai dengan jadwal yang ditetapkan,” imbuhnya.

Michel menambahkan, kerjasama keduanya akan menghadirkan solusi teknologi terdepan berdasarkan keahlian dan pengalaman perusahaan dalam pengembangan teknologi metaverse yang sudah diakui di banyak negara.

PT WIR Asia Tbk merupakan salah satu perusahaan di Indonesia dan Asia Tenggara yang menyediakan jasa teknologi realitas digital dan metaverse melalui augmented reality, virtual reality dan artificial intelligence yang memungkinkan terciptanya interaksi antara dunia nyata dan virtual.

"Kami besyukur bisa dapatkan mitra dari Salim yang dukung pengembangan ini. Mereka terdepan di sektornya dan kami di tekno nya sehingga kerja sama kedua pihak akan bisa membawa lompatan yang lebih jauh untuk mengembangkan metaverse di Indonesia,” ujar Michel.

 

3 dari 4 halaman

Perusahaan Patungan Bernama Metaverse Indonesia Makmur

Sebelumnya, PT WIR Asia Tbk (WIRG) bersama PT Surya Semesta Karya Persada mendirikan perusahaan patungan bernama PT Metaverse Indonesia Makmur.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (22/5/2022), PT WIR Asia Tbk melalui cucu perusahaan yaitu PT Mata Nilai Republik telah menandatangani perjanjian pendirian perusahaan patungan dengan PT Surya Semesta Karya Persada pada 18 Mei 2022.

Pendirian perusahaan patungan bersama PT Metaverse Indonesia Makmur ini untuk mendorong kemajuan platform metaverse di Indonesia.

Perseroan menyatakan tidak ada dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan terkait hal tersebut.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 20 Mei 2022, saham WIRG melonjak 2,67 persen ke posisi Rp 770 per saham. Saham WIRG dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 760 per saham.

Saham WIRG berada di level tertinggi Rp 830 dan terendah Rp 755 per saham. Total frekuensi perdagangan 22.611 kali dengan volume perdagangan 1.283.522 saham dengan nilai transaksi Rp 101,2 miliar.

Sepanjang tahun berjalan 2022, saham WIRG melompat 358,33 persen menjadi Rp 770 per saham. Saham WIRG berada di level tertinggi Rp 1.600 dan terendah Rp 226 per saham. Total volume perdagangan 5.105.509.800 saham. Nilai transaksi Rp 5,2 triliun. Total frekuensi perdagangan 797.548 kali.

 

 

4 dari 4 halaman

WIR Asia Jadi Pendatang Baru di BEI

Sebelumnya, PT WIR Asia Tbk akan catatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, (4/4/2022) di papan pengembangan.

PT WIR Asia Tbk mencatatkan saham dengan kode saham WIRG sebagai perusahaan tercatat ke-13 di BEI pada 2022. Jumlah saham yang dicatatkan 11.919.159.000 saham yang terdiri dari saham pendiri 9.348.360.000 saham, penawaran umum kepada masyarakat atau initial public offering (IPO) sebesar 2.547.027.100 saham dan program kepemilikan saham pegawai perseroan (ESA) sebesar 23.771.900 saham.

Perseroan menetapkan harga penawaran saham Rp 168 per saham dengan nilai nominal Rp 5 per saham. Perseroan memperoleh dana Rp 392,63 miliar dari IPO. Demikian dikutip dari laman BEI, Senin, 4 April 2022.

Selain itu, perseroan mencatat waran seri I sebesar 771.239.700 saham dengan rasio 10:3. Setiap pemegang 10 saham baru berhak memperoleh berhak memperoleh tiga waran seri I dengan setiap satu waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru perseroan. Harga pelaksanaan waran Rp 188.

Total hasil pelaksanaan waran seri I sebanyak-banyaknya Rp 144,99 miliar. Dana hasil IPO ini antara lain sekitar 80,59 persen untuk perusahaan anak dipakai belanja modal dan modal kerja.

Sedangkan sekitar 7,4 persen untuk belanja modal perseroan. Selanjutnya sekitar 6,72 persen untuk modal kerja, dan sisanya untuk pengembangan usaha dan ekspansi melalui kemitraan strategis dengan perseroan.

Lalu dana yang akan diperoleh dari hasil pelaksanaan waran seri I antara lain sekitar 88,88 persen untuk perusahaan anak yaitu VMR dalam bentuk penyertaan modal. Selanjutnya sekitar 2,28 persen untuk belanja modal, dan sisanya untuk modal kerja.

Dalam rangka IPO ini, PT Ciptadana Sekuritas Asia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek.