Sukses

Semen Indonesia Kantongi Laba Rp 450,36 Miliar di Kuartal I 2022

Liputan6.com, Jakarta PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mengumumkan capaian sepanjang kuartal I 2022. Pada periode tersebut, perseroan berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan 0,74 persen menjadi Rp 8,14 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 8,08 triliun.

Merujuk laporan keuangan perseroan, Jumat (27/5/2022), pendapatan tersebut berasal dari produksi semen sebesar Rp 7,45 triliun dan produksi non semen Rp 2,51 triliun dengan eliminasi Rp 1,83 triliun.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan juga naik tipis menjadi Rp 5,88 triliun dibanding kuartal I 2021 sebesar Rp 5,7 triliun.

Sehingga laba bruto perseroan pada kuartal I 2022 turun 5,11 persen menjadi Rp 2,26 triliun dari Rp 2,38 triliun di kuartal I 2021.

Pada periode yang sama, beban penjualan tercatat sebesar Rp 647,64 miliar, serta beban umum dan administrasi Rp 595,8 miliar. Penghasilan keuangan Rp 27,17 miliar, dan beban keuangan Rp 327,3 miliar.

Bagian atas hasil bersih entitas asosiasi dan ventura bersama pada kuartal I 2022 tercatat sebesar Rp 1,3 miliar, serta pendapatan operasi lainnya sebesar Rp 15 miliar.

Dari rincian tersebut, perseroan mencatatkan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp 728,74 miliar, naik dibanding kuartal I 2021 sebesar Rp 670,2 miliar.

Setelah dikurangi beban pajak, perseroan berhasil mengantongi laba periode berjalan sebesar Rp 532,47 miliar. Naik 17,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 446,12 miliar.

 

2 dari 2 halaman

Laba

Sementara laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 10,7 persen dibanding kuartal I 2021 sebesar Rp 450,36 miliar. Laba per saham menjadi Rp 84 dari sebelumnya Rp 76.

Sampai dengan Maret 2022, aset perseroan tercatat sebesar Rp 76,51 triliun, naik tipis dari posisi akhir Desember sebesar Rp 76,50 triliun. Terdiri dari set lancar Rp 15,71 triliun dan aset tidak lancar Rp 60,8 triliun.

Liabilitas sampai dengan kuartal I 2022 tercatat sebesar Rp 35,4 triliun, naik dari posisi akhir Desember 2021 sebesar Rp 34,94 triliun. Terdiri dari Rp liabilitas jangka pendek Rp 14,84 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp 20,56 triliun.

Sementara ekuitas sampai dengan Maret 2022 turun tipis menjadi Rp 39,38 triliun dari posisi akhir Desember 2021 sebesar Rp 39,78 triliun.