Sukses

Selain Saudi Aramco, Ini Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan minyak terbesar dunia, Saudi Aramco menggeser kapitalisasi pasar Apple pada perdagangan Rabu, 11 Mei 2022 sehingga menjadi perusahaan paling bernilai di dunia.

Saham Aramco naik hampir satu persen ke posisi 45,50 riyal Saudi atau setara USD 12,13. Hal tersebut mendorong kapitalisasi pasar Saudi Aramco menjadi 9,1 triliun riyal atau setara USD 2,43 triliun. Kapitalisasi pasar itu sekitar Rp 35.460 triliun (asumsi kurs Rp 14.592 per dolar AS).

Sementara itu, saham Apple melemah 5,2 persen menjadi USD 146,5 per saham pada penutupan perdagangan Rabu, 11 Mei 2022. Dengan demikian, kapitalisasi pasar produsen iPhone itu mencapai USD 2,37 triliun atau sekitar Rp 34.586 triiun.

Saham Saudi Aramco melompat hampir 30 persen sejak Januari 2 2022. Sedangkan Saham Apple merosot hampir 20 persen sejak awal 2022.

“Saham Apple telah bertahan lebih baik ketimbang saham teknologi lainnya. Hal ini akibat dari pengetatan bank sentral dan inflasi yang meningkat,” ujar Co-Head of Mirabaud Securities Global Thematic Group, Neil Camping kepada The National, dikutip Kamis (12/5/2022).

Ia menuturkan, investor saat ini khawatir jika pengetatan ikat pinggang oleh konsumen akan sebabkan selera lebih rendah untuk membeli aksesori konsumen utama iPhone.

Selain itu, kapitalisasi pasar Aramco juga dibantu aksi jual saham teknologi dan lonjakan harga minyak. Harga minyak mentah naik sekitar 60 persen sejak tahun lalu karena permintaan lebih tinggi dan kekhawatiran pasokan karena terbatasnya kapasitas negara produsen.

Pada April, harga minyak acuan Brent dan West Texas Intermediate (WTI) membukukan kenaikan lima bulan berturut-turut.

“Harga minyak tetap terangkat sejak Uni Eropa mengusulkan embargo bertahap terhadap minyak Rusia. Namun, persetujuan telah tertunda di tengah permintaan dari anggota Eropa Timur untuk pengecualiaan dan konsesi,” ujar Chief Investment Officer UAE Centuru Financial Vijay Valecha.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Perusahaan Paling Bernilai Lainnya

Sementara itu, analis senior Oanda, Edward Moya menuturkan, saham Saudi Aramco telah menjadi investasi bagi banyak trader karena prospek harga minyak tetap didukung dengan baik beberapa tahun ke depan.

Adapun kapitalisasi pasar Saudi Aramco telah meningkat menjadi USD 2,45 triliun dari USD 1,9 triliun sejak awal tahun. Sedangkan valuasi Apple turun menjadi USD 2,5 triliun dari USD 2,85 triliun. Valuasi pasar Apple sempat naik di atas USD 3 triliun pada 3 Januari memecahkan rekor lain tetapi gagal bertahan di atas level tersebut hingga akhir perdagangan.

Saudi Aramco satu-satunya perusahaan non Amerika Serikat yang masuk dalam 10 peringkat kapitalisasi pasar teratas. Diikuti Microsoft, Alphabet, Amazon, Tesla, Berskhire Hathaway, Meta, Johnson and Johnson dan United Health.

Pada tahun lalu, Microsoft sempat menjadi perusahaan paling berharga di dunia ketika Apple meleset dari perkiraan. Namun, Apple segera merebut kembali posisi teratasnya.

Pada 2022, Saudi Aramco membuat laba bersih naik menjadi USD 110 miliar didukung kenaikan harga minyak yang mencapai 67 persen pada 2021 karena pandemi COVID-19 yang terjadi. Selain itu, permintaan global meningkat.

Saham Aramco mencatatkan saham di bursa saham Arab Saudi Tadawul pada 2019. Perseroan meraih dana USD 25,6 miliar, dan melanjutkan aksi jual saham ehingga peroleh dana USD 29,4 miliar.

Pada perdagangan perdana 11 Desember 2019, saham Aramco naik 10 persen dan mendorong kapitalisasi pasar menjadi USD 1,88 triliun.

3 dari 4 halaman

Saudi Aramco Catat Kapitalisasi Pasar Terbesar

Sebelumnya, raksasa minyak Saudi Aramco pada Rabu, 11 Mei 2022 melampaui Apple sebagai perusahaan paling berharga dan kapitalisasi pasar perusahaan terbesar di dunia.

Melansir CNBC,Kamis (12/5/2022) valuasi pasar Saudi Aramco hanya di bawah USD 2,43 triliun atau sekitar Rp 35.394 triliun (asumsi kurs Rp 14.565 per dolar AS) pada Rabu, menurut FactSet.

Sedangkan, Apple turun lebih dari 5 persen selama perdagangan di Amerika Serikat (AS) pada Rabu, sekarang bernilai USD 2,37 triliun atau sekitar Rp 34.531 triliun.

Sementara itu, saham dan harga energi telah meningkat karena investor menjual saham di beberapa industri, termasuk teknologi, di tengah kekhawatiran lingkungan ekonomi yang memburuk. Apple telah jatuh hampir 20 persen sejak puncaknya USD 182,94 pada 4 Januari.

Langkah ini sebagian besar simbolis, tetapi ini menunjukkan bagaimana pasar bergeser ketika ekonomi global bergulat dengan kenaikan suku bunga, inflasi, dan masalah rantai pasokan. Saham Aramco naik lebih dari 27 persen sejauh ini pada 2022.

Pada Maret, raksasa minyak tersebut melaporkan laba setahun penuhnya tahun lalu meningkat lebih dari dua kali lipat karena melonjaknya harga minyak. Apple melewati Saudi Aramco untuk menjadi perusahaan paling berharga di dunia pada 2020.

4 dari 4 halaman

Penutupan Wall Street pada 11 Mei 2022

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street merosot pada perdagangan Rabu, 11 Mei 2022 menyusul investor terus mencerna data inflasi AS yang terbaru.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 326,63 poin menjadi 31.834,11 atau 1,02 persen. Indeks S&P 500 tergelincir 1,65 persen menjadi 3.935,18. Indeks Nasdaq susut 3,18 persen menjadi 11.364,24.

Selama sesi perdagangan, indeks S&P 500 menyentuh level terendah baru dalam 52 minggu pada posisi 3.928,82. Indeks acuan utama juga ditutup pada level terendah 2022. Indeks S&P 500 merosot lebih dari 18 persen dari level tertinggi dalam 52 minggu dan turun lebih dari 17 persen sejak awal 2022.

Pergerakan wall street pada Rabu pekan ini terjadi setelah Dow Jones melemah dalam empat hari berturut-turut.

“Semua orang ingin energi, makanan dan biaya tenaga kerja turun, tetapi pada saat yang sama, mekanisme kami untuk melakukannya adalah menaikkan suku bunga,” ujar Susan Schmidt dari Aviva Investors, mengutip dari CNBC, Kamis, 12 Mei 2022.

Saham teknologi berjuang pada Rabu pekan ini dan menahan kenaikan untuk indeks Nasdaq. Saham Meta Platforms, Apple, Salesforce dan Microsoft masing-masing turun sekitar 4,5 persen, 5,2 persen, 3,5 persen dan 3,3 persen. Hal ini seiring investor kembali keluar dari sektor saham growth atau pertumbuhan. Sektor teknologi dan konsumsi turun lebih dari tiga persen sehingga menyeret turun indeks S&P 500.