Sukses

Penjualan Apple Naik 11 Persen, Ini Faktor Pendorongnya

Liputan6.com, New York - CEO Apple Tim Cook menyampaikan masalah rantai pasokan membaik sehingga mendorong saham meningkat 5 persen selama perpanjangan waktu perdagangan pada Kamis, 27 Januari 2022. Selain itu, gerak saham juga tersengat pendapatan perusahaan kian solid.

Penjualan setiap produk Apple (kecuali iPad) melampau perkiraan analis. Pendapatan keseluruhan perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS) ini melonjak 11 persen per tahun. Refinitiv melakukan riset kepada analis terkait pencapaian Apple pada kuartal yang berakhir pada 25 Desember dengan hasil sebagai berikut.

EPS: Perkiraan sebesar USD 1,89 sementara hasilnya sebesar 2,10 atau naik 25 persen dari tahun ke tahun (YoY).

Pendapatan: Apple mencatatkan pendapatan sekitar USD 123,9 miliar atau 11 persen YoY di atas prediksi analis yakni USD 118,66 miliar

Penjualan iPhone: Apple meraih pendapatan kurang lebih USD 71,63 miliar sedangkan analis hanya memperkirakan sebesar USD 68,34 miliar. Artinya pencapaian tersebut berada 9 persen lebih tinggi dari hasil konsensus Refinitiv.

Penjualan Mac: Apple meraih ptotal penjualan Mac yakni USD 10,85 miliar. Angka ini mengindikasikan 25 persen progres dari perkiraan pasar dengan kisaran USD 9,52 miliar.

Jasa layanan Apple: Perusahaan megantongi kurang lebih USD 19,52 miliar. Sementara analis hanya menduga perusahaan hanya mampu meraih USD 18,61 miliar. Atas prestasi tersebut, nominal ini naik 24 persen YoY.

Pendapatan iPad: Dari penjualan tablet Apple, perusahaan mengantongi USD 7,25 miliar. Padahal hasil konsensus, para analis sepakat Apple bisa meraup USD 8,18 miliar. Artinya pendapatan dari penjualan iPad susut 14 persen YoY.

Produk Lainnya: Untuk uang yang diperoleh dari penjualan produk lainnya mulai dari aksesoris gawai hingga AirPods, Apple berhasil mengantongi USD 14,70 miliar atau unggul 24 persen YoY dari perkiraan analis sebanyak USD 18,61 persen.

Margin Kotor: keuntungan yang Apple terima dari kinerja perusahaan sebesar 43,8 persen yang mana analis mempreksikan margin adalah 41,7 persen.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Masalah Pasokan Chip

Lagi-lagi, perusahaan teknologi raksasa AS ini tidak memberikan panduan resmi tentang ekspektasi untuk kuartal saat ini. Apple belum memberikan panduan sejak awal pandemi COVID-19 yang beralasan situasi penuh ketidakpastian.

"Apa yang kami harapkan untuk kuartal Maret adalah pertumbuhan pendapatan tahun-ke-tahun yang solid. Kami memperkirakan kendala pasokan pada kuartal Maret akan lebih kecil daripada pada kuartal Desember,” ujar Cook, dikutip dari laman CNBC, Jumat (28/1/2022).

Ini jadi sinyal kuat pendapatan kuartal I-2022 sebagai “panggung” guna melakukan ekspansi yang juga mencakup penjualan hiburan. Setiap lini produk Apple mengalami kenaikan YoY kecuali penjualan iPad. Walaupun ada peringatan manajemen sejak Oktober terkait masalah pasokan berpotensi mengganggu penjualan perusahaan.

Cook menuturkan, perusahaan sudah mulai mengatur masalah ini sehingga situasi logistik Apple membaik. Hal ini karena tantangan pasokan pada kuartal Desember lebih buruk daripada kuartal September. Menurut pandangan Cook, problem rantai pasokan akan pulih pada Maret.

"Masalah terbesar kami adalah pasokan chip, pasokan chip pada mode lama. Apple dalam kondisi apik dan selalu jadi yang terdepan mengenai perkembangan teknologi (leading edge chips),” tambahnya.

Leading edge chips ini merupakan prosesor yang kuat di jantung ponsel. Sementara chip “legacy node” adalah bagian lain yang kurang canggih yang menjalankan fungsi seperti menggerakkan tampilan atau mengelola daya.

3 dari 3 halaman

Produk Mac Kehilangan Perhatian

Apple merilis model iPhone terbarunya pada September. Imbasnya mayoritas pendapatan kuartal perdana 2022 berasal dari penjualan padat iPhone 13. Lantas memberikan investor pratinjau tentang seberapa kompetitif perangkat di pasar.

Penjualan naik 9 persen per tahun menjadi USD 71,63 miliar, walaupun tidak dipungkiri pertumbuhan bisnis Apple secara keseluruhan masih lambat.

Cook selaku pimpinan menyatakan rasa bangga dengan peningkatan 9 persen dalam penjualan iPhone. Lantaran prestasi ini bisa Apple capai meskipun memiliki kendala pasokan selama kuartal ini.

Layanan Apple lainnya yang mencakup iCloud, Apple Music, lisensi pencarian (Safari), dan biaya App Store juga konsisten menunjukkan perrumbuhan kuat. Setidaknya terjadi kenaikan 25 persen setiap tahun dengan jumlah dana sekitar USD 19,52 miliar.

Sektor layanan platform ini menjadi unit bisnis Apple yang paling menguntungkan dan kenaikannya berkontribusi pada margin kotor Apple yang lebih tinggi dari perkiraan.

Kategori produk Apple lainnya meliputi Apple Watch dan AirPods meroket 13 persen YoY. Pada kuartal I-2022 menjadi periode penjualan jam tangan Seri 7 terbaru Apple, yang memiliki layar lebih besar dan AirPods teranyar.

Produk Mac turut andil dalam menyokong kenikana pndapatan Apple. Bahkan memiliki pertumbuhan terkuat dari semua lini perangkat keras Apple, dimana tumbuh 25 persen dibandingkan tahun lalu menjadi USD 10,85 miliar.

Pada Oktober, Apple meluncurkan model MacBook Pro baru yang dibandrol mulai dari USD 1.999. masyarakat gobal sangat antuias dan diterima dengan baik karena produk ini menampilkan chip Apple baru, bukan chip Intel.

Berbanding terbalik dengan mayoritas produk Apple, iPad justru menelan kekecewaan yang paling menonjol. Penjualan menyusut dari tahun lalu sekaligus meleset dari perkiraan analis. Penyusutan ini kemungkinan terjadi karena “diskriminasi’ produk iPad.

Karena produk ini diproduksi tidak banyak dan kurang pembaharuan teknologi mutakhir. Padahal produk lainnya justru kian menunjukkan sisi futuristik yang kian menarik. Cook mengaitkan hasil iPad dengan kendala pasokan “signifikan”. Perusahaan juga melihat dipengaruhi oleh tekanan inflasi.

“Saya pikir semua orang melihat tekanan inflasi. Tidak ada dua cara tentang itu,"ungkap Cook.

 

Reporter: Ayesha Puri