Sukses

Top 3: Menguak Rahasia Komika Yudha Keling Saat Terjun di Pasar Modal

Liputan6.com, Jakarta - Komika Yudha Ramadhan atau akrab disapa Yudha Keling, membagikan pengalaman investasi saham. Yudha mengaku awalnya tergoda dengan informasi yang berseliweran di media sosial. 

Sadar masih investor newbie, Yudha memilih investasi melalui reksa dana saham terlebih dahulu, sebelum akhirnya kini dikenal pula sebagai praktisi saham.

Berbeda dengan praktisi pasar modal yang umumnya membagikan kisah cuan di saham, Yudha justru berbagi berbagi kisah nyangkut 15 kali, atau Auto Reject Bawah (ARB).

Artikel menguak rahasia Yudha Keling saat terjun di saham, kena 15 kali ARB menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Minggu, (21/2/2021):

1.Menguak Rahasia Yudha Keling Saat Terjun di Saham, Kena 15 Kali ARB

Komika Yudha Ramadhan atau akrab disapa Yudha Keling, membagikan pengalaman investasi saham. Yudha mengaku awalnya tergoda dengan informasi yang berseliweran di media sosial. 

Sadar masih investor newbie, Yudha memilih investasi melalui reksa dana saham terlebih dahulu, sebelum akhirnya kini dikenal pula sebagai praktisi saham.

Berbeda dengan praktisi pasar modal yang umumnya membagikan kisah cuan di saham, Yudha justru berbagi berbagi kisah nyangkut 15 kali, atau Auto Reject Bawah (ARB).

Berita selengkapnya baca di sini

2.Melihat Investasi Saham dari Jangka Waktu

Kegiatan investasi seyogyanya dimaksudkan untuk mempersiapkan kebutuhan finansial di masa mendatang. Sayangnya, belakangan ini marak investor baru yang nekat masuk pasar saham hanya karena tergiur cuan. Meski hal tersebut juga tak bisa disalahkan.

Untuk itu, praktisi pasar modal sekaligus Founder Ellen May Institute, Ellen May, membagi kebutuhan investasi paling mendasar adalah berdasarkan waktunya. Yakni jangka panjang, menengah, dan jangka pendek. Pembagian ini perlu dilakukan karena kondisi dan sifat dari tiap emiten berbeda-beda. 

Melihat kondisi pasar pada 2021, Ellen menyebutkan sejumlah saham yang bisa dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang. Di antaranya Indofood CBP (ICBP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan  PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).

Berita selengkapnya baca di sini

3.10 Saham Paling Laris Sepekan, Emiten BUMN Mendominasi

Saham emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih mendominasi  dengan nilai transaksi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 15-19 Februari 2021.  Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) masih mencatat nilai transaksi terbesar.

Mengutip data BEI, saham ANTM mencatatkan nilai transaksi Rp 5,62 triliun dengan frekuensi perdagangan saham 306.465 kali. Diikuti PT Timah Tbk (TINS) dengan nilai transaksi Rp 3,47 triliun dan frekuensi perdagangan 189.586 kali.

Transaksi harian saham TINS ini mengalahkan saham berkapitalisasi besar PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Nilai transaksi harian saham BBCA mencapai Rp 2,86 triliun dan frekuensi perdagangan 68.747 kali.

Berita selengkapnya baca di sini

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini