Sukses

Bursa Saham Asia Loyo Tersengat Wall Street

Liputan6.com, Singapura - Bursa saham Asia Pasifik merosot pada perdagangan saham Kamis pagi, (28/1/2021). Bursa saham Asia Pasifik tertekan mengikuti bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street yang anjlok.

Di Jepang, indeks saham Nikkei turun 2,01 persen pada awal perdagangan. Indeks saham Jepang Topix melemah 1,81 persen. Indeks saham Korea Selatan Kospi merosot 1,77 persen.

Indeks saham Australia ASX 200 merosot 2,27 persen. Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,78 persen.

Bursa saham Asia Pasifik melemah mengikuti bursa saham Amerika Serikat atau wall street yang tertekan. Indeks saham S&P 500 turun 2,6 persen ke posisi 3.750,77, dan alami penurunan terbesar dalam tiga bulan. Indeks saham Dow Jones merosot 633,87 poin ke posisi 30.303,17. Indeks saham Nasdaq susut 2,6 persen ke posisi 13.270,60.

Sementara itu, the Federal Reserve mempertahankan bunga acuan dekat nol setelah gelar rapat dalam dua hari ini. The Federal Reserve juga akan terus membeli obligasi setidaknya USD 120 miliar dalam sebulan.

"Perekonomian masih jauh dari kebijakan moneter dan tujuan inflasi kami, dan mungkin perlu waktu untuk mencapai kemajuan lebih lanjut,” ujar Ketua the Federal Reserve Jerome Powell, dilansir dari CNBC, Kamis, (28/1/2021).

 

2 dari 3 halaman

Saham Pemasok Apple Turun

Saham pemasok Apple di Asia turun. Di Jepang, manufaktur Murata melemah 2,91 persen. Saham LG Display di Korea Selatan merosot 3,28 persen. Pergerakan saham itu setelah Apple melaporkan kinerja kuartalan terbesar untuk pendapatan.

Selain itu, investor juga akan memantau Alibaba yang terdaftar di bursa saham Hong Kong. Grup Ant, perusahaan terafiliasi dengan Alibaba akan menjadi perusahaan induk keuangan yang diawasi oleh bank sentral China.

Indeks dolar AS berada di posisi 90,6. Mata uang Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 104,17 per dolar AS.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini