Sukses

Wall Street Loyo di Akhir Perdagangan Pekan Ini, Nasdaq Tergelincir 2,05%

Nasdaq melemah 2,05% menjadi 15.282,01, sedangkan S&P 500 secara luas tergelincir 0,88% menjadi 4.967,23.

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau biasa disebut Wall Street bergerak melemah pada penutupan perdagangan Jumat 19 April 2024. Indeks Nasdaq melemah untuk sesi keenam berturut-turut penutupan perdagangan Jumat.

Melansir CNBC International, Sabtu (20/4/2024) Nasdaq melemah 2,05% menjadi 15.282,01, sedangkan S&P 500 secara luas tergelincir 0,88% menjadi 4.967,23, di bawah level 5.000.

Keduanya berada di zona merah enam kali berturut-turut, rekor yang tidak terlihat sejak Oktober 2022.

Sementara itu, rata-rata saham Dow Jones naik 211.02 poin, atau 0,56%, dan berakhir pada 37,986.40. Indeks ini terangkat oleh reli lebih dari 6% saham American Express.

Sedangkan saham Netflix melemah lebih dari 9% bahkan setelah pendapatan kuartalan melampaui laba platform film berbayar tersebut.

Saham-saham perusahaan chip AS juga berada di bawah tekanan. Sebuah tanda bahwa investor banyak keluar dari sektor yang menyebabkan pasar bullish.

Nvidia tergelincir 10%, mencatatkan hari terburuknya sejak Maret 2020. Super Micro Computer juga anjlok lebih dari 23%.

Harga minyak sempat melonjak lebih dari 3%, namun berayun antara kenaikan dan penurunan yang lebih kecil dalam beberapa jam setelahnya. Dow berjangka pernah turun lebih dari 500 poin semalam di tengah kekhawatiran bahwa serangan itu cukup untuk memicu perang yang lebih luas.

"Ada kelegaan ketika investor menyadari bahwa tanggapan Israel tidak bersuara dan dirancang untuk meminimalkan eskalasi," kata George Ball, ketua di Sanders Morris.

Namun, Ball mengingatkan, investor saat ini masih sangat gelisah dan khawatir akan risiko geopolitik saat ini dalam pengambilan keputusan mereka.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

S&P 500 Ikut Tergelincir

Adapun saham S&P 500 yang sekarang tergelincir lebih dari 5% dari level tertingginya dalam 52 minggu, bagian dari kemunduran pasar yang sebagian besar didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga.

Para ekonom dan ahli strategi sekarang melihat Federal Reserve akan menunggu setidaknya sampai bulan September untuk menurunkan suku bunga.

"Ada sejumlah arus silang yang sedang dicerna oleh pasar," kata Bill Northey, direktur investasi di U.S. Bank Wealth Management.

"Inflasi sedikit lebih bermasalah daripada perkiraan pasar, atau bahkan perkiraan Federal Reserve," bebernya.

Sementara itu, Dow memperoleh keuntungan sebesar 0,01% untuk pekan ini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.