Sukses

Jual Obligasi US$ 420 Juta, Sri Rejeki Tawarkan Kupon Bunga 10%

Liputan6.com, Jakarta - PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), salah satu perusahaan tekstil melalui anak usahanya PT Sinar Pantja Djaja akan menerbitkan obligasi global sekitar US$ 420 juta atau sekitar Rp 5,65 triliun (asumsi kurs Rp 13.460 per dolar Amerika Serikat).

Sekretaris Perusahaan PT Sri Rejeki Isman Tbk, Welly Salam menuturkan, dana hasil penerbitan obligasi itu akan digunakan untuk membayar kewajiban hutang mencapai US$ 320 juta. Sedangkan sisanya US$ 100 juta akan digunakan untuk modal kerja Perseroan. Modal kerja itu digunakan untuk membangun instalasi listrik (power plant).

"Untuk mengembangkan usahanya, perseroan sedang dalam proses melakukan efisiensi biaya terutama biaya listrik, serta penurunan biaya hutang, dan biaya lainnya. Karena itu perseroan membutuhkan pendanaan dalam rangka pengelolaan kewajiban termasuk tetapi tidak terbatas pada refinancing hutang dan pengembangan usaha," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditulis Selasa (28/7/2015).

Jumlah penerbitan obligasi itu sekitar 180,24 persen dari nilai ekuitas perseroan pada 31 Desember 2014. Obligasi global tersebut memiliki suku bunga maksimal sebesar 10 persen per tahun. Jangka waktu obligasi yang ditawarkan selama-lamanya 10 persen tahun.

Untuk menerbitkan obligasi global ini, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 September 2015.

Berdasarkan laporan keuangan hingga kuartal I 2015, penjualan bersih PT Sri Rejeki Isman Tbk naik tipis menjadi US$ 157,39 juta dari periode sama tahun sebelumnya US$ 141,72 juta. Laba tahun berjalan naik tipis menjadi US$ 14,84 juta hingga kuartal I 2015 dari periode sama tahun sebelumnya US$ 13,21 juta.

Total ekuitas naik menjadi US$ 242,29 juta pada 31 Maret 2015 dari periode 31 Desember 2014 sekitar US$ 233,01 juta. Total liabilitas turun menjadi US$ 432,53 juta pada 31 Maret 2015 dari periode 31 Desember 2014 sebesar US$ 465,84 juta. (Ahm/Gdn)