Anak Krakatau Erupsi Hampir 5 Menit, Status Waspada

Kolom abu tidak dapat diamati karena kawasan gunung tertutup kabut.

Diterbitkan 09 Oktober 2026, 07:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Lampung, kembali mengalami erupsi pada Kamis (8/10/2026) petang. Erupsi berlangsung selama 4 menit 45 detik dengan amplitudo maksimum 46 milimeter, sementara tinggi kolom abu tidak teramati.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 18.28 WIB dan terekam dalam seismogram. Kolom abu tidak dapat diamati karena kawasan gunung tertutup kabut.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno, membenarkan terjadinya erupsi tersebut. Menurut dia, aktivitas vulkanik itu masih berkaitan dengan sisa energi setelah erupsi besar pada September 2026.

"Benar, kemarin memasuki petang GAK erupsi dengan durasi hampir 5 menit lamanya. Aktivitas ini sama seperti kemarin, jadi masih ada sisa energi pascaerupsi besar di September kemarin," kata Suwarno, Jumat (9/10).

Suwarno mengatakan pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan melalui rekaman kegempaan dan pengamatan visual dari pos pemantauan. Namun, kabut menghalangi petugas untuk mengamati kolom abu secara langsung.

"Kalau untuk abu vulkanik tidak teramati karena tertutup kabut. Sampai saat ini masih terus kami pantau," jelasnya.

Meski kembali mengalami erupsi, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level II atau Waspada. Hingga saat ini, belum ada peningkatan status aktivitas vulkanik gunung tersebut.

 

Wisatawan Jangan Mendekat

Suwarno mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi.

"Untuk status GAK saat ini masih berstatus Level II atau Waspada, belum ada peningkatan status. Kami meminta masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak mendekati gunung tersebut atau melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif," ungkapnya.