Jurus Koperasi Desa Pangkas Perantara, Harga Komoditas Bakal Murah

Koperasi Desa Merah Putih diproyeksi dapat memangkas rantai perantara dan menekan biaya distribusi komoditas hingga Rp313 triliun.

Diterbitkan 25 September 2026, 02:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memproyeksikan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mampu memangkas panjangnya rantai distribusi komoditas pangan yang selama ini didominasi tengkulak. Dengan alur distribusi yang lebih efisien, biaya pasok diharapkan dapat ditekan sehingga harga barang di tingkat konsumen menjadi lebih terjangkau.

Saat ini, sekitar 6.000 unit Koperasi Desa Merah Putih tercatat telah beroperasi. Pemerintah mengarahkan lembaga ini untuk mengambil alih peran perantara yang kerap membuat harga bahan pokok membengkak.

“Dan ini nanti efeknya akan terasa saya kira beberapa bulan, mungkin tahun 2027, 2028 akhir. Ini kurang lebih,” kata Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo membeberkan bahwa komoditas hasil panen petani selama ini harus melewati setidaknya lima tingkatan perantara sebelum sampai ke tangan masyarakat. Rantai yang panjang tersebut mengakibatkan tumpukan margin distribusi hingga 30–40 persen, dengan total nilai akumulasi mencapai sekitar Rp313 triliun.

Melalui skema KDKMP, pemerintah menargetkan koperasi bertindak sebagai penghubung langsung antara produsen dan konsumen. Margin koperasi dirancang hanya berkisar 5–10 persen, sehingga bagian nilai ekonomi yang dinikmati petani dapat meningkat.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menambahkan bahwa keberadaan koperasi ini juga akan memberikan imbal hasil langsung bagi kas desa melalui Sisa Hasil Usaha (SHU).

“Koperasi Desa Merah Putih ini tetap sifatnya sebenarnya dari kepala-kepala desa. Karena dia dilahirkan dari musyawarah desa khusus,” kata Yandri. Menurutnya, minimal 20 persen SHU koperasi bakal dialokasikan sebagai pendapatan desa untuk mendukung pembangunan lokal.

 

Percepat Proses Verifikasi Administrasi

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pihaknya terus mempercepat proses verifikasi administrasi dan pengecekan lapangan agar gerai fisik yang telah siap dapat segera beroperasi secara aktif.

“Keberadaan Kopdes tidak cukup diukur dari aspek fisiknya, tapi juga dari kemampuan koperasi tersebut untuk beroperasi, melayani anggota, dan memiliki manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ferry.