Harapan Penghuni Pulau Tetangga Anak Krakatau

Status Anak Krakatau saat ini turun ke level II atau waspada.

Diterbitkan 22 September 2026, 16:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Warga Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, menyambut lega turunnya status Gunung Anak Krakatau (GAK) dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada).

Penurunan status tersebut dinilai membawa angin segar bagi masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Selain kondisi udara yang semakin membaik, aktivitas warga kini berangsur kembali normal.

Sekretaris Desa Tejang Pulau Sebesi, Riko Iswanto, mengatakan kehidupan masyarakat di pulau tersebut sejatinya tetap berjalan sejak erupsi GAK. Namun, penurunan status membuat warga semakin tenang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Jauh lebih baik. Dari awal masyarakat asli Pulau Sebesi, alhamdulillah, aktivitas sehari-hari tetap normal. Apalagi sekarang sudah ada penurunan status, bisa dikatakan seperti biasa lagi," kata Riko saat dimintai keterangan, Selasa (22/9/2026).

Riko menuturkan, masyarakat Pulau Sebesi telah terbiasa hidup berdampingan dengan Gunung Anak Krakatau yang berada tidak jauh dari permukiman.

Menurutnya, kondisi udara di Pulau Sebesi juga kini jauh lebih nyaman. Ia berharap situasi tersebut terus membaik sehingga aktivitas warga, termasuk pariwisata, dapat kembali bergeliat.

"Udaranya jauh lebih enak. Mudah-mudahan kondisi ini terus membaik sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal, termasuk sektor pariwisata yang menjadi salah satu penopang ekonomi warga," tuturnya.

Meski aktivitas wisata di Pulau Sebesi masih berjalan, jumlah wisatawan yang datang disebut belum kembali seperti sebelum aktivitas GAK meningkat.

Riko mengatakan, wisatawan tetap datang setiap pekan, tetapi jumlahnya masih jauh lebih sedikit dibandingkan kondisi normal.

"Jelas penurunan, tidak seperti biasanya. Setiap minggu ada yang masuk, tapi pesertanya tidak sebanyak biasanya," katanya.

Ia menduga kekhawatiran wisatawan terhadap aktivitas Anak Krakatau menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kunjungan.

Karena itu, Riko berharap penurunan status GAK dapat diketahui lebih luas sehingga wisatawan kembali percaya diri untuk berkunjung ke Pulau Sebesi dengan tetap mengikuti ketentuan keselamatan dan informasi resmi pemerintah.

"Mudah-mudahan dengan adanya informasi ataupun edaran dari pemerintah terkait penurunan status ini, wisatawan bisa tahu lagi bahwa statusnya sudah membaik dan mudah-mudahan bisa bertambah lagi," harapnya.

Harapan serupa disampaikan Chandra, warga Pulau Sebesi sekaligus pelaku wisata. Ia mengaku bersyukur status Anak Krakatau telah turun menjadi Level II.

 

Menurut Chandra, masyarakat melihat kondisi GAK saat ini sudah jauh lebih tenang dibandingkan sebelumnya. Aktivitas warga pun tetap berlangsung, mulai dari berkebun, melaut hingga menjalankan usaha.

"Alhamdulillah. Status sudah aman, nyaman," ucapnya.

Chandra menjelaskan, sektor pariwisata memiliki efek berantai terhadap perekonomian masyarakat Pulau Sebesi. Ketika wisatawan datang, bukan hanya pelaku wisata yang mendapatkan manfaat, tetapi juga pedagang, pemilik homestay hingga warga yang menyediakan jasa transportasi.

"Kalau pengunjung masuk, warga semua berkesinambungan. Yang jualan laris, homestay kepakai, yang angkut kepakai. Semuanya di situ," katanya.

Chandra menambahkan, masyarakat Pulau Sebesi selama ini sudah terbiasa menjalani kehidupan berdampingan dengan Gunung Anak Krakatau.

Ia berharap wisatawan tidak lagi terlalu khawatir untuk berkunjung selama tetap memperhatikan ketentuan dan informasi resmi mengenai aktivitas GAK.

Menurut dia, kondisi udara di Pulau Sebesi saat ini juga cukup baik. Tidak terdapat asap maupun debu yang mengganggu aktivitas warga.

"Alhamdulillah udara bagus, tidak ada asap, tidak ada debu. Mudah-mudahan ini jadi momentum kembalinya roda perekonomian masyarakat Pulau Sebesi dari sektor pariwisata," tutup Chandra.