Pendidikan Harus Jadi Sarana Membangun Manusia Merdeka dan Berdaulat

Pendidikan harus menjadi sarana membangun manusia Indonesia yang merdeka dalam berpikir, berdaulat dalam menentukan masa depannya.

Diterbitkan 25 Juli 2025, 15:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Claudion Kanigia Sare, menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh dipandang semata-mata sebagai instrumen untuk mencetak tenaga kerja, melainkan sebagai sarana untuk membangun manusia Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Hal itu disampaikan saat Puncak Hari Lahir (Harlah) ke-27 pada Kamis (23/7) di Kementerian Pendidikan Tinggi, Jakarta.

“Pendidikan harus menjadi sarana membangun manusia Indonesia yang merdeka dalam berpikir, berdaulat dalam menentukan masa depannya, dan mampu menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat,” kata Claudion, Kamis (23/7).

Menurutnya, pendidikan yang berdaulat adalah pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan nasional dan berpihak pada kepentingan rakyat banyak. Selain itu, pendidikan juga harus menjadi motor penggerak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat memperkuat kemandirian bangsa.

“Pendidikan yang berdaulat adalah pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan nasional. Pendidikan yang mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi," jelas dia.

"Pendidikan yang melahirkan petani yang sejahtera, buruh yang bermartabat, nelayan yang terlindungi, serta generasi muda yang mampu mengelola kekayaan alam bangsanya sendiri,” imbuh Claudion.

Claudion menegaskan, perjuangan untuk mewujudkan pendidikan yang berdaulat merupakan bagian dari perjuangan besar membangun Indonesia yang mandiri dan sejahtera.

“Mari kita jadikan pendidikan sebagai alat perjuangan untuk membangun manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berpihak kepada rakyat. Mari kita wujudkan pendidikan yang menjadi fondasi kedaulatan bangsa dan jalan menuju kesejahteraan rakyat,” pungkas Claudion.

Sebagai informasi, saat momentum Harlah ke-27, LMND juga menghadirkan testimoni sejarah perjuangan organisasi yang disampaikan oleh perwakilan Persaudaraan LMND, Bung Akhrom Saleh.

Penyampaian sejarah perjuangan tersebut menjadi refleksi perjalanan panjang LMND dalam mengawal cita-cita demokrasi, pendidikan, dan keadilan sosial selama 27 tahun terakhir.

Diketahui, sebagai upaya memperkuat kerja-kerja ideologis dan propaganda organisasi di era digital, LMND turut meluncurkan instrumen organisasi berupa buku berjudul “Agitasi & Propaganda di Era Digital” yang dirumuskan oleh Departemen Agitasi dan Propaganda LMND.

Buku tersebut diharapkan menjadi panduan bagi kader LMND dalam mengembangkan strategi komunikasi politik dan pengorganisasian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dan media digital.

Selain itu, LMND juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan President University terkait pemberian beasiswa pendidikan bagi seluruh kader LMND yang ingin melanjutkan studi di President University.

Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi kader-kader LMND di seluruh Indonesia.

Melalui peringatan Harlah ke-27 ini, LMND menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan sistem pendidikan nasional yang demokratis, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat sebagai fondasi utama bagi kedaulatan bangsa Indonesia.