Kisah Tragis Dua Bocah di Takalar, Hilang saat Main lalu Ditemukan Tewas

Dua bocah di Takalar ditemukan tewas di lubang septic tank proyek setelah sebelumnya sempat dilaporkan hilang saat bermain.

OlehFauzan
Diterbitkan 28 Mei 2026, 17:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dua bocah berinisial MA (3) dan AZ (4), ditemukan tewas di dalam lubang galian septic tank area proyek pembangunan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu 27 Mei 2026 malam sekitar pukul 23.00 Wita. Kejadian itu sempat menghebohkan warga setempat karena keduanya sempat diduga disembunyikan mahluk halus.

Nasrullah Deng Badang, ayah MA, menceritakan bahwa kejadian bermula saat anaknya diajak bermain oleh AZ sesaat setelah pulang dari rumah neneknya. Sore itu, tak ada tanda-tanda yang mencurigakan, dua bocah itu hanya tampak seperti anak-anak pada umumnya yang ingin menghabiskan waktu bermain bersama.

"Awalnya anak saya itu main HP di rumah, tidak lama dia diajak main-main sama sepupunya," kata Nasrullah kepada wartawan, Kamis (28/5/2026).

Kegelisahan mulai menghampiri Nasrullah ketika pukul 17.00 Wita, putra bungsunya tak kunjung pulang. Padahal biasanya sore hari sang anak sudah ada di rumah untuk bersiap mandi dan salat magrib.

"Saya tanya mamanya, Di mana ini anakmu? Kenapa belum pulang? Di situ saya mulai gelisah. Kita semua mencari, di mana ini anak-anak, kenapa belum pulang," ucapnya.

Keluarga, sanak saudara, hingga tetangga pun turun tangan mencari keberadaan kedua bocah. Area sekitar proyek Sekolah Rakyat Takalar sudah berkali-kali disisir, namun hingga malam tiba, MA dan AZ tak kunjung ditemukan.

Karena pencarian tak membuahkan hasil, pihak keluarga memutuskan menggelar upacara adat Appalili, yaitu ritual menabuh genderang sebagai cara turun-temurun untuk mencari orang hilang. Nasrullah mengaku kala itu masih menduga anaknya disembunyikan makhluk halus.

"Kalau di sini adatnya kalau ada orang hilang dicari pakai gendang. Dan hasilnya katanya masuk ke area (proyek) sekolah rakyat," ungkapnya.

 

Sudah Tak Bernyawa

Meski petunjuk adat mengarah ke lokasi proyek, pencarian di sana tetap tak membuahkan hasil. Sekitar pukul 21.00 Wita, pencarian sempat dialihkan ke area jembatan perbatasan. Namun firasat warga membawa mereka kembali ke lokasi proyek untuk menyisir sekali lagi.

Kali ini, upaya itu membuahkan hasil yang menyayat hati. Kedua bocah ditemukan di dalam lubang galian septic tank sedalam sekitar tiga meter dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Nasrullah mengaku tak habis pikir karena area itu sebelumnya sudah diperiksa berkali-kali tanpa hasil.

"Padahal sebelumnya sudah tiga kali saya cari itu anak-anak di situ. Tidak ketemu orang di kolam-kolam itu, sandal pun tidak ketemu," katanya.

Warga yang pertama kali melihat kondisi korban langsung menyampaikan kabar pahit itu kepada keluarga. Nasrullah pun langsung bergegas menuju lubang galian itu dan mengaku terpukul melihat anaknya dalam kondisi tak bernyawa.

"Orang yang pertama kali lihat anak saya bilang sudah mengapung dan sandal ditemukan di area kejadian," tutur Nasrullah.

"Semua orang kaget karena sudah tiga kali kita cari di situ tidak ditemukan," sambungnya.

 

Harapan Keluarga

Jenazah keduanya kemudian dievakuasi ke rumah duka sebelum dibawa ke RSUD Padjonga Daeng Ngalle menggunakan ambulans Puskesmas Palleko untuk dilakukan autopsi. Tim Polres Takalar bersama Polsek Polut turut melakukan olah TKP guna menyelidiki penyebab pasti kejadian.

Di tengah duka yang masih begitu dalam, Nasrullah menyampaikan harapannya agar tragedi serupa tidak kembali terulang. Ia meminta pengelola proyek segera memperketat pengamanan area, terutama dari jangkauan anak-anak. Kedua korban kini telah dimakamkan di Galesong, kampung nenek mereka.

"Harapannya supaya tidak terjadi kedua kalinya. Mohon safety diperketat," pungkasnya.