Hilang 2 Hari di Gunung Puntang, Mahasiswa ITB Berhasil Ditemukan

Korban ditemukan setelah keluar dari jalur awal pendakian, jaraknya delapan kilometer dari titik masuk pendakian.

Diterbitkan 11 Mei 2026, 12:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tim SAR gabungan berhasil menemukan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) bernama Arief Wibisono (25) yang sempat hilang kontak saat mendaki di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung. Dia ditemukan dalam kondisi selamat.

Kapolsek Pameungpeuk Kompol Dedi membenarkan korban berhasil ditemukan pada Senin pagi di jalur pendakian Gunung Puntang melalui Pasir Kuda, Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari.

“Alhamdulillah berhasil ditemukan dengan sehat,” kata Dedi saat dikonfirmasi di Bandung, Senin (11/5/2026). Dilansir Antara.

Korban ditemukan setelah keluar dari jalur awal pendakian dengan jarak sekitar delapan kilometer dari titik masuk pendakian. Selanjutnya mahasiswa tersebut telah dibawa oleh petugas untuk diberikan pertolongan pertama.

"Mahasiswa masih dibawa ke tempat yang aman dulu," katanya.

Untuk diketahui, korban mendaki bersama dua rekannya pada Sabtu (9/5) menuju Puncak Mega dan tiba sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah beristirahat selama satu jam, rombongan memutuskan turun menuju basecamp Gunung Puntang. Namun korban berjalan lebih dahulu meninggalkan dua rekannya.

Ketika kedua rekannya tiba di basecamp sekitar pukul 16.00 WIB, korban belum kembali sehingga dilakukan pencarian mandiri bersama ranger basecamp hingga pukul 22.00 WIB, namun belum membuahkan hasil.

Operasi pencarian kemudian melibatkan Kantor SAR Bandung, Brimob, dan Tim Ranger Pasir Kuda dengan dukungan peralatan, alat komunikasi, perlengkapan medis, serta kendaraan evakuasi.

 

 

Bukan Kegiatan Kemahasiswaan

Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, N Nurlaela Arief mengatakan, Arief dikabarkan hilang kontak saat perjalanan turun dari Gunung Puntang sejak Sabtu (9/5) petang.

Berdasarkan informasi awal yang diterima kampus, Arief turun dari Gunung Puntang bersama dua rekannya. Namun dalam perjalanan, Arief berjalan lebih dahulu. Sementara itu kedua rekannya tiba di basecamp Pasirkuda tanpa menemukan Arief dan hingga kini belum berhasil melakukan kontak.

"Bukan merupakan kegiatan kemahasiswaan," tutur Nurlaela.