Cerita Ika Kelola Agatha Seserahan Lebih Praktis dengan BRImo, Usaha Lancar dan Omzet Meningkat

Ika sukses mengembangkan Agatha Seserahan lebih praktis lewat BRImo, transaksi lancar dan omzet terus meningkat.

Diterbitkan 11 Mei 2026, 16:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Berawal dari kecintaannya terhadap bunga, Ika Widyawati mulai merintis usaha Agatha Seserahan pada awal tahun 2022. Wanita yang akrab disapa Ika ini memilih untuk fokus pada bisnis seserahan karena melihat bahwa seserahan memiliki nilai dan makna yang penting dalam prosesi pernikahan.

Selain itu, banyak calon pengantin yang menginginkan seserahan dengan tampilan yang elegan dan estetik, namun tetap praktis dan tidak merepotkan dalam proses persiapannya. Melihat kebutuhan tersebut, Ika merancang konsep usaha yang berfokus pada seserahan yang rapi, estetik, dan mudah digunakan.

“Ide Agatha Seserahan muncul dari kecintaan saya terhadap bunga dan keinginan menghadirkan seserahan yang rapi, estetik, dan praktis. Saya ingin membantu calon pengantin mempersiapkan momen penting mereka dengan lebih mudah, indah, dan berkesan”  ujar Ika saat ditemui Liputan6.com pada Jumat (1/5/2026). 

Melalui Agatha Seserahan, Ika berupaya menghadirkan seserahan yang tidak hanya menjadi pelengkap dalam prosesi pernikahan, tetapi juga estetik dan memilik nilai emosional. Ia berharap setiap seserahan yang dibuat dapat membantu calon pengantin mewujudkan pernikahan yang berkesan.

 

Produk Agatha Seserahan Semakin Variatif, Jangkauan Makin Luas

Agatha Seserahan menawarkan layanan pembuatan seserahan dengan berbagai konsep yang kreatif dan beragam, mulai dari desain hidden, gaya sederhana (simple), penuh warna (colorful) hingga tema tertentu yang dapat disesuaikan. Setiap desain memberikan sentuhan personal yang sesuai dengan karakter dan keinginan pelanggan.

Kini Agatha Seserahan tidak hanya fokus pada seserahan saja. Namun juga menambah layanan seperti pembuatan mahar serta penyewaan ring box untuk melengkapi kebutuhan dalam prosesi pernikahan secara lebih praktis dan menyeluruh.

Dalam menjalankan bisnisnya, Agatha Seserahan menggabungkan sistem online dan offline agar dapat menjangkau lebih banyak pelanggan. Kehadiran media sosial menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan usaha ini, dengan jumlah pengikut Instagram @agathaseserahan yang telah mencapai lebih dari 16,7 ribu.

“Saat ini, Agatha Seserahan beroperasi secara online dan offline" tambah Ika. 

Tantangan Bisnis Seserahan

Meskipun mengalami pertumbuhan yang cukup pesat, perjalanan bisnis Agatha Seserahan tidak lepas dari berbagai tantangan. Ika mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam menjalankan usaha ini adalah mengikuti perubahan tren seserahan yang sangat cepat. Kondisi tersebut membuatnya harus terus beradaptasi dan menyesuaikan konsep yang ditawarkan agar tetap relevan dengan kebutuhan serta selera pasar.

Selain itu, tantangan juga muncul dari sisi operasional, terutama ketika jumlah pesanan sedang meningkat. Di tengah berbagai tantangan tersebut, Agatha Seserahan tetap mampu bertahan dan berkembang hingga kurang lebih 4 tahun sejak awal dirintis.

“Tantangan terbesar dalam menjalankan usaha ini adalah mengatur operasional saat order ramai, menjaga kualitas layanan, serta mengikuti tren seserahan yang berubah sangat cepat,” ungkap Ika. 

BRImo Permudah Transaksi dan Kontrol Keuangan

Di musim pernikahan, khususnya pada bulan Syawal, permintaan di industri pernikahan biasanya meningkat tajam. Kondisi ini turut berdampak pada naiknya jumlah pesanan di Agatha Seserahan. Untuk menghadapi lonjakan tersebut, Ika kini tidak lagi merasa kewalahan dalam mengatur transaksi keuangan usahanya.

Ia memanfaatkan BRImo sebagai solusi untuk membantu pengelolaan keuangan bisnis agar tetap berjalan lancar di tengah tingginya aktivitas pesanan. Dengan dukungan BRImo, Ika dapat mengelola transaksi secara lebih cepat, rapi, dan efisien, sehingga operasional usaha tetap terkontrol meskipun berada dalam masa puncak permintaan.

“Dalam aktivitas sehari-hari, BRImo sangat membantu kelancaran transaksi, seperti transfer, cek mutasi, menerima pembayaran, serta memantau arus kas harian maupun bulanan,” jelas Ika.

Melalui penggunaan aplikasi ini, berbagai aktivitas keuangan yang sebelumnya memerlukan waktu dan proses tambahan kini dapat dilakukan hanya dalam satu platform. Proses seperti pengiriman dana kepada mitra kerja, pengecekan transaksi masuk dan keluar, hingga penerimaan pembayaran dari pelanggan menjadi lebih ringkas. 

Selain mempermudah transaksi, BRImo juga membantu Ika dalam memahami kondisi keuangan usahanya secara lebih menyeluruh. Dengan akses informasi keuangan yang lebih terstruktur, ia dapat melihat alur kas bisnis dengan lebih jelas dan membuat keputusan usaha secara lebih tepat tanpa harus menunggu proses pencatatan manual.

Fitur BRImo yang Mendukung Kelancaran Transaksi Usaha

Ika mengungkapkan bahwa dalam menjalankan usahanya, ia paling sering memanfaatkan fitur transfer pada BRImo. Fitur ini memudahkannya untuk melakukan pembayaran maupun pengiriman dana kepada berbagai pihak secara cepat tanpa harus datang ke bank, sehingga proses transaksi menjadi lebih efisien.

Selain itu, fitur mutasi rekening juga menjadi andalan Ika untuk memantau setiap aliran dana yang masuk dan keluar dari usaha Agatha Seserahan. Dengan fitur ini, ia dapat melihat riwayat transaksi secara real-time sehingga lebih mudah dalam mengontrol dan mengevaluasi kondisi keuangan bisnisnya.

Tidak hanya itu, Ika juga sering menggunakan fitur QRIS dan pembayaran digital untuk memudahkan pelanggan dalam melakukan pembayaran. Fitur-fitur ini memberikan fleksibilitas dalam bertransaksi sekaligus mendukung pencatatan keuangan yang lebih rapi dan praktis dalam satu aplikasi.

“Fitur BRImo yang paling sering saya gunakan adalah transfer, mutasi rekening, QRIS, dan pembayaran digital” ujar Ika. 

Bisnis Lebih Rapi, Pelanggan Makin Nyaman, Omzet Meningkat

Penggunaan BRImo membuat pencatatan transaksi usaha Agatha Seserahan menjadi lebih rapi dan terstruktur. Seluruh histori keuangan tersimpan secara otomatis dalam sistem, sehingga Ika dapat dengan mudah menelusuri setiap transaksi kapan saja tanpa perlu pencatatan manual yang rumit. Hal ini membuat pengelolaan keuangan bisnis menjadi lebih tertib dan terkontrol.

Kerapihan dalam pengelolaan transaksi tersebut turut berdampak pada kelancaran operasional usaha. Dengan alur keuangan yang lebih jelas dan efisien, proses pembayaran, penerimaan dana, hingga pemantauan arus kas dapat dilakukan dengan lebih cepat. Kondisi ini membantu Ika menjaga stabilitas bisnis, terutama saat menghadapi lonjakan pesanan di musim pernikahan.

“Penggunaan BRImo membuat histori transaksi lebih rapi dan mudah ditelusuri, sehingga mempermudah kontrol keuangan bisnis,” jelas Ika

Di sisi lain, penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS juga memberikan kemudahan tersendiri bagi pelanggan Agatha Seserahan. Metode ini dinilai lebih cepat, fleksibel, dan praktis dalam proses transaksi, sehingga semakin meningkatkan kenyamanan pelanggan saat bertransaksi.

“Respons pelanggan terhadap pembayaran digital juga sangat positif, karena dianggap lebih cepat, fleksibel, dan praktis,” tambah Ika.

Sejalan dengan itu, salah satu pelanggan, Kina, turut membagikan pengalamannya menggunakan jasa Agatha Seserahan saat menikah pada Maret 2026. Ia mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan, mulai dari proses awal hingga pembayaran akhir. Saat pembayaran uang muka (DP), ia melakukan transfer tanpa kendala, sementara saat pelunasan di store, ia menggunakan QRIS yang dinilai sangat memudahkan.

“Saya sangat puas dengan seserahan dari Agatha. Waktu DP transfer juga lancar tanpa kendala, dan saat pelunasan di store saya pakai QRIS. Sangat terbantu karena bisa bayar kapan saja dan tidak ribet,” ungkap Kina.

 Omzet hingga Puluhan Juta Rupiah

Seiring berjalannya waktu, sistem pengelolaan keuangan yang lebih tertata turut mendorong pertumbuhan usaha Agatha Seserahan semakin meningkat. Ika mengungkapkan bahwa omzet yang diperoleh kini mengalami kenaikan yang cukup signifikan, dengan rata-rata berada di kisaran belasan hingga puluhan juta rupiah per bulan, tergantung pada musim pernikahan yang sedang berlangsung.

“Dibandingkan awal memulai, omzet saat ini sudah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jika dirata-ratakan, omzet berada di kisaran belasan hingga puluhan juta rupiah per bulan, tergantung musim pernikahan,” jelas Ika.

Bagi Ika, penggunaan layanan perbankan digital tidak hanya memberikan kemudahan dalam bertransaksi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan profesionalisme usaha. Ia merasakan bahwa operasional bisnis menjadi lebih cepat, rapi, efisien, dan tertata dengan baik berkat dukungan layanan BRImo.

“Dampak paling terasa setelah menggunakan layanan BRI dan BRImo adalah operasional usaha yang menjadi lebih cepat, rapi, profesional, dan efisien,” ungkapnya.

Pesan Ika untuk Pelaku UMKM: Manfaatkan Digital Banking untuk Bisnis Lebih Maju

Menutup ceritanya, Ika memberikan pesan kepada para pelaku usaha lainnya agar tidak ragu untuk memanfaatkan layanan perbankan digital dalam mendukung kegiatan usaha. Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini dapat menjadi peluang besar untuk membantu pelaku UMKM dalam mengelola bisnis secara lebih efektif dan efisien.

Ia menilai bahwa penggunaan layanan perbankan digital tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga membantu meningkatkan kerapihan pencatatan keuangan serta profesionalisme usaha. Dengan sistem yang lebih praktis, pelaku usaha dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis tanpa terbebani proses administrasi yang rumit.

“Menurut saya, kelebihan BRImo bagi pelaku UMKM adalah praktis, hemat waktu, efisien, dan sangat membantu pencatatan keuangan usaha. Jangan ragu memanfaatkan layanan perbankan seperti BRI, karena dapat membantu meningkatkan efisiensi usaha, profesionalisme, serta mempercepat perkembangan bisnis,” ujarnya.

BRImo Dorong Kinerja Digital dan Keuangan BRI, Kini Tembus 47,8 Juta Pengguna

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pencapaian positif melalui akselerasi transformasi digital BRIVolution Reignite, yang terlihat dari pertumbuhan pengguna Super Apps BRImo yang mencapai 47,8 juta user atau naik 18,6% secara tahunan per Maret 2026.

Peningkatan ini menunjukkan semakin luasnya jangkauan layanan digital BRI serta meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam menggunakan BRImo untuk kebutuhan transaksi sehari-hari. Hal ini disampaikan dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Jakarta pada 30 April 2026 oleh Direktur Network & Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto.

“Basis pengguna BRImo yang besar, yang diikuti dengan pertumbuhan nilai transaksi, menunjukkan bahwa BRImo telah menjadi bagian dari aktivitas keuangan sehari-hari nasabah. Dengan lebih dari 100 fitur yang tersedia, BRImo terus dikembangkan untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi, sehingga turut mendorong peningkatan pemanfaatan layanan ini,” ujar Aquarius Rudianto  dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta pada Kamis (30/04). 

Selain jumlah pengguna yang terus bertambah, nilai transaksi BRImo juga mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai Rp2.042,2 triliun atau tumbuh 29,4% yoy. Dengan lebih dari 100 fitur yang tersedia, BRImo terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan nasabah dalam berbagai aktivitas keuangan digital.