Liputan6.com, Lampung - Aksi teror dialami warga di Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan. Sebuah mobil milik warga dibakar oleh pria tak dikenal saat terparkir di halaman rumah.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu malam, 26 April 2026, sekitar pukul 23.30 WIB, tepatnya di Kelurahan Way Huwi. Korban diketahui berinisial MA (39), pemilik mobil Honda Brio yang menjadi sasaran pembakaran.
Aksi pelaku terekam kamera pengawas (CCTV) dan viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria mengenakan helm dan masker untuk menutupi identitasnya. Ia dengan santai menyiramkan cairan yang diduga bahan bakar ke mobil korban.
Advertisement
Tak lama kemudian, pelaku menyalakan korek api dan langsung membakar kendaraan tersebut sebelum melarikan diri dari lokasi.
Motif di balik aksi teror ini masih menjadi misteri. Hingga kini, belum diketahui apakah pelaku memiliki hubungan dengan korban atau tidak.
Korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polda Lampung. Pihak kepolisian memastikan kasus itu sedang dalam penanganan.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari Yuyun, membenarkan adanya laporan tersebut.
"Benar, kami menerima laporan terkait peristiwa itu," ujar Yuni saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2026).
Menurut dia, sejumlah saksi sudah dimintai keterangan guna mengungkap pelaku. Polisi juga masih mengumpulkan berbagai barang bukti untuk memperjelas kronologi kejadian.
"Tim masih melakukan penyelidikan. Perkembangannya akan kami sampaikan kembali," tandasnya.
Cerita Korban
Teror pembakaran mobil yang dialami seorang wanita di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, menyisakan trauma mendalam. Korban MA mengaku aksi tersebut bukan kali pertama terjadi, melainkan sudah berulang dalam kurun waktu singkat.
MA menuturkan, aksi teror pertama terjadi sekitar sepekan sebelum insiden pembakaran. Saat itu, pelaku diduga merusak mobilnya dengan cara memukul kaca. Kejadian tersebut terjadi pada hari Minggu dini hari dan terekam kamera CCTV rumahnya.
“Sudah dua kali. Pertama itu kaca mobil saya dipukul. Jeda seminggu, di hari yang sama, hari Minggu juga,” kata MA saat diwawancarai, Kamis (30/4/2026).
Aksi teror kembali terjadi pada Minggu malam, 26 April 2026, sekitar pukul 23.18 WIB. Saat itu, MA tengah berada di dalam rumah menidurkan anaknya. Tiba-tiba warga berteriak memberi tahu bahwa mobil miliknya terbakar.
“Saya lagi di dalam, tiba-tiba warga teriak ‘kebakaran, mobilnya kebakaran’. Pas saya keluar, api sudah besar,” tuturnya.
Mobil milik MA yang terparkir di lahan kosong tepat di samping rumahnya itu diketahui sengaja dibakar oleh pelaku menggunakan bahan bakar. Api sempat membesar sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh warga sekitar.
“Luarnya semua terbakar, dari depan sampai belakang. Untungnya cepat dipadamkan warga,” ucap dia.
Dalam kondisi panik, MA langsung menyelamatkan kelima anaknya keluar rumah. Ia mengaku khawatir api merembet ke bangunan tempat tinggalnya.
“Saya ini single parent, punya lima anak. Yang saya pikirkan saat itu cuma menyelamatkan anak-anak,” katanya.
Atas kejadian tersebut, MA telah melapor ke Polda Lampung pada Senin, 27 April 2026. Laporan itu teregister dengan nomor STTLP/B/300/IV/2026/SPKT.
Dalam laporan tersebut, pelaku disebut menyiram bahan bakar ke mobil jenis Honda Brio milik korban sebelum membakarnya. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian material sekitar Rp50 juta.
Advertisement
Olah TKP
Polisi disebut telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menyisir rekaman CCTV di sekitar lokasi. Hingga kini, pelaku masih dalam penyelidikan.
“Polisi sudah olah TKP dan menyisir CCTV. Tapi untuk pelaku, belum ada informasi ke saya,” ujar MA.
Meski belum mengetahui pasti siapa pelaku, MA mengaku memiliki kecurigaan terkait persoalan pribadi. Namun ia enggan berspekulasi lebih jauh dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
Kini, MA mengaku hidup dalam ketakutan akibat teror yang dialaminya. Ia bahkan merasa was-was setiap kali keluar rumah.
“Saya trauma. Sekarang jadi parno, keluar rumah takut. Takut diikuti, takut terjadi apa-apa di jalan,” ungkapnya.Ia berharap pihak kepolisian segera mengungkap pelaku agar dirinya dan keluarga bisa kembali merasa aman.
“Saya cuma minta kasus ini cepat ditangani. Ini sudah teror, saya takut dengan keselamatan saya,” tutupnya.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari Yuyun, membenarkan adanya laporan tersebut.
"Benar, kami menerima laporan terkait peristiwa itu," ujar Yuni saat dikonfirmasi, Kamis (30/4).
Menurut dia, sejumlah saksi sudah dimintai keterangan guna mengungkap pelaku. Polisi juga masih mengumpulkan berbagai barang bukti untuk memperjelas kronologi kejadian.
"Tim masih melakukan penyelidikan. Perkembangannya akan kami sampaikan kembali," tandasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3637781/original/021268200_1745160789-1000239699.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570553/original/090989100_1777530618-1001211833.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/344610/original/093311000_1471573794-foto-new.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/712432/original/ugm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570435/original/067276600_1777525398-Semeruu.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571443/original/093047000_1777623351-Maman_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5257855/original/085302700_1750324153-1746491778.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066636/original/000852500_1656419946-Penjualan-Hewan-Kurban-Wabah-Virus-PMK-Tallo-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571434/original/040956800_1777620964-Gubernur_Papua.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570194/original/064292600_1777517741-1001210269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570132/original/086791600_1777515458-566434.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570107/original/051625100_1777514271-311899.jpg)