Kebakaran Hebat Melalap Posyandu di Cibadak Sukabumi

Kebakaran melalap Posyandu di Kampung Paris RT 01/07, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu malam (25/4/2026).

Diterbitkan 25 April 2026, 23:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Sukabumi - Fasilitas publik yang menjadi pusat layanan kesehatan dan pendidikan di Kampung Paris RT 01/07, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, ludes dilalap si jago merah, Sabtu malam (25/4/2026).

Bangunan Posyandu yang juga digunakan untuk kegiatan PAUD Adi Cipto tersebut terbakar hebat sekitar pukul 18.30 WIB. Insiden ini diduga kuat dipicu oleh arus pendek atau korsleting listrik.

Kepala Desa Pamuruyan, Ujang Sarip Hidayat, menjelaskan bahwa material bangunan yang rentan membuat api sulit dijinakkan meski warga sudah berupaya membantu.

“Seluruh bangunan habis, karena material bangunan dominan dari kayu dan dinding bilik bambu. Kemudian di dalam bangunan Posyandu terdapat sejumlah barang dari kayu juga plastik,” ungkap Ujang saat menjelaskan kondisi di lokasi kejadian.

Ia juga menambahkan bahwa aset-aset penting yang tersimpan di dalam gedung tersebut tidak ada yang sempat terselamatkan.

“Dokumen-dokumen PAUD dan Posyandu yang berada di dalam juga habis terbakar, tidak ada yang tersisa karena api sangat cepat membesar,” tambahnya.

Pemerintah Desa Pamuruyan berkomitmen agar pelayanan kesehatan ibu-anak dan kegiatan belajar mengajar PAUD tidak terhenti lama. Langkah darurat pun segera diambil.

“Terkait keberlangsungan pelayanan, mungkin sementara kita pindahkan ke bangunan madrasah yang masih berada di lingkungan RT 01 agar masyarakat tetap bisa terlayani,” jelasnya.

 

Total Kerugian Materi

Berdasarkan asesmen di lapangan, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi, memberikan rincian terkait estimasi kerugian akibat musibah ini.

“Berdasarkan hasil pendataan, total kerugian material akibat musibah kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp50 juta. Fokus kami saat ini adalah memastikan area benar-benar aman dan sisa api padam total,” jelas Mawaldi.