Hujan Angin di Bandung, Pohon Tumbang Timpa Mobil Berisi Ibu dan Anak

Peristiwa pohon tumbang terjadi saat kondisi hujan lebat disertai angin kencang di Jalan Sulanjana, Kota Bandung.

Diterbitkan 04 Maret 2026, 18:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peristiwa pohon tumbang terjadi saat kondisi hujan lebat disertai angin kencang di Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Rabu (4/3/2026). Sebuah mobil yang berisikan ibu dan anak pun tertimpa saat melintas.

Pohon setinggi 12 meter yang roboh pun melintang di tengah jalan, sehingga arus lalu lintas pun sempat terhenti. Petugas pun segera melakukan proses evakuasi dan pembersihan pohon.

Komandan Regu Pleton 2 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPMKP) Kota Bandung, Sandi mengatakan, mobil saat itu tengah melaju ke arah Dago.

"Tadi cuaca cukup kencang anginnya, sehingga menumbangkan pohon. Kurang lebih ketinggiannya 12 meter," katanya ditemui di lokasi.

Diketahui, di dalam mobil tersebut terdapat seorang ibu dan anaknya.

"Alhamdulillah untuk korban luka atau jiwa tidak ada, hanya mobil saja yang tertimpa," keterangan Sandi.

Petugas dari DPKP UPT Penghijauan Kota Bandung, Tata mengatakan, di lokasi tersebut terdapat dua pohon yang tumbang berdiameter lebih dari 20 sentimeter. Diduga, pohon itu tumbang bukan karena faktor usia, tapi lantaran angin kencang.

"Ini memang karena angin kencang. Tadi kan hujan deras terus angin kencang," ucap dia.

Evakuasi dilakukan menggunakan beberapa alat, di antaranya seperti gergaji mesin dan golok untuk memotong batang pohon. Petugas dan relawan bersama warta sekitar turut membantu proses penanganan.

 

Imbauan BMKG

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, BMKG, Teguh Rahayu menyampaikan, pada 4 Maret 2026 pukul 13.10-13.30 di beberapa wilayah Jawa Barat termasuk Bandung Raya terjadi hujan lebat disertai angin kencang.

"Untuk kecepatan angin di Stageof Bandung Jalan Cemara tercatat 31.5 km per jam dengan curah hujan 17 mm/jam," katanya secara tertulis.

Intensitas ini tergolong lebat dan berpotensi meningkatkan aliran air di permukaan tanah (limpasan) serta menyebabkan genangan atau banjir.

Masyarakat dan instansi terkait diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

"Tetap tenang namun siaga, mengenali risiko di lingkungan sekitar, serta selalu memperbarui informasi cuaca dan mengikuti arahan serta protokol evakuasi dari pemerintah daerah apabila terjadi bencana," katanya.

"Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, khususnya perjalanan darat, laut, dan udara, dengan memantau informasi cuaca terkini yang dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG," imbuhnya.