Cekcok Biaya Servis Motor, Pria di Malang Bunuh Remaja dan Kubur di Tepi Sungai

Pelaku tersulut emosi lalu mencekik korban berkali-kali hingga tak berdaya.

Diterbitkan 24 Februari 2026, 15:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polisi menangkap YDF (22) warga Jabung, Kabupaten Malang. Dia ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan terhadap HMZ (17) remaja perempuan asal Kabupaten Nganjuk yang jasadnya ditemukan di Sungai Kedung Winong.

Korban HMZ dilaporkan hilang dari rumah sejak 11 Februari 2026 lalu. Ternyata dia jadi korban pembunuhan di Malang. Jasadnya ditemukan warga pada 17 Februari 2026 sudah membusuk dengan tangan terikat kawat dan mulut tersumpal pakaian dalam.

Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, hasil penyelidikan secara intensif mengarah kepada YDF sebagai tersangka utama kasus pembunuhan ini. Dia ditangkap pada Minggu (21/2) malam di rumah kos wilayah Kota Malang.

"Pelaku YDF sebagai satu-satunya tersangka pembunuhan," kata Taat, Selasa (24/2/2026).

Pelaku berkenalan dengan korban di Nganjuk lewat seorang teman pada Desember 2025. Komunikasi antar keduanya terus berlanjut melalui media sosial. Pelaku YDF yang seorang pekerja lepas ini mengajak HMZ jalan-jalan ke Malang.

Keduanya berangkat dari rumah korban di Desa Ngepung, Patianrowo, Nganjuk pada (11/2/2026) menggunakan motor korban. Korban HMZ sempat singgah dan menginap di rumah saudaranya di Kota Malang. Kerabatnya inilah yang lapor ke polisi begitu korban tak kunjung pulang.

 

Cekik Korban

Kasus ini bermula saat kendaraan korban rusak dalam perjalanan bersama pelaku. Keduanya lalu bertengkar di lokasi sepi di wilayah Jabung terkait biaya servis motor. Pelaku tersulut emosi lalu mencekik korban berkali-kali hingga tak berdaya pada 13 Februari 2026.

Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Hafiz Prasetia Akbar mengatakan pelaku lalu mengikat tangan dan kaki serta menyumpal mulut korban. Jasad korban dikubur di kedalaman sekitar 50 sampai 70 sentimeter di tepi sungai dan ditimbun karung semen.

“Pelaku berusaha menghilangkan jejak dengan mengubur korban,” kata Hafiz.

 

Terbawa Arus

Diduga saat air sungai meluap membuat jasad korban hanyut terbawa arus sungai.

Mayat korban ditemukan oleh warga sekitar 500 meter dari lokasi di mana korban dikuburkan pelaku. Hasil autopsi, penyebab kematian korban karena asfiksia atau kekurangan oksigen.