Modus Bangunkan Sahur, Sekelompok Orang di Cianjur Todongkan Petasan lalu Membabi Buta Bacok Pemotor

Peristiwa itu terjadi di Jalan KH Saleh, Pabuaran Cianjur, tepatnya di dekat Apotek Raja.

Diterbitkan 21 Februari 2026, 19:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - MDK (19) pemuda yang merupakan warga Desa Rahong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur menjadi korban pembacokan brutal oleh orang tidak dikenal (OTK). Insiden berdarah ini terjadi di Jalan KH Saleh, Pabuaran, tepatnya di dekat Apotek Raja.

Akibat serangan tersebut, korban harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Cianjur, Ipda Pramudito Narotama, membeberkan kronologi awal kejadian. Peristiwa itu bermula saat korban bersama dua temannya tengah melintas dari kawasan Ramayana menuju Cikidang melalui Gang Edy pada Jumat (20/2) dini hari.

Di tengah perjalanan, mereka berpapasan dengan sekelompok orang yang tengah membangunkan sahur. Bukannya menciptakan suasana damai, kelompok tersebut justru menebar teror dengan menodongkan petasan ke arah korban.

"Awalnya korban sedang berada di Ramayana dengan kedua rekannya, lalu melintas ke Cikidang melewati Gang Edy. Di situ ada orang yang sedang membangunkan sahur, setelah itu mereka menodongkan petasan ke arah korban," kata Ipda Pramudito, Sabtu (21/2/2026).

 

Korban Dibacok Celurit, Jari Kelingking Patah

Ketegangan berlanjut saat dua sepeda motor mulai mengejar korban. Setibanya di depan Apotek Raja, korban turun dari motornya.

Saat itulah, pelaku yang mengendarai sepeda motor matik jenis Honda Beat berwarna hitam langsung menghampiri dan melancarkan serangan dengan senjata tajam.

"Satu motor Beat hitam dengan posisi boncengan menghampiri korban, lalu membacok korban menggunakan celurit," terang dia.

Serangan membabi buta tersebut mengakibatkan korban menderita luka bacok di tangan sebelah kanan dan kiri.

Tak hanya itu, jari kelingking kanan korban dilaporkan patah akibat hantaman senjata tajam pelaku. Polisi kini tengah menyelidiki kasus tersebut untuk mengungkap identitas para pelaku.

"Upaya kepolisian saat ini adalah melakukan cek TKP, pemeriksaan saksi korban serta saksi lainnya, dan melakukan penyisiran CCTV dari awal keberangkatan hingga di lokasi kejadian," sambung dia.