Puluhan Warga Gunungkidul Muntah hingga Diare Usai Minum Es Dawet

Puluhan warga Gunungkidul keracunan usai minum es dawet yang di beli dari pasar.

OlehHendro
Diterbitkan 06 Februari 2026, 20:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Puluhan warga Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, keracunan setelah mengonsumsi es dawet. Para korban mengalami mual, pusing, muntah hingga diare. Sebagian harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Hingga laporan terakhir, sedikitnya sepuluh warga dirawat inap di RS Nur Rohmah. Sementara korban lainnya menjalani rawat jalan maupun telah dipulangkan setelah kondisinya membaik.

Salah satu korban, Mimi, warga Padukuhan Putat, Kalurahan Bleberan, menceritakan keluarganya menjadi bagian dari korban keracunan tersebut.

Dia mengatakan, pada Senin (2/2) pagi membeli beberapa jajanan pasar, termasuk dawet ayu, dari Pasar Playen. Jajanan itu kemudian dikonsumsi bersama anggota keluarga di rumah. Pada malam hari sekira pukul 21.00 WIB, kondisi mereka mendadak berubah.

“Semuanya merasa mual, muntah, dan diare bersamaan,” kata Mimi, Gunungkidul, Jumat (6/2/2026).

Empat anggota keluarganya mengalami keluhan serupa hingga terpaksa mencari pertolongan medis.

Sempat Dipulangkan, Kondisi Memburuk

Keesokan harinya, Mimi dan keluarganya memeriksakan diri ke puskesmas. Setelah mendapat penanganan awal, mereka sempat diizinkan pulang karena kondisi dinilai stabil.

Akan tetapi, keadaan Mimi dan anaknya justru memburuk. Mereka akhirnya kembali berobat dan dirujuk ke rumah sakit hingga harus menjalani rawat inap.

Keluhan serupa ternyata juga dialami warga lain yang membeli jajanan di lokasi yang sama.

Korban Terus Bertambah

Berdasarkan informasi di lapangan, cukup banyak warga Playen membeli jajanan sejenis pada hari yang sama. Setelah dikonsumsi, mereka mengalami gejala hampir identik.

Petugas Puskesmas Playen 1 bersama tim medis kini terus memantau perkembangan kesehatan para pasien. Penanganan dilakukan secepat mungkin untuk mencegah dehidrasi dan komplikasi.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, membenarkan adanya dugaan keracunan makanan tersebut.

Ia menyampaikan, tim surveilans bersama puskesmas langsung melakukan penelusuran epidemiologi untuk melacak sumber kejadian.

Menurutnya, laporan awal menyebut seorang warga membeli enam bungkus dawet pada pagi hari dan mengonsumsinya bersama keluarga. Beberapa jam kemudian, seluruh anggota keluarga menunjukkan gejala keracunan.

Namun, laporan baru masuk setelah lebih dari dua kali 24 jam, sehingga petugas tidak lagi dapat mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.

“Kami fokus pada penanganan pasien terlebih dahulu agar tidak ada korban jiwa,” jelas Ismono.

Warga Diimbau Tingkatkan Waspada

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membeli jajanan pasar, terutama terkait kebersihan dan keamanan pangan.

Para pedagang juga diminta menjaga kualitas bahan baku dan proses pengolahan makanan guna mencegah kejadian serupa terulang.

Petugas kesehatan hingga kini masih memantau kondisi korban dan meminta warga segera memeriksakan diri jika mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari luar.