Kurangi Beban Embarkasi Surabaya, Jamaah Haji Jatim Akan Dialihkan ke Bandara Ini

Untuk menjaga kelancaran layanan haji, pemerintah berencana mengalihkan sebagian pemberangkatan jamaah haji Jawa Timur ke Bandara Kediri

Diterbitkan 22 Januari 2026, 13:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jawa Timur Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, demi mengurangi beban operasional Embarkasi Surabaya pada 2026, pihaknya akan melakukan pengalihan pemberangkatan sebagian jamaah haji asal Jawa Timur.

"Bandara Kediri kami pilih sebagai alternatif embarkasi karena secara teknis sudah siap dan posisinya strategis untuk melayani jamaah dari wilayah Jawa Timur bagian selatan," kata dia usai membuka kegiatan Seleksi Petugas Haji Daerah (PHD) 2026 di Asrama Haji Surabaya, Kamis (22/1/2026).

Irfan menuturkan, Embarkasi Surabaya selama ini menjadi salah satu titik tersibuk dalam penyelenggaraan haji, sehingga diperlukan penambahan jalur keberangkatan guna menjaga kelancaran layanan.

Seperti dilansir dari Antara, menurut dia, pembagian titik keberangkatan diharapkan dapat mengurangi kepadatan di Embarkasi Surabaya, sekaligus memperpendek jarak tempuh jamaah dari daerah asal menuju bandara.

Dia pun mencontohkan, jamaah dari wilayah seperti Kediri, Tulungagung, Blitar, dan sekitarnya, selama ini harus menempuh perjalanan darat yang cukup panjang menuju Surabaya sebelum terbang ke Tanah Suci.

"Tentu kami bagi mana yang lebih dekat, supaya lebih efisien, lebih efektif, dan tidak terlalu memberikan rasa capek kepada para jamaah haji kita," ungkap Irfan.

 

Tak Bisa Dilakukan Tahun Ini

Meski demikian, Irfan, menyampaikan Bandara Kediri belum dapat digunakan untuk musim haji tahun ini karena keterbatasan waktu dan kesiapan administrasi, meskipun infrastruktur fisik telah tersedia.

Selain itu ia menambahkan pada tahap awal pemerintah belum merencanakan pembangunan asrama haji di kawasan Bandara Kediri dan akan mengandalkan pengaturan kloter yang lebih fleksibel.

Meskipun demikian Menjah berharap kebijakan tersebut dapat membantu pemerataan layanan haji, sekaligus meningkatkan kenyamanan jamaah tanpa membebani satu embarkasi utama.

“Tentu mungkin sekitar Kediri, kami harapkan keberangkatan melalui bandara baru ini bisa memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi jamaah haji Jawa Timur daerah selatan,” jelas dia.