Duduk Perkara Kubu PB XIV Purboyo Laporkan Cucu PB XIII ke Polisi Terkait Pengeroyokan

Insiden pengeroyokan terjadi di lingkungan keraton jelang kedatangan Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Minggu (18/1/2026).

Diterbitkan 20 Januari 2026, 10:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kuasa hukum kubu SISKS Pakubuwono (PB) XIV Purboyo melaporkan cucu PB XIII berinisial BRM S ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Solo. Laporan tersebut terkait dugaan pengeroyokan terhadap anggota tim pengamanan berinisial RP (23) yang terjadi di lingkungan keraton jelang kedatangan Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Minggu (18/1/2026).S

Kuasa hukum tim pengamanan PB XIV Purboyo, Ardi Sasongko, mengatakan laporan itu tercatat dengan Surat Tanda Bukti Pengaduan (STBP) Nomor STBP/65/I/2026/Reskrim. Insiden diduga terjadi sekitar pukul 10.20 WIB di Bangsal Siaga Pulisen saat korban menjalankan tugas pengamanan menjelang penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Kebudayaan.

“Saat itu tanpa adanya suatu komando atau tiba-tiba saja ada pihak-pihak yang langsung mengeluarkan kata-kata, sehingga suasana menjadi ricuh, saling dorong, dan salah satu dari penjaga kami, karena mungkin dia kecil ya, terus langsung diambil,” kata Ardi di Keraton Kasunanan Surakarta, Senin (19/1/2026).

Menurut Ardi, korban sempat dibawa oleh BRM S dan kemudian diduga mengalami kekerasan fisik yang melibatkan beberapa orang. Akibat peristiwa tersebut, RP mengalami luka di bagian alat vital kemaluan, robekan di belakang kepala, serta memar di dada kiri dan tangan kiri. Korban selanjutnya dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis dan menjalani visum di RS DKT Solo.

Pengeroyokan Diduga Libatkan 10 Orang

Ardi menyebut terdapat sekitar 10 orang yang diduga terlibat dalam dugaan pengeroyokan tersebut. Namun hingga kini, baru BRM S yang dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian. Tim hukum juga menyerahkan barang bukti berupa kemeja batik korban yang robek serta rekaman video yang beredar di media sosial.

“Kami sangat percaya diri karena memiliki saksi-saksi dan alat bukti yang kuat. Korban sempat tersungkur setelah ditendang, lalu diselamatkan temannya dan dibawa ke Sasana Narendra,” ujar Ardi.

Kronologi Ricuh di Keraton Surakarta

Sebelumnya, kericuhan di lingkungan Keraton Surakarta dilaporkan telah terjadi sejak sekitar pukul 09.30 WIB. Ketegangan bermula saat kubu PB XIV Hangabehi berupaya membuka pintu Kori Gajahan yang terkunci dari dalam.

Sejumlah abdi dalem yang datang bersama GKR Wandansari atau Gusti Moeng dan Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat KPH Edy Wirabhumi membawa tangga untuk memanjat gerbang dan membuka kunci dari sisi dalam.

Setelah pintu terbuka, rombongan Gusti Moeng bergerak menuju Ndalem Wiwara Kenja. Namun di tengah perjalanan, mereka dihadang kubu PB XIV Purboyo yang terdiri dari GKR Panembahan Timoer Rumbay, GKR Devi Lelyana, dan GKR Dewi Ratih Widyasari. Larangan untuk melanjutkan langkah memicu adu mulut yang berujung pada keributan disertai aksi saling dorong.