Geger Penemuan Janin Bayi Terbungkus Seragam Sekolah di Bone

Warga Desa Mattoanging, Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, digemparkan dengan penemuan janin bayi perempuan yang terkubur dan terbungkus seragam sekolah tingkat SMP.

OlehFauzan
Diterbitkan 15 Januari 2026, 19:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Sulawesi Warga Desa Mattoanging, Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan digegerkan dengan penemuan janin bayi berjenis kelamin perempuan, Kamis (15/1/2026).

Bayi tersebut ditemukan terkubur dan terbungkus seragam sekolah SMP.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Muh Nasir (50), yang saat itu tengah membersihkan atau membabat lahan di sekitar lokasi. Saat bekerja, saksi melihat adanya bekas galian tanah yang mencurigakan karena ditutupi oleh beberapa batu.

"Saksi curiga karena ada bekas galian tanah yang ditutupi batu. Setelah batu dipindahkan, terlihat kain putih tertanam di dalam tanah," kata Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra Muchtar saat dikonfirmasi, Kamis (15/1/2026).

Karena penasaran, saksi kemudian mencungkil kain tersebut menggunakan sepotong kayu hingga bungkusan yang berisi janin terlempar sekitar tiga meter dari titik awal.

Setelah memastikan bahwa temuan tersebut adalah janin bayi, saksi langsung melaporkannya kepada perangkat Desa Mattoanging.

Laporan tersebut kemudian diteruskan ke pihak kepolisian. Tak lama kemudian, piket fungsi Polres Bone yang dipimpin Pamapta I SPKT Polres Bone, Ipda Latif mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Personel langsung mengamankan lokasi, melakukan olah TKP, serta mencatat keterangan saksi-saksi untuk kepentingan penyelidikan," ujar Rayendra.

 

Polisi Masih Periksa Saksi

Ia menjelaskan, kain putih yang digunakan untuk membungkus janin tersebut diketahui merupakan seragam putih sekolah tingkat SMP dan kini menjadi salah satu petunjuk awal yang didalami penyidik.

Sekitar pukul 15.00 WITA, janin bayi tersebut diamankan oleh petugas dan dibawa ke RSUD Tenriawaru Bone demi menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut seperti visum maupun autopsi.

"Penanganan awal sudah dilakukan dan barang bukti telah diamankan. Saat ini kami masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak," ungkap Rayendra.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kematian janin maupun dugaan tindak pidana yang mengarah pada peristiwa tersebut. Polisi memastikan proses penyelidikan masih terus berlanjut.

"Kita akan selidiki dulu dan mencari petunjuk tambahan," kata Rayendra.