Pedagang Makanan di Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Rindu Masakan Akhirnya Terbayarkan

Setelah sebulan lebih Aceh Tamiang dilanda banjir, banyak hal yang hilang. Salah satunya hal sederhana yakni makan makanan favorit. Dia bersyukur bisa mencoba lagi kwetiau kesukaannya.

Diterbitkan 08 Januari 2026, 12:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas ekonomi warga perlahan mulai bangkit usai bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Aceh pada akhir November 2025. Para pedagang makanan, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak cukup parah, sudah menjajakan jualannya meskipun dalam kondisi yang tak ideal.

Kebangkitan pedagang makanan di Aceh Tamiang ini terekam dalam berbagai ulasan yang diunggah akun Instagram Tamiangfoods. Beberapa makanan yang diulas antara lain Bakso Wong Solo di Tanah Terban, tahu isi goreng di Paya Bedi, mie Aceh dan kwetiau di Kuala Simpang, serta nasi Padang di Kuala Simpang. Warga setempat pun ramai berdatangan.

“Hari ini pertama kali aku beli nasi Padang pasca banjir. Harganya Rp 20.000, porsinya memang nggak banyak, dan rasanya pun terasa agak berbeda dari biasanya. Tapi di kondisi kayak gini, aku paham. Bahan susah, dapur terbatas, dan semua masih berusaha bangkit pelan-pelan,” tulis akun @tamiangfoods, dikutip dari siaran pers, Kamis (8/1).

“Ini bukan video nyari enak. Ini video tentang realita setelah banjir, tentang hari pertama bisa beli makanan lagi, tentang hidup yang mulai jalan walau belum normal. Semoga ke depan semua perlahan membaik,” tambahnya.

Diakuinya, setelah sebulan lebih Aceh Tamiang dilanda banjir, banyak hal yang hilang. Salah satunya hal sederhana yakni makan makanan favorit. Dia bersyukur bisa mencoba lagi kwetiau kesukaannya.

“Hari ini, akhirnya awak bisa makan mie kwetiau lagi. Bukan soal enak atau tidak. Tapi soal rindu yang terbayar. Pelan-pelan, semoga hidup kembali normal,” katanya.

Tak cuma itu, dia juga sempat mendatangi posko mandiri yang ada di Aceh Tamiang. Di sana, warga mengelola secara mandiri bahan-bahan makanan yang tersedia. Warga bergotong-royong mengantar sayur-sayuran dan memasak.

“Di tengah banjir yang menenggelamkan rumah sampai 7 meter, para relawan masih sempat masak telur balado panas untuk semua warga yang mengungsi. Aku review jujur makanan posko hari ini, dan sumpah rasanya enak, pedasnya pas, dan yang bikin haru itu dibuat sambil relawan kurang tidur,” katanya.

 

Berharap Aceh Tamiang Segera Pulih

Dia pun berharap warga Aceh Tamiang tetap kuat dan situasi segera pulih kembali. Sejak akhir Desember 2025, aktivitas perdagangan di Pasar Sabtu Tualang Cut, Pasar Sungai Liput, dan Pasar Kuala Simpang di Aceh Tamiang pun sudah kembali menggeliat. Pasar dipadati pedagang dan pembeli.

Mereka membeli kebutuhan sehari-hari seperti sayur-sayuran dan buah. Bahkan toko emas juga ramai didatangi ibu-ibu.

Aceh Tamiang memang menjadi salah satu prioritas utama pemulihan pascabencana di Sumatra. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menilai dampak bencana di Aceh Tamiang tergolong paling parah dibandingkan daerah terdampak lainnya.