Tragedi KM Maulana 30 Terbakar: Basarnas Hentikan Pencarian Meski 8 ABK Masih Hilang

Harapan untuk menemukan 8 ABK KM Maulana yang hilang usai kapal tersebut terbakar akhirnya kandas.

Diterbitkan 27 Desember 2025, 00:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lampung - Harapan untuk menemukan delapan anak buah kapal (ABK) KM Maulana 30 yang hilang usai kecelakaan kapal terbakar di perairan selatan Belimbing, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, akhirnya kandas. Setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Lampung resmi menghentikan operasi SAR.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung, Deden Ridwansah menyampaikan duka cita dan belasungkawa mendalam atas tragedi kebakaran kapal yang merenggut harapan keluarga korban.

"Dengan penuh rasa empati, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi pada KM Maulana 30," ujar Deden, Jumat (26/12/2025).

Deden menjelaskan, keputusan penghentian operasi SAR diambil setelah Tim SAR Gabungan melakukan pencarian intensif selama tujuh hari sesuai dengan rencana operasi dan perhitungan SAR Map Prediction.

Namun hingga hari terakhir, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan ABK yang dilaporkan hilang.

"Operasi SAR telah dilaksanakan secara maksimal. Namun sampai hari ketujuh korban belum berhasil ditemukan. Oleh karena itu, pada Jumat, 26 Desember 2025, operasi pencarian resmi kami tutup," kata dia.

Pada hari ketujuh operasi, Tim SAR Gabungan memulai kegiatan dengan briefing dan koordinasi sejak pagi hari. Pencarian dilakukan di area seluas 142 nautical mile persegi menggunakan Kapal Negara (KN) SAR 224 Basudewa dengan menyisir sejumlah titik koordinat yang telah ditentukan.

Tak hanya di laut lepas, tim juga melakukan penyisiran di sepanjang pesisir, mulai dari Pantai Tampang hingga wilayah Way Bangik dan Teluk Kiluan.

Namun hingga sore hari, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

"Tidak ada tanda-tanda keberadaan delapan ABK KM Maulana 30 yang masih dinyatakan hilang," ungkapnya.

Ia menambahkan, penghentian operasi SAR dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan perwakilan keluarga korban, Saiful Umam. Meski operasi pencarian dihentikan, Basarnas tetap akan melakukan pemantauan apabila ditemukan petunjuk baru.

“Seluruh unsur SAR yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuannya masing-masing, dan operasi dilanjutkan dengan pemantauan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Tim SAR gabungan dikerahkan untuk mencari 8 anak buah kapal (ABK) KM Maulana 30 yang belum ditemukan. Kapal nelayan tersebut terbakar di perairan Tanjung Belimbing Selatan, Kabupaten Tanggamus, Sabtu (20/12/2025).

 

Data Korban Selamat dan yang Masih Hilang

Kepala Basarnas Lampung, Deden Ridwansyah, menjelaskan kapal tersebut merupakan kapal nelayan jenis pukat berukuran cukup besar. KM Maulana 30 diketahui bertolak dari Jakarta pada 16 Desember 2025 menuju area penangkapan ikan di sekitar Samudra Hindia, dekat perairan Tanggamus.

"Kapal ini berangkat dari Jakarta menuju ground fishing mereka di Samudra Hindia. Kejadiannya terbakar sekitar pukul 08.00 WIB," ujar Deden, Sabtu (20/12).

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Basarnas masih mengalami kendala komunikasi dengan kapal penyelamat di lokasi kejadian.

"Kami belum mendapatkan kronologis lengkap karena komunikasi terbatas. KM Damansa 05 menggunakan komunikasi Starlink yang hanya aktif setiap 30 menit," jelasnya.

Berdasarkan pantauan visual, kondisi kapal KM Maulana 30 disebut belum sepenuhnya tenggelam, meski masih mengeluarkan asap tebal.

"Dari gambar yang kami terima, kapal masih terlihat terapung dan mengeluarkan asap. Untuk kondisi pastinya masih kami pastikan," tambah Deden.

Pada pukul 10.50 WIB, KN SAR Basudewa milik Kantor SAR Lampung dengan 19 kru, didukung unsur Polair dan TNI AL (Lanal), telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

"Tim SAR gabungan sudah bergerak untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap ABK yang belum ditemukan," tutup dia.

Berikut data lengkap Nahkoda serta ABK yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat:

1. Sulis Khoirih (36), sebagai Nahkoda, warga Pekalongan, Jawa Tengah

2. Rudi Hartoyo (35), Pekalongan

3. Firman Nur Arifin (29), Pekalongan

4. Zulfi Ilalquadhi (24), Pekalongan

5. Rowo Hendi Abdullah (35), Pekalongan

6. Luthfi (31), Pekalongan

7. Taryono (43), Pekalongan

8. Ismanto (29), Pekalongan

9. Hermawan (28), Pekalongan

10. M. Sofiyyul Maula (25), Pekalongan

11. Achmad Cholidin (45), Pekalongan

12. Purwo Raharjo (42), Batang

13. Khoirul Arifin (22), Purbalingga

14. Dena Bagas Aji (19), Bekasi

15. Tasib (36), Pekalongan

16. Patwa (26), Palembang

17. Hendri Setiadi (32), Bandung

18. Eko Wahyudin (24), Klaten

19. Karimun (41), Tegal

20. Qomarudin (34), Pekalongan

21. M. Priyadi (20), Pekalongan

22. Hari Supriyadi (23), Purbalingga

23. Taimin (31), Pekalongan

24. Jaka Hermawan (25), Tasikmalaya

25. Erik Prastio (35), Jakarta Barat

Sementara itu, 8 ABK masih dinyatakan hilang :

1. M. Rifky Isna

2. Fattahillah

3. Syaiful Parno Majid

4. M. Yusron Muttaqo

5. Rasmat

6. Agus Ramadlon

7. Mujahidn

8. Syafruddin Dirwanto.