Pakubuwono XIV Hamengkunegoro Tetapkan Susunan Bebadan Keraton Surakarta: Ada Bangsawan hingga Profesional

Pakubuwono XIV Hamengkunegoro, menetapkan susunan terbaru Bebadan Karaton sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola dan memulihkan marwah lembaga adat.

Diterbitkan 19 November 2025, 23:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Surakarta Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang baru saja dinobatkan, Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwono XIV Hamengkunegoro, secara resmi menetapkan susunan Bebadan Karaton yang baru pada Rabu (19/11/2025).

Dalam struktur baru tersebut, sang raja menunjuk sejumlah staf khusus (stafsus), mulai dari kalangan bangsawan, profesor hingga profesional.

Juru bicara SISKS Pakubuwono XIV Hamengkunegoro, KPA Singonagoro mengatakan bahwa Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memasuki babak baru setelah raja dari kalangan Gen Z itu menetapkan susunan Bebadan Karaton yang baru.

Pembaruan tersebut, kata dia, menjadi langkah strategis Sang Raja untuk memperkuat tata kelola serta memulihkan marwah lembaga budaya tertua di Jawa itu.

“Struktur baru disusun dengan memadukan unsur adat, akademisi, dan profesional. Para sesepuh ditempatkan di jajaran Paranpara Nata sebagai penasihat utama raja, sementara kalangan profesor dan pakar multidisiplin masuk dalam jajaran staf khusus raja untuk memperkuat modernisasi tata kelola,” kata Singonagoro.

Dalam formasi yang secara resmi telah disahkan, dia menyatakan bahwa KPAA Sugeng Nugroho Dwijonagoro ditunjuk sebagai Sekretaris Pribadi, dan dirinya sebagai juru bicara raja.

Sedangkan di bidang hukum, Pakubuwono XIV mengukuhkan Lembaga Hukum Raja  diisi KP Teguh Satya Bhakti yang merupakan mantan PTUN Jakarta  dan pengacara  KP Sionit T. Martin Gea untuk memperkuat legitimasi dan regulasi adat.

Penataan juga mencakup sejumlah jabatan penting lain, seperti GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani sebagai Pangageng Sasana Wilapa, KGPHAP Dipokusumo sebagai Pangageng Parentah, serta pengisian berbagai posisi Pangarsa yang mendukung administrasi budaya keraton.

“GKR Alit sebagai Pangageng Keputren, KGPHAP Benowo menjabat Pangageng Kasentanan, GKR Devi Lelyana Dewi menangani bidang Kebudayaan dan Pariwisata, dan KRAy Febri Dipokusumo ditetapkan sebagai Pangageng Kahartaan,” sebutnya.

 

Jabatan Lainnya

Lebih lanjut, Singonagoro mengatakan kombinasi tokoh adat, kalangan profesional, dan para ahli dianggap memberi energi baru bagi lembaga budaya ini untuk bekerja lebih sistematis dan berdampak luas.

Pembaruan tersebut disusun agar keraton tidak hanya menjadi simbol historis, tetapi tetap menjadi institusi yang berperan aktif dalam perkembangan masyarakat.

“Sinuhun Pakubuwono XIV sangat berkomitmen untuk merangkul semua pihak demi kemajuan keraton. Beliau tidak ingin ada sekat, tidak ingin ada jarak. Yang dikehendaki adalah harmoni, persatuan, dan sinergi dari seluruh elemen agar Karaton kembali menjadi pusat kebudayaan Jawa yang berwibawa, hidup, dan berkembang,” ujarnya.