Dedi Mulyadi Terapkan WFH Setiap Kamis untuk ASN Jabar

Penerapan WFH diharapkan mampu mengurangi penumpukan pegawai di kantor, menekan penggunaan listrik dan air, serta membantu mengurai kemacetan di jalan raya.

Diterbitkan 07 November 2025, 05:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mulai menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Kamis.

Kebijakan ini resmi berlaku mulai Kamis (6/11/2025), dengan tujuan utama efisiensi anggaran di lingkungan pemerintahan provinsi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut, penerapan WFH diharapkan mampu mengurangi penumpukan pegawai di kantor, menekan penggunaan listrik dan air, serta membantu mengurai kemacetan di jalan raya.

“Bekerja dari rumah tetap bekerja menggunakan sistem. Nanti beda tunjangan kinerjanya antara yang bekerja di lapangan dengan tingkat risiko tinggi, dan yang bekerja di rumah,” ujar Dedi di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (6/11/2025).

 

Layanan Publik Tetap Berjalan Optimal

Menurutnya, ASN yang menjalankan tugas dari rumah akan bekerja dengan sistem berbasis kinerja. Pemda Jabar juga memastikan layanan publik tetap berjalan optimal karena kebijakan ini tidak berlaku bagi ASN yang melayani masyarakat secara langsung.

Kebijakan WFH tersebut juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat.

“Saya menyarankan pemda kabupaten/kota untuk menerapkan kebijakan serupa. Efisiensi anggaran justru bisa membuat ASN lebih adaptif,” kata Dedi.

 

Jaga Produktivitas

Penerapan WFH bagi ASN Jabar ini menjadi langkah inovatif dalam tata kelola birokrasi daerah, di tengah upaya pemerintah meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga produktivitas kerja.