BPBD Data Kerusakan Akibat Gempa M 4,8 Tarakan, Warga Diimbau Tetap Waspada

BPBD Kota Tarakan saat ini masih melakukan pendataan kerusakan. Laporan sementara menunjukkan terdapat dua rumah rusak berat, dua rumah rusak sedang.

Diterbitkan 05 November 2025, 22:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi magnitudo 4,8 yang mengguncang Kota Tarakan, Kalimantan Utara, pada Rabu (5/11/2025) dirasakan cukup kuat selama sekitar lima detik di wilayah Kecamatan Tarakan Barat, termasuk Kelurahan Karang Rejo dan Mamburungan.

Getaran gempa membuat sebagian pengunjung pusat perbelanjaan panik dan bergegas keluar untuk menyelamatkan diri.

BPBD Kota Tarakan saat ini masih melakukan pendataan kerusakan. Laporan sementara menunjukkan terdapat dua rumah rusak berat, dua rumah rusak sedang, serta tiga pusat perbelanjaan terdampak gempa.

Selain itu, satu fasilitas kesehatan (RS Yusuf SK) dan satu fasilitas umum (Bandara Juwata Tarakan) juga mengalami dampak akibat guncangan gempa.

BPBD Kota Tarakan juga telah melakukan monitoring pascagempa dan berkoordinasi dengan BMKG Kota Tarakan, BPBD Provinsi Kalimantan Utara, serta instansi terkait lainnya untuk mempercepat proses pendataan dan penilaian kerusakan.

BNPB menghimbau kepada masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat diminta untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak dan memastikan tempat tinggalnya aman sebelum kembali ke dalam rumah. BNPB juga mendorong masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB terkait perkembangan situasi.

Gempa M 4,8 Guncang Tarakan

Sebelumnya, dilaporkan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara pada Rabu, (5/11/2025) pukul 17.37 WIB. Gempa ini berlokasi di 3.33 Lintang Utara dan 117.82 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

Pusat gempa berada di laut, sekitar 24 kilometer tenggara Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara.

 Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.