Liputan6.com, Makkah - Bandara Jeddah tak pernah tidur. Meski sudah lewat tengah malam, gate selalu penuh orang lalu lalang. Pukul dua lewat tiga puluh menit, rombongan Umrah untuk Sahabat Adira giliran tiba. Dua bus sudah bersiap mengangkut jemaah ke hotel di dekat Masjidil Haram. Ada percakapan melepas rindu sebelum tubuh mungil itu menyelinap masuk ke dalam bus. Usai mengucap salam, bus lalu melaju, sementara penumpangnya jetlag.
“Assallamuallaikum warahmatullahi wabarakatuh, para jemaah yang dirahmati Allah, perkenalkan nama saya Ahmad Kosim,” katanya memperkenalkan diri.
Ustaz Kosim, begitu sapaan akrabnya, cah Rembang yang memutuskan hidup dan bekerja di Arab Saudi sebagai pemandu haji dan umrah jemaah Indonesia. Kosim mengaku sudah menggeluti pekerjaan itu lebih dari 10 tahun. Bahkan dirinya telah memiliki KTP Arab dan tinggal di rumah kontrakan di dekat Masjidil Haram.
Advertisement
“Saya punya dua KTP, Arab dan Indonesia, tapi saya asli Rembang,” ungkapnya.
Besar dari keluarga yang bukan keturunan kiai maupun nyai, membuatnya sempat tak percaya bisa hidup dari menjadi pemandu jemaah haji dan umrah. Namun keteguhan hati belajar di pesantren bimbingan langsung kiai besar Maimoen Zubair atau yang dikenal dengan nama Mbah Moen, yang menjadikan dirinya pandai bahasa Arab.
Mbah Moen sendiri merupakamn ulama besar yang pernah dimiliki Indonesia. Ia dikenal sebagai pengasuh tertinggi Pondok Pesantren Al-Anwar dan menjabat sebagai Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan hingga kematiannya. Karier politiknya juga tak kalah bagus, dia pernah menjadi anggota DPRD Kabupten Rembang selama 7 tahun dan anggota MPR perwakilan Jawa Tengah selama tiga periode. Usai masa tugasnya berakhir, Mbah Moen memutuskan untuk meninggalkan dunia politik dan fokus mengurus pondok pesantren.
Kepergian Mbah Moen untuk selama-lamanya menjadi bahan perbincangan masyarakat di Indonesia kala itu. Dirinya meninggal di Kota Makkah usai menjalankan salat Subuh pada 6 Agustus 2019 pukul 04.30 WIB di Rumah Sakit An-Nur Makkah. Yang membuat kepergiannya menjadi lebih istimewa, tidak ada gejala sakit yang dialami Mbah Moen sebelum meninggal. Bahkan sebelum meninggak, Mbah Moen sempat menerima kunjungan Dusa Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel.
Mbah Moen kemudian dimakamkan di Ma’la Makkah, yang lokasi makamnya berdekatan dengan makam sang gurum Alari Al-Maliki Al-Hasani, dan masih dalam satu area kawasan makam istri Nabi Muhammad, yakni Khadijah binti Khuwailid.
Bagi Ustaz Kosim, Mbah Moen bukan sekedar kiai, tapi juga orangtua yang perlu dihormati dan diteladani. Dari belajar bahasa Arab itu, Ustaz Kosim makin percaya diri untuk tampil memberikan arahan kepada jemaah Indonesia
“Waktu kecil saya pernah mimpi melihat Kakbah, kata ibu saya, nanti kamu kalau sudah besar bisa lihat Kakbah setiap hari,” kata Ustaz Kosim menirukan tutur kata sang ibu.
Kosim juga mengakui, kedua orangtuanya memilih menyekolahkan anak-anaknya di sekolahan Arab yang ada di Indonesia. Setelah belajar sekitar 14 tahunan, Kosim lalu sempat mengajar selama 4 tahun di Rembang. Jago bahasa Arab makin membuatnya percaya diri merantau ke negeri Makkah Al Mukaromah.
“Akhirnya sambil belajar sambil ada kerjaan, seperti sekarang ini, ada teman yang ngajarin, akhirnya ya sampai sekarang ini, kurang lebih 15 tahun,” katanya.
Tekatnya memutuskan untuk menetap di Arab Saudi ketimbang di negaranya sendiri, akhirnya terwujud dengan dukungan paman dan bibinya yang juga sudah lama menetap di Arab Saudi. Bahkan sang istri yang merupakan orang Sidoarjo juga pernah menetap di Arab Saudi.
“Kugeluti sampai sekarang ini, kalau lagi musim umrah bawa jemaah umrah, kalau lagu musim haji bawa jemaah haji plus,” katanya.
Suka Duka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5400328/original/025896800_1762084153-WhatsApp_Image_2025-11-02_at_18.46.56.jpg)
Ustaz Kosim menuturkan, membawa jemaah umrah dan haji punya suka dukanya tersendiri. Baginya itenarary plan yang sudah disiapkan tidak pernah mulus seratus persen bisa diterapkan pada jemaah. Kendala itu pasti ada, mulai dari jemaah yang sakit, kadang juga ada yang rewel.
“Ada yang jarang ngomong, macem-macem, ada yang judes, ada juga yang baik. Jadi seiring berjalannhya waktu kita tuh tambah dewasa, bisa belajar kalau ternyata orang itu macem-macem,” katanya.
Namun duka paling mendalam yang dirasakan Kosim setelah memutuskan menetap dan bekerja di Arab Saudi adalah jauh dari keluarga tercinta. Meski begitu, Kosim yakin, jika dilihat dari sisi baiknya, dilipatkangandakan pahala.
“Di sini (Makkah), kita salat sekali saja sama dengan pahala lima puluh lima tahun,” ungkapnya.
Asam garam kehidupan selama menjadi ustaz pendamping jemaah di Tanah Suci telah dilahap Kosim. Tanpa bekal yang kurang mumpuni, mungkin saja dia akan menyerah dan memilih pindah ke kampung halaman. Bekal ilmu agama yang mantap jebolan pondok pesantren di Rembang, sekaligus bahasa Arab yang ekspert membuat dirinya tak ragu melihat banyaknya perbedaan syariat dalam berIslam yang dijalankan umat Islam dari berbagai belahan dunia.
“Ada yang salatnya gak pakai tangan ke atas, ada yang aneh-aneh, ketika tahiyat tak seperti kita, jadi kayak jongkok saja. Karena di pondok kan pelajarannya memang ada, kalau menurut Imam ini salatnya begini, Maliki begini, Hanafi beda lagi, yang kagetnya lagi kalau beda pemahaman,” katanya.
Advertisement
Soal Umrah Mandiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5400330/original/083628200_1762084252-WhatsApp_Image_2025-11-02_at_18.47.26.jpeg)
Indonesia yang kebanyakan Ahlu Sunnah Wal Jamaah, membuat banyak diterima dan tidak jauh berbeda dengan syariat kebanyaka orang muslim dari berbagai dunia. Kosim yang sudah lama di Makkah mengakui, orang-orang dari berbagai belahan dunia punya cara salat yang aneh-aneh. Bagi yang tidak pernah melihtanya tentu akan kaget, namun bagi yang sudah mempelajari mazhab, tentu hal ini bukan sesuatu yang asing dalam bersyariat.
Ustaz Kosim tidak menampik pentingnya edukasi sebelum jemaah pergi umrah atau melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci Makkah. Sehingga paling tidak ada perbekalan ilmu agar saat melihat perbedaan cara salat misalnya, tidak kaget lagi. Hal ini juga yang membuat dirinya agak khawatir saat ‘keran’ umrah mandiri mulai dibuka pemerintah Indonesia. Sebab jemaah perlu menyiapkan dirinya dengan matang, termasuk mempelajari perbedaan mazhab dalam Islam, selain juga tentunta doa-doa saat menjalankan ibadah umrah.
“Apalagi kalau mandiri para jemaah harus apply visa sendiri, booking tiket sendiri, booking hotel, booking hotel juga tidak semudah zaman dulu, karena harus hotel yang konek dengan aplikasi Nusuk. Terus risiko juga harus ditanggung sendiri,” katanya.
Belum nanti, kata Kosim, kalau ketemu mafia. Seumpama ada kenalan urus visa ternyata bodong, siapa yang tanggung jawab. Jadi menurut Kosim, ada plus minus dalam pelaksanaan Umrah mandiri.
“Menurut saya bebas saja, cuma bagi yang belum berpengalaman jangan pernah coba-coba,” katanya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5400327/original/039284100_1762083881-WhatsApp_Image_2025-11-02_at_18.29.29.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8899597/original/014754500_1782943656-Belgian_players_celebrate_youre_tieleman_s_goal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8676158/original/021295200_1782719955-WhatsApp_Image_2026-06-29_at_14.42.37.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5169602/original/028083200_1742538564-PHOTO-2025-03-21-09-58-27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519470/original/036664900_1782446330-photo_2026-06-23_14-33-35__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519468/original/030142200_1782446310-photo_2026-06-23_14-33-34.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524317/original/080960700_1782453855-Lowongan_BPKH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5303081/original/010753100_1754044504-1000408667.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5533582/original/000661600_1773744865-IMG_2841.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8275221/original/010217800_1782128767-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_18.04.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8272432/original/081955200_1782124261-Mbah_Marsiyah__jemaah_Indonesia_tertua__bergeser_ke_Madinah__21_Juni_2026.__dok._Media_Center_Haji_.jpg)