Liputan6.com, Jakarta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur memastikan video viral yang diduga memperlihatkan potongan tubuh orang utan tidak direkam di Kalimantan. Hasil penelusuran sementara masih menyisakan keraguan, sehingga kasus ini akan dilaporkan ke Kementerian Kehutanan untuk pendalaman lebih lanjut.
Kepala BKSDA Kaltim Ari Wibawanto mengatakan, timnya telah berhasil mengonfirmasi langsung pengunggah awal video tersebut. Dari keterangan yang diterima, peristiwa dalam video disebut sudah terjadi lama, pada masa pandemi Covid-19, dan baru diunggah kembali baru-baru ini.
“Tim kami sudah menelusuri dan menghubungi pengunggah awal. Dari hasil konfirmasi, diperoleh keterangan bahwa lokasi kejadian tidak berada di Pulau Kalimantan. Pengunggah juga menyampaikan bahwa itu bukan orang utan, tetapi jenis lain yang belum bisa diidentifikasi,” ujar Ari, Kamis (9/10/2025).
Advertisement
Meski demikian, Ari menyebut pihaknya belum bisa memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Kami masih perlu mendalami karena belum ada bukti yang cukup kuat. Ada kemungkinan dugaan tindak pidana juga, jadi kami akan mengangkat kasus ini ke pusat agar ditelusuri lebih lanjut oleh Kementerian Kehutanan,” jelasnya.
Dia menambahkan, BKSDA Kaltim belum dapat menyampaikan secara detail lokasi kejadian selain memastikan berada di luar Kalimantan.
“Kita anggap itu primata karena terlihat dari bentuk tangannya. Apakah satwa itu dilindungi atau tidak, apakah benar dikonsumsi, semua masih akan kami dalami,” kata Ari.
Sebelumnya, video berdurasi sekitar 20 detik itu memperlihatkan seorang pria yang diduga hendak mengolah potongan tubuh menyerupai tangan hewan. Rekaman tersebut pertama kali diunggah oleh akun @kutim.id, kemudian disebarkan ulang oleh @mongabay.id dengan mencantumkan sumber unggahan awal.
Pada Selasa malam, postingan di akun @kutim.id sudah tidak ditemukan, sementara di akun @mongabay.id video itu masih tayang dan telah ditonton hampir 70 ribu kali.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318340/original/035315600_1786092351-Screenshot_2026-08-07_154428.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311576/original/011498300_1785406882-kemenhaj_petugas_haji_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4409778/original/074363200_1682745589-PPATK.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/4383473/original/053428500_1680638055-Orangutan_Arsari.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328092/original/038480400_1787135409-IMG-20260819-WA0063.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327124/original/062496300_1787051796-WhatsApp_Image_2026-08-18_at_17.53.16.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327123/original/057359200_1787051796-WhatsApp_Image_2026-08-18_at_17.53.16__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327621/original/003407400_1787116701-IMG-20260819-WA0025.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301442/original/067800800_1784461737-Upaya_penyelamatan_orang_utan_di_hutan_Sumatera.jpeg)