Liputan6.com, Kalimantan Timur Kasus dugaan pemerkosaan anak di bawah umur yang memilukan kembali terungkap di Kalimantan Timur. Seorang anak perempuan berusia 10 tahun diduga menjadi korban persetubuhan yang dilakukan oleh ayah tirinya sendiri.
Tragisnya, sang ibu kandung juga diduga terlibat dalam aksi keji tersebut dengan menjual korban kepada sejumlah pria.
Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Provinsi Kaltim, Rina Zainum, menyatakan, timnya telah secara resmi membuat laporan polisi (LP) atas kasus ini.
Advertisement
"Hari ini kami melakukan pelaporan secara resmi ke kepolisian terkait kasus persetubuhan anak yang dialami oleh anak usia 10 tahun," ujar Rina.
Menurut keterangan Rina, aksi bejat ini sudah berlangsung sejak korban masih duduk di bangku kelas 1 SD hingga saat ini di kelas 3 SD. Pelaku diduga tidak hanya ayah tiri, tetapi juga sejumlah pria lain.
"Diduga korban dijual oleh ibunya kepada beberapa pria, dan ada dugaan juga ayah sambungnya ikut melakukan persetubuhan," tambahnya.
Â
Awal Mula Terungkap
Kasus ini terungkap secara tidak sengaja. Awalnya, korban diejek oleh beberapa temannya karena dianggap "pacaran" dengan seorang pria dewasa. Ejekan ini menarik perhatian seorang wali murid yang kebetulan memiliki anak di sekolah yang sama.
Merasa ada yang tidak beres, wali murid tersebut mendekati korban dan berhasil mendapatkan cerita pilu tersebut. Wali murid ini kemudian menghubungi TRC PPA untuk meminta pendampingan.
"Akhirnya si korban bercerita kepada wali murid tersebut. Kemudian wali murid ini menyampaikan kepada kami untuk sharing tentang kasus ini hingga akhirnya kami bertemu dengan pihak korban dan kasusnya terungkap," jelas Rina.
Pasca pelaporan, korban dan Rina Zainum telah menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di kepolisian. Untuk menjamin keamanan dan keselamatan korban, TRC PPA berencana memisahkan korban dari kedua orang tua yang diduga terlibat.
"Korban akan langsung diamankan dan dipisahkan, karena pelaku adalah ayah sambung termasuk dengan ibunya," tegas Rina.
Â
Advertisement
Kondisi Psikis Korban
Kondisi psikis korban saat ini sangat tidak stabil. TRC PPA Kaltim telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Samarinda untuk memberikan pendampingan psikologis secara intensif.
Selain itu, terungkap bahwa korban telah mengalami ancaman serius, seperti diberhentikan dari sekolah, dipukuli, bahkan diancam akan dibunuh. Rina Zainum juga menyebutkan bahwa satu bulan lalu, keluarga korban sempat melapor ke lembaga lain, namun sayangnya tidak ada tindak lanjut.
"Akhirnya wali murid ini melaporkan kepada kami untuk bisa diproses, karena kondisi psikis korban saat ini sangat tidak baik," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk pengembangan kasus. Rina berharap kasus ini segera ditangani dengan tuntas dan para pelaku mendapatkan hukuman setimpal.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380981/original/046199200_1760441878-klaim_link_magang_kemnaker.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299864/original/085658400_1784277079-pupuk_subsidi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1248931/original/018790600_1464593127-081631900_1444552613-Ilustrasi-Kekerasan-Anak2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295935/original/031909000_1783995386-063_2285696199.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4256899/original/040579900_1670717208-Inggris_vs_Prancis_di_Laga_Perempat_Final_Piala_Dunia_2022-AP__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4205869/original/033832800_1666872124-000_32G277K.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4682019/original/069510400_1702289989-20231211-Javier_Milei-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298217/original/010036300_1784154923-Argentina_s_Lautaro_Martinez_england.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297036/original/087342800_1784067028-fran2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299157/original/011157800_1784196356-prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299934/original/041038100_1784279853-cincin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298567/original/084606300_1784174337-000_C2B89X9.jpg)